Menu

Mode Gelap
RDP DPRD Kukar Bahas Nasib Ribuan Warga Tahura, Camat Samboja Barat Minta Kejelasan Penertiban DPRD Kukar Tegaskan Tak Ada Penggusuran Warga Lama di Kawasan Hutan Bukit Soeharto Kepergok Mencuri di Wisata Air Terjun Perjiwa, Pelaku Ditangkap Saat Tertidur di Depan Rumah Polemik Gereja Mangkungpalas, Wawali Samarinda Akui Belum Terima Laporan Lengkap Perizinan Komisi II DPRD Samarinda Sorot Keuangan Daerah, Dari Dana Mengendap Hingga Aset Belum Optimal

BERITA DAERAH · 22 Jul 2025 15:15 WITA ·

Polres Kukar Ungkap Kasus TPPO di Muara Jawa, Satu Pelaku Diamankan


 Polres Kukar Ungkap Kasus TPPO di Muara Jawa, Satu Pelaku Diamankan Perbesar

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kutai Kartanegara berhasil mengungkap kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang melibatkan eksploitasi anak di bawah umur di Kecamatan Muara Jawa.

Kapolres Kukar AKBP Dody Surya Putra melalui Kasat Reskrim AKP Ecky Widi Prawita menyampaikan, pengungkapan berawal dari Operasi Yustisi yang digelar pada Kamis malam (17/7/2025) sekitar pukul 23.30 WITA. Operasi tersebut menyasar praktik prostitusi di sejumlah kawasan yang menjadi lintasan menuju Ibu Kota Nusantara (IKN), termasuk wilayah Muara Jawa.

“Dalam operasi itu, kami menemukan dua anak di bawah umur yang dipekerjakan sebagai Ladies Companion (LC) sekaligus Pekerja Seks Komersial (PSK) di sebuah wisma di kompleks lokalisasi Galendrong,” ungkap AKP Ecky, Senin (21/7/2025).

Diketahui, pemilik wisma berinisial IM tidak berada di tempat saat razia. Namun, pada Jumat malam (18/7/2025), Tim Alligator Satreskrim bersama Unit PPA Polres Kukar berhasil menangkap IM di sekitar kawasan wisma miliknya di Muara Jawa.

Dalam pemeriksaan, IM diduga kuat memperkerjakan anak di bawah umur yang berasal dari Kendari, Sulawesi Tenggara, dengan cara membiayai perjalanan mereka ke Kalimantan Timur. Setelah sampai, korban dijadikan PSK dan LC untuk melayani tamu, baik dalam hubungan seksual maupun menemani karaoke dan mengonsumsi miras.

“Keuntungan dari setiap tamu disetorkan kepada pemilik wisma, berkisar antara Rp50.000 hingga Rp150.000 per tamu, belum termasuk biaya lain seperti utang, listrik, dan dapur,” jelas AKP Ecky.

Barang bukti yang turut diamankan meliputi catatan utang dan pemasukan jasa prostitusi serta nota transaksi jasa LC.

Atas perbuatannya, IM dijerat pasal berlapis terkait TPPO, dengan ancaman hukuman penjara minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun, serta denda mulai Rp120 juta hingga Rp600 juta.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

RDP DPRD Kukar Bahas Nasib Ribuan Warga Tahura, Camat Samboja Barat Minta Kejelasan Penertiban

27 April 2026 - 20:00 WITA

rdpkukar3

DPRD Kukar Tegaskan Tak Ada Penggusuran Warga Lama di Kawasan Hutan Bukit Soeharto

27 April 2026 - 19:30 WITA

rdpkukar1

Kepergok Mencuri di Wisata Air Terjun Perjiwa, Pelaku Ditangkap Saat Tertidur di Depan Rumah

27 April 2026 - 19:00 WITA

kriminal1

Polemik Gereja Mangkungpalas, Wawali Samarinda Akui Belum Terima Laporan Lengkap Perizinan

27 April 2026 - 18:00 WITA

wawali1

Komisi II DPRD Samarinda Sorot Keuangan Daerah, Dari Dana Mengendap Hingga Aset Belum Optimal

27 April 2026 - 17:00 WITA

dprdkota04

Tinjau Proyek TPA, Pansus LKPJ DPRD Samarinda Sorot Hasil Belum Maksimal Meski Anggaran Besar

27 April 2026 - 16:00 WITA

dprdkota03
Trending di BERITA DAERAH