Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

BERITA DAERAH · 19 Des 2025 20:00 WITA ·

Komisi III DPRD Samarinda Sidak Pasar Pagi, Soroti IPAL, Proteksi Kebakaran, dan Infrastruktur Bangunan


 Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Suwarso (kanan), Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda (tengah), serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra (kiri). (Pic. Yana Ashari) Perbesar

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Suwarso (kanan), Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda (tengah), serta Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra (kiri). (Pic. Yana Ashari)

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Komisi III DPRD Kota Samarinda melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) lapangan ke proyek Pembangunan Pasar Pagi Samarinda, Jumat (19/12/2025). Sidak ini dilakukan untuk memastikan kesiapan infrastruktur bangunan, khususnya terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sistem proteksi kebakaran, serta aspek teknis lainnya sebelum pasar tersebut dioperasikan.

Sidak dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, didampingi sejumlah anggota Komisi III, yakni Arif Kurniawan, Arie Wibowo, Arbain, Moh Yusrul Hana, Fahruddin, Bachmad Sukamto, Romadhony Putra Prata, Sutrisno, Maswedi, Abdul Rohim, Jasno, Muhammad Andriansyah (Aan), dan Muhammad Syahri.

Dalam peninjauan tersebut, Komisi III turut didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda, Suwarso, bersama Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Pertamanan, Basuni, beserta jajaran. Hadir pula Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Samarinda, Hendra, bersama tim teknisnya.

Usai sidak, Deni Hakim Anwar menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPRD terhadap proyek pembangunan fasilitas publik, khususnya Pasar Pagi Samarinda.

“Hari ini kami dari Komisi III menjalankan fungsi pengawasan dengan meninjau langsung kondisi Pasar Pagi. Kami juga didampingi langsung oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Dinas Lingkungan Hidup, bahkan oleh dua kepala dinas sekaligus,” ujar Deni kepada wartawan.

Deni menjelaskan, fokus utama sidak kali ini mencakup dua aspek krusial, yakni sistem proteksi kebakaran dan pengelolaan IPAL. Dari hasil peninjauan lapangan, sistem proteksi kebakaran seperti sprinkler dan hydrant dinilai telah terpasang dan berfungsi dengan baik.

“Kami sudah melihat langsung sprinkler dan hydrant. Bahkan dilakukan uji coba hydrant dan hasilnya berjalan lancar. Artinya, secara fungsi sistem proteksi kebakaran sudah siap,” jelasnya.

Meski demikian, Komisi III memberikan sejumlah catatan penting, terutama terkait jalur evakuasi. Menurut Deni, rambu dan tanda evakuasi belum terpasang secara menyeluruh di seluruh lantai bangunan Pasar Pagi.

“Ini menjadi perhatian kami. Jalur evakuasi dan rambu-rambunya belum terpasang secara maksimal. Kami sudah menyampaikan rekomendasi kepada dinas terkait, termasuk kesiapsiagaan petugas di Pasar Pagi, seperti pembentukan MKKG,” tegasnya.

Terkait pengelolaan IPAL, Deni mengungkapkan bahwa dokumen lingkungan yang saat ini dimiliki bukan merupakan dokumen AMDAL, melainkan dokumen evaluasi tata lingkungan, mengingat bangunan Pasar Pagi telah selesai dibangun. Dokumen IPAL tersebut baru diserahkan dan masih memerlukan perbaikan.

“Dokumen IPAL ini baru masuk hari ini dan sudah dikembalikan oleh DLH kepada Dinas PUPR untuk dilakukan perbaikan. Karena Pasar Pagi belum beroperasi, kita juga belum bisa menilai kualitas hasil olahan IPAL-nya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, setelah Pasar Pagi mulai beroperasi dan memasuki masa uji coba sekitar dua bulan, akan dilakukan uji laboratorium terhadap air limbah untuk memastikan hasil pengolahan IPAL memenuhi standar yang ditetapkan dan aman bagi lingkungan.

“Kami ingin ketika Pasar Pagi dibuka, seluruh persoalan dokumen lingkungan dan IPAL sudah clean and clear, sehingga tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” katanya.

Selain IPAL, Komisi III juga menyoroti kondisi rooftop bangunan yang dilengkapi taman. Deni mengingatkan agar sistem penyiraman taman dirancang dengan baik sehingga tidak menimbulkan rembesan air ke bawah yang berpotensi membahayakan struktur bangunan.

Tak hanya itu, persoalan sirkulasi udara di dalam pasar juga menjadi perhatian. Deni menyebutkan bahwa sirkulasi udara di sisi selatan bangunan dinilai cukup baik, namun di bagian tengah pasar masih terasa lebih panas.

“Pasar ini belum beroperasi, sehingga kita belum mengetahui kondisi sebenarnya saat aktivitas sudah penuh. Ini juga menjadi catatan agar dicarikan solusi terbaik,” ujarnya.

Deni berharap Pasar Pagi Samarinda ke depan benar-benar menjadi ikon Kota Samarinda sekaligus contoh bangunan publik yang memenuhi standar keselamatan, proteksi kebakaran, serta pengelolaan lingkungan yang baik.

“Kita ingin Pasar Pagi menjadi contoh bangunan publik yang tertib proteksi kebakarannya dan pengelolaan IPAL-nya berjalan baik, sehingga tidak ada masalah ke depan,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 47 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan

11 September 2026 - 22:00 WITA

i70

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir

11 September 2026 - 21:00 WITA

i69

Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS

11 September 2026 - 20:00 WITA

i68

Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan

11 September 2026 - 19:00 WITA

i67

44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

11 September 2026 - 18:00 WITA

i66

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Pembayaran PT WATS, Tim Investigasi Segera Dibentuk

11 September 2026 - 17:00 WITA

i65
Trending di BERITA DAERAH