KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Pembangunan kolam retensi di kawasan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Timur, mulai memberikan dampak positif terhadap penanganan banjir di wilayah tersebut. Meski banjir masih terjadi beberapa kali sepanjang tahun 2025, durasi genangan air disebut jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Lurah Sempaja Timur, Yuliani, saat mendampingi inspeksi mendadak yang dilakukan Komisi III DPRD Kota Samarinda di kawasan pengendalian banjir Bengkuring, Rabu (4/3/2026).
Menurut Yuliani, sepanjang tahun lalu wilayah Bengkuring tercatat mengalami banjir sekitar lima kali. Namun, keberadaan kolam retensi mulai membantu mempercepat proses surutnya air di kawasan permukiman warga.
“Memang pada 2025 hampir lima kali terjadi banjir, tetapi durasi genangannya jauh lebih singkat dibandingkan sebelumnya. Ini salah satu dampak dari pembangunan kolam retensi di Bengkuring,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sebelum proyek kolam retensi dibangun, genangan air di kawasan tersebut bisa bertahan hingga berhari-hari. Salah satu titik yang paling terdampak berada di sekitar pintu air Terong yang kerap menjadi lokasi pertama masuknya air sekaligus titik terakhir yang surut.
“Kalau dulu bukan lagi hitungan jam, tapi bisa berhari-hari air menggenang. Di sekitar pintu air Terong biasanya air pertama masuk dan terakhir keluar,” jelasnya.
Yuliani menambahkan, banjir di Bengkuring tidak hanya disebabkan oleh curah hujan tinggi, tetapi juga dipicu oleh aliran air dari wilayah utara serta limpasan dari anak Sungai Karang Mumus saat terjadi pasang.
Karena itu, selain kolam retensi, pembangunan tanggul dan penyediaan pompa air dinilai sangat penting untuk memaksimalkan sistem pengendalian banjir di kawasan tersebut. Saat ini pintu air telah dibangun, namun belum dapat difungsikan secara optimal karena pompa air masih belum tersedia.
“Dengan adanya tanggul diharapkan arus air dari sungai bisa terbendung agar tidak masuk ke pemukiman. Sementara pompa berfungsi untuk mengalirkan air ke kolam retensi. Mudah-mudahan ini segera terealisasi,” tegasnya.
Terkait kondisi kolam retensi yang disebut mengalami pendangkalan, Yuliani mengaku belum dapat memastikan hal tersebut karena pekerjaan masih berada di bawah kewenangan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Samarinda. Pihak kelurahan, kata dia, lebih menyoroti dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia berharap pembangunan kolam retensi, tanggul, serta fasilitas pendukung lainnya dapat segera diselesaikan secara menyeluruh, sehingga banjir yang selama ini menjadi persoalan tahunan di Bengkuring dapat berangsur teratasi.
Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















