Menu ✖

Mode Gelap
Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

BERITA DAERAH · 25 Nov 2025 18:45 WITA ·

Inspektorat Samarinda Tekankan Penguatan Edukasi Antikorupsi pada Momentum Hakordia 2025


 Inspektur Pembantu Khusus Inspektorat Kota Samarinda, Mukhlis, memberikan penjelasan usai rangkaian kegiatan Hakordia dan sosialisasi antikorupsi di DPRD Samarinda, Selasa (25/11/2025). (Grafis: Fathur) Perbesar

Inspektur Pembantu Khusus Inspektorat Kota Samarinda, Mukhlis, memberikan penjelasan usai rangkaian kegiatan Hakordia dan sosialisasi antikorupsi di DPRD Samarinda, Selasa (25/11/2025). (Grafis: Fathur)

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Inspektorat Kota Samarinda menegaskan pentingnya penguatan edukasi dan penyuluhan antikorupsi dalam momentum Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2025. Usai menghadiri rangkaian kegiatan Hakordia dan Sosialisasi Antikorupsi dari KPK RI di Ruang Rapat Paripurna Lantai 2 DPRD Kota Samarinda, Inspektur Pembantu Khusus, Mukhlis, menyampaikan sejumlah pesan strategis terkait upaya pencegahan korupsi, Selasa (25/11/2025).

Mukhlis mengungkapkan, Samarinda masuk dalam daftar sepuluh besar daerah yang dinilai aktif dalam mendorong upaya pemberantasan korupsi. Ia menyebut, rangkaian kegiatan Hakordia tahun ini telah dilakukan secara berkesinambungan, termasuk gelaran sosialisasi di GOR Segiri yang melibatkan masyarakat luas.

Menurut Mukhlis, edukasi publik menjadi bagian penting dari pencegahan korupsi. Materi sosialisasi, katanya, mencakup pemahaman dasar mengenai korupsi, integritas, hingga praktik suap. Hal tersebut dinilai penting untuk menumbuhkan kesadaran kolektif, baik di kalangan pemerintah maupun masyarakat.

“Bagaimana pemerintah dalam penyuluhan antikorupsi ini, agar masyarakat tahu, pemerintah juga tahu. Apa itu korupsi, apa itu integritas, apa itu suap. Itu semua menjadi bagian dari konten sosialisasi, termasuk kepada anggota dewan,” tutur Mukhlis.

Lebih jauh, ia menekankan perlunya kehati-hatian dalam pengelolaan anggaran, khususnya di tengah sistem penganggaran yang semakin ketat dan terstruktur.

“Mudah-mudahan ke depan, apalagi dengan sistem penganggaran sekarang, kita lebih hati-hati menggunakan anggaran sebaik-baiknya,” ujarnya.

Mukhlis berharap, penyuluhan dan edukasi antikorupsi dapat terus diperluas agar budaya integritas semakin kuat dan menjadi karakter utama dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kota Samarinda.

 

Pewarta : Yana
Editor  : Fathur
@2025
Artikel ini telah dibaca 91 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan

27 Oktober 2026 - 18:30 WITA

p13

Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok

27 Oktober 2026 - 18:00 WITA

p12 2

Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun

27 Oktober 2026 - 17:30 WITA

p11 2

Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda

27 Oktober 2026 - 17:00 WITA

p10

DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

27 Oktober 2026 - 16:30 WITA

p9

IWAPI Samarinda Siap Jadi Mitra Strategis DPRD, Perjuangkan Aspirasi Pengusaha Perempuan

27 Oktober 2026 - 16:00 WITA

p8
Trending di BERITA DAERAH