Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

BERITA DAERAH · 16 Jul 2026 18:00 WITA ·

Disnaker Balikpapan Evaluasi Rekrutmen Disabilitas Pasca Job Market Fair 2026


 Para pencari kerja mengunjungi salah satu stan perusahaan yang membuka lowongan pada Job Market Fair 2026 di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Balikpapan, 14–15 Juli 2026. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Para pencari kerja mengunjungi salah satu stan perusahaan yang membuka lowongan pada Job Market Fair 2026 di Balikpapan Sport and Convention Center (BSCC) Dome, Balikpapan, 14–15 Juli 2026. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) akan mengevaluasi penyerapan tenaga kerja penyandang disabilitas oleh perusahaan peserta Job Market Fair 2026. Evaluasi dilakukan sekitar dua bulan setelah bursa kerja berakhir sebagai upaya memastikan perusahaan memenuhi kewajiban memberikan kesempatan kerja yang setara.

Kepala Disnaker Kota Balikpapan, Adamin Siregar, mengatakan evaluasi akan mengukur jumlah tenaga kerja yang berhasil direkrut, termasuk penyandang disabilitas.

“Nanti kami lihat laporannya, termasuk berapa tenaga kerja disabilitas yang diterima,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).

Menurut Adamin, setiap perusahaan memiliki kewajiban membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas sesuai ketentuan yang berlaku. Hasil evaluasi nantinya menjadi tolok ukur efektivitas Job Market Fair sekaligus tingkat kepatuhan perusahaan terhadap aturan tersebut.

Disnaker juga terus mendorong program pelatihan dan magang sebagai bekal bagi penyandang disabilitas sebelum memasuki dunia kerja.

“Magang menjadi bekal agar mereka mengenal dunia kerja,” katanya.

Namun, ia mengakui program magang masih menghadapi tantangan karena sebagian peserta belum mampu bertahan hingga diangkat sebagai karyawan tetap. Kondisi itu akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan jenis pekerjaan yang paling sesuai dengan kemampuan penyandang disabilitas.

Ke depan, Disnaker berharap semakin banyak perusahaan tidak hanya membuka program magang, tetapi juga menyediakan kesempatan kerja yang berkelanjutan bagi penyandang disabilitas sesuai kompetensi mereka.

 

Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan

11 September 2026 - 22:00 WITA

i70

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir

11 September 2026 - 21:00 WITA

i69

Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS

11 September 2026 - 20:00 WITA

i68

Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan

11 September 2026 - 19:00 WITA

i67

44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

11 September 2026 - 18:00 WITA

i66

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Pembayaran PT WATS, Tim Investigasi Segera Dibentuk

11 September 2026 - 17:00 WITA

i65
Trending di BERITA DAERAH