Menu ✖

Mode Gelap
DPRD Kukar Kejar Pembahasan Perubahan APBD 2026, Ditargetkan Tuntas 30 September KML Golongan Siaga Digelar, Dispora Kukar Dorong Penguatan Kompetensi Pembina Pramuka DLHK Kukar Dorong TPS 3R, Sampah Diolah Jadi Kompos hingga Produk Bernilai Ekonomi Raperda Perubahan APBD Kukar 2026 Masuki Tahap Akhir Pembahasan Pemkot Balikpapan Efisiensi Hampir Rp100 Miliar, Tukin hingga Perjalanan Dinas Dipangkas

BERITA DAERAH · 22 Jul 2025 15:15 WITA ·

Polres Kukar Ungkap Kasus TPPO di Muara Jawa, Satu Pelaku Diamankan


 Polres Kukar Ungkap Kasus TPPO di Muara Jawa, Satu Pelaku Diamankan Perbesar

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kutai Kartanegara berhasil mengungkap kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang melibatkan eksploitasi anak di bawah umur di Kecamatan Muara Jawa.

Kapolres Kukar AKBP Dody Surya Putra melalui Kasat Reskrim AKP Ecky Widi Prawita menyampaikan, pengungkapan berawal dari Operasi Yustisi yang digelar pada Kamis malam (17/7/2025) sekitar pukul 23.30 WITA. Operasi tersebut menyasar praktik prostitusi di sejumlah kawasan yang menjadi lintasan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), termasuk wilayah Muara Jawa.

“Dalam operasi itu, kami menemukan dua anak di bawah umur yang dipekerjakan sebagai Ladies Companion (LC) sekaligus Pekerja Seks Komersial (PSK) di sebuah wisma di kompleks lokalisasi Galendrong,” ungkap AKP Ecky, Senin (21/7/2025).

Diketahui, pemilik wisma berinisial IM tidak berada di tempat saat razia. Namun, pada Jumat malam (18/7/2025), Tim Alligator Satreskrim bersama Unit PPA Polres Kukar berhasil menangkap IM di sekitar kawasan wisma miliknya di Muara Jawa.

Dalam pemeriksaan, IM diduga kuat memperkerjakan anak di bawah umur yang berasal dari Kendari, Sulawesi Tenggara, dengan cara membiayai perjalanan mereka ke Kalimantan Timur. Setelah sampai, korban dijadikan PSK dan LC untuk melayani tamu, baik dalam hubungan seksual maupun menemani karaoke dan mengonsumsi miras.

“Keuntungan dari setiap tamu disetorkan kepada pemilik wisma, berkisar antara Rp50.000 hingga Rp150.000 per tamu, belum termasuk biaya lain seperti utang, listrik, dan dapur,” jelas AKP Ecky.

Barang bukti yang turut diamankan meliputi catatan utang dan pemasukan jasa prostitusi serta nota transaksi jasa LC.

Atas perbuatannya, IM dijerat pasal berlapis terkait TPPO, dengan ancaman hukuman penjara minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun, serta denda mulai Rp120 juta hingga Rp600 juta.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

DPRD Kukar Kejar Pembahasan Perubahan APBD 2026, Ditargetkan Tuntas 30 September

29 September 2026 - 20:00 WITA

l34

KML Golongan Siaga Digelar, Dispora Kukar Dorong Penguatan Kompetensi Pembina Pramuka

29 September 2026 - 19:00 WITA

l33

DLHK Kukar Dorong TPS 3R, Sampah Diolah Jadi Kompos hingga Produk Bernilai Ekonomi

29 September 2026 - 18:00 WITA

l32

Raperda Perubahan APBD Kukar 2026 Masuki Tahap Akhir Pembahasan

29 September 2026 - 17:00 WITA

l31

Pemkot Balikpapan Efisiensi Hampir Rp100 Miliar, Tukin hingga Perjalanan Dinas Dipangkas

29 September 2026 - 16:00 WITA

l30

Bacitra Akan Perluas Rute ke Balikpapan Timur dan Utara, Tunggu Handover 2027

29 September 2026 - 15:00 WITA

l29
Trending di BERITA DAERAH