KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Wakil Wali Kota Balikpapan, Dr. Ir. H. Bagus Susetyo, MM, meninjau langsung progres perbaikan jalan longsor di Jalan Syafrudin Yoes, Balikpapan Selatan, Selasa (7/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan proyek penanganan permanen berjalan sesuai jadwal dan dapat diselesaikan tepat waktu.
Dalam kunjungan tersebut, Bagus didampingi Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kalimantan Timur Yudi Hardiana, Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan Rachmatullah, Asisten Perekonomian, Pembangunan, dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Balikpapan Andi M. Yusri Ramli, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Adwar Skenda Putra, serta perwakilan kontraktor pelaksana dan konsultan pengawas.
Menurut Bagus, proyek yang dikerjakan melalui kolaborasi BBPJN Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Balikpapan tersebut ditargetkan selesai pada 24 Agustus 2026. Hingga awal Juli, progres pekerjaan telah mencapai sekitar 30 persen dan masih berada sesuai jadwal pelaksanaan.
Ia menegaskan bahwa pemerintah memilih melakukan penanganan permanen, bukan sekadar perbaikan sementara melalui pengaspalan yang berpotensi kembali rusak dalam waktu singkat.
“Yang kami selesaikan bukan gejalanya, tetapi sumber penyebab longsornya,” kata Bagus.
Hasil kajian teknis menunjukkan adanya lapisan tanah lunak di bawah badan jalan yang menjadi penyebab utama terjadinya penurunan konstruksi. Karena itu, penanganan difokuskan pada pembangunan fondasi yang lebih kuat agar badan jalan tidak lagi mengalami penurunan (settlement).
Saat ini, pekerjaan telah memasuki tahap pembangunan foot plate setelah pemasangan tiang fondasi selesai. Tahapan berikutnya adalah pembangunan struktur bagian atas hingga proses penimbunan dan pengaspalan.
“Kalau fondasinya selesai, konstruksi jalan akan lebih stabil dan penanganannya benar-benar permanen,” ujarnya.
Bagus mengungkapkan proyek tersebut dimulai pada 13 Mei 2026 dan sejauh ini tidak mengalami keterlambatan. Namun, ia mengingatkan seluruh pihak agar mewaspadai faktor cuaca yang masih menjadi tantangan utama selama proses konstruksi berlangsung.
“Mudah-mudahan cuaca mendukung sehingga pekerjaan selesai tepat waktu,” katanya.
Untuk menjaga target penyelesaian, Wakil Wali Kota meminta kontraktor menambah jumlah tenaga kerja serta menyiapkan terpal guna melindungi material timbunan saat hujan. Ia juga mengingatkan agar proses pemadatan tanah dilakukan secara hati-hati supaya tidak mengganggu struktur yang telah dibangun.
Selain aspek teknis, Bagus meminta pelaksana proyek menjaga komunikasi dengan masyarakat, khususnya pemilik lahan di sekitar lokasi pekerjaan. Menurutnya, koordinasi yang baik akan mencegah munculnya persoalan sosial selama proyek berlangsung.
“Komunikasi dengan warga harus dijaga agar pekerjaan berjalan lancar,” tegasnya.
Perbaikan jalan longsor sepanjang sekitar 90 meter tersebut menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemerintah Kota Balikpapan sebesar Rp9,6 miliar, sedangkan desain teknis disusun oleh BBPJN Kalimantan Timur di bawah Kementerian Pekerjaan Umum.
Bagus menjelaskan penggunaan dana BTT dipilih karena kondisi jalan memerlukan penanganan segera. Apabila menunggu mekanisme anggaran reguler, pekerjaan baru dapat dilaksanakan pada tahun 2027.
Ia menilai sinergi antara pemerintah pusat melalui BBPJN Kalimantan Timur dan Pemerintah Kota Balikpapan menjadi faktor penting dalam mempercepat penanganan jalan longsor tersebut. Dengan koordinasi yang terus dilakukan, pemerintah optimistis proyek dapat diselesaikan sesuai target sehingga masyarakat kembali dapat menggunakan ruas Jalan Syafrudin Yoes dengan aman, nyaman, dan tanpa khawatir terhadap risiko longsor di kemudian hari.
Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















