KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kecamatan Kota Bangun Darat, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar, terutama jalan poros penghubung antardesa, untuk memperkuat konektivitas wilayah dan mendukung pelaksanaan program Kukar Idaman Terbaik.
Camat Kota Bangun Darat, Julkifli, mengatakan pembangunan infrastruktur menjadi fokus utama karena kecamatan tersebut masih perlu memperkuat fondasi pembangunan wilayah. Selain akses transportasi, pemerintah kecamatan juga menaruh perhatian pada penyediaan air bersih dan pengembangan fasilitas pelayanan pemerintahan guna memenuhi kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, jalan poros memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas warga, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mempermudah akses masyarakat dari desa menuju pusat kecamatan. Karena itu, peningkatan kualitas jalan menjadi salah satu kebutuhan mendasar yang terus didorong melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kukar dan instansi teknis terkait.
“Kami sebagai kecamatan baru harus membangun fondasi terlebih dahulu. Infrastruktur dasar, seperti jalan dan air bersih, menjadi prioritas,” ujar Julkifli, Selasa (13/10/2026).
Ia menjelaskan, terdapat empat ruas jalan yang masuk dalam prioritas pembangunan di wilayah Kota Bangun Darat dengan total panjang sekitar 40 kilometer. Peningkatan akses tersebut diharapkan dapat menghubungkan sejumlah desa sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi masyarakat.
Ruas pertama adalah jalan poros dari Simpang SP 6 menuju Sukabumi, Sedulang, Kedang Ipil, Wonosari, hingga Kota Bangun II. Jalur ini menjadi salah satu akses utama yang menghubungkan beberapa desa dengan pusat kegiatan masyarakat di wilayah kecamatan.
Julkifli menyebutkan, sebagian besar jalur tersebut telah terealisasi. Namun, masih terdapat sejumlah titik yang perlu dituntaskan, di antaranya sekitar satu kilometer ruas Sedulang menuju Kedang Ipil serta kurang lebih 5,5 kilometer jalan dari kantor kecamatan menuju Wonosari.
Ruas menuju Wonosari menjadi perhatian khusus karena diperkirakan melayani sekitar 60 persen masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari. Penyelesaian akses tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kelancaran perjalanan warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi di wilayah setempat.
“Masih ada sekitar 5,5 kilometer jalan dari kantor camat menuju Wonosari yang harus dituntaskan. Ruas ini menjadi salah satu prioritas kami,” jelasnya.
Untuk jalur menuju Wonosari, pekerjaan jalan poros yang dikenal sebagai Jalan Pateh Ata telah memasuki tahap pembersihan lahan atau land clearing, disertai penyiapan dan pengerasan badan jalan menggunakan material agregat. Pekerjaan tersebut dilaksanakan melalui Pemerintah Kabupaten Kukar bersama Dinas Pekerjaan Umum.
Prioritas kedua adalah jalan poros Sari Nadi menuju Kedang Ipil dan Benua Baru, dengan panjang sekitar 23 kilometer. Ruas ini dinilai strategis untuk memperkuat keterhubungan antardesa dan memudahkan masyarakat menjangkau wilayah lain.
Selanjutnya, prioritas ketiga mencakup ruas Sari Nadi–Wonorejo–Sukabumi sepanjang kurang lebih 10 kilometer. Adapun prioritas keempat adalah jalan dari Wonosari menuju Kota Bangun III dengan panjang sekitar empat kilometer.
Pemerintah kecamatan berharap peningkatan jalan pada keempat ruas tersebut dapat menghasilkan akses transportasi yang lebih layak dan berkelanjutan. Infrastruktur yang memadai juga diharapkan mampu mengurangi hambatan mobilitas serta mendukung kelancaran kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.
Selain pembangunan jalan, Pemerintah Kecamatan Kota Bangun Darat merencanakan pengembangan kawasan perkantoran dan fasilitas pelayanan publik. Lahan telah disiapkan untuk mendukung pembangunan sejumlah kantor instansi dan fasilitas dasar yang dibutuhkan masyarakat.
Kantor utama kecamatan telah berdiri di kawasan tersebut. Ke depan, area yang tersedia direncanakan untuk menampung fasilitas lain, seperti kantor Koramil, kepolisian, Kantor Urusan Agama (KUA), puskesmas, serta unit pelaksana teknis lainnya sesuai kebutuhan dan kemampuan pembangunan daerah.
Di sektor ekonomi, Julkifli menilai pertanian dan perkebunan memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Karakteristik masyarakat Kota Bangun Darat yang banyak berasal dari kawasan transmigrasi menjadi salah satu faktor pendukung pengembangan kedua sektor tersebut.
Menurutnya, dukungan terhadap sektor pertanian dan perkebunan perlu berjalan beriringan dengan peningkatan akses jalan. Dengan konektivitas yang lebih baik, distribusi hasil produksi diharapkan semakin lancar sehingga dapat membuka peluang peningkatan pendapatan dan memperkuat perekonomian masyarakat.
Selain pembangunan fisik dan pengembangan ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan birokrasi juga menjadi perhatian. Aparatur sipil negara (ASN) di tingkat kecamatan didorong untuk memahami arah kebijakan pemerintah daerah serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Julkifli menegaskan bahwa pembangunan wilayah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga harus mencakup penguatan ekonomi, sosial, budaya, dan tata kelola pemerintahan. Seluruh aspek tersebut perlu dikembangkan secara bertahap agar manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas.
Melalui empat prioritas jalan poros, pengembangan fasilitas pelayanan publik, serta penguatan sektor pertanian dan perkebunan, Pemerintah Kecamatan Kota Bangun Darat berharap pembangunan wilayah dapat berjalan secara terarah dan berkelanjutan.
Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program Kukar Idaman Terbaik, dengan harapan konektivitas antardesa semakin baik, pelayanan publik semakin mudah dijangkau, dan kesejahteraan masyarakat meningkat hingga ke pelosok wilayah.
ADV Diskominfo Kutai Kartanegara Pewarta : Indirwan Editor : Rudy M @2026

















