Menu

Mode Gelap
Petala Borneo Guncang IDEF 2026, Ajak Penonton Dunia Datang ke Erau Kukar PWI Kukar Bekali Wartawan dengan Kode Etik dan Public Speaking, Dorong Jurnalisme Berkualitas Hidup di IKN Kian Nyaman, Perjalanan 10 Menit Buka Lebih Banyak Waktu Berkualitas Firma Hukum Elviandri Resmi Hadir di Samarinda, Bidik Peluang Besar Seiring Perkembangan IKN 66 Pelajar Sekitar IKN Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris, Siap Masuk Sekolah Bilingual

BERITA DAERAH · 23 Jul 2026 14:00 WITA ·

Kasus Kekerasan Anak di Balikpapan Meningkat, Pemkot Perkuat Komitmen Kota Layak Anak


 Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menegaskan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menegaskan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 dengan menggelar Rapat Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) dan advokasi perlindungan anak di Aula Balai Kota, Kamis (23/7/2026). Kegiatan bertema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045” ini menjadi momentum memperkuat sinergi dalam memenuhi hak dan perlindungan anak.

Rapat dihadiri Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Sekretaris Daerah, jajaran OPD, Forum Anak, PKK, akademisi, psikolog, serta berbagai pemangku kepentingan.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menegaskan, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

“Kota Layak Anak adalah komitmen nyata untuk memenuhi hak dan melindungi anak,” ujarnya.

Menurut Bagus, Balikpapan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kekerasan terhadap anak, perundungan, perkawinan usia dini, eksploitasi, hingga penyalahgunaan teknologi digital. Karena itu, pemerintah terus memperkuat pencegahan melalui edukasi, pendampingan, penguatan ketahanan keluarga, serta pengembangan program Kota Layak Anak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Nursyamsiarni D. Larose, mengungkapkan kasus kekerasan terhadap anak masih menunjukkan tren peningkatan. Hingga Juli 2026, tercatat 132 kasus, naik dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 122 kasus.

“Kasus kekerasan terhadap anak masih mengalami peningkatan dan menjadi perhatian serius,” katanya.

Selain itu, DP3AKB juga menemukan sejumlah anak yang terpapar paham terorisme melalui media sosial akibat mengakses konten digital yang tidak sesuai. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk memperkuat edukasi literasi digital serta pengawasan terhadap anak.

Melalui rapat yang digelar secara hybrid ini, Pemkot Balikpapan berharap kolaborasi pemerintah, keluarga, sekolah, dunia usaha, dan masyarakat semakin kuat sehingga hak anak terpenuhi, angka kekerasan dapat ditekan, dan predikat Kota Layak Anak tetap dapat dipertahankan.

 

Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 8 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

PWI Kukar Bekali Wartawan dengan Kode Etik dan Public Speaking, Dorong Jurnalisme Berkualitas

25 Juli 2026 - 16:00 WITA

d54

Firma Hukum Elviandri Resmi Hadir di Samarinda, Bidik Peluang Besar Seiring Perkembangan IKN

25 Juli 2026 - 14:00 WITA

d50

Pemkot Balikpapan Perluas Program Bedah Rumah, Kuota RTLH Naik Jadi 250 Unit

24 Juli 2026 - 19:00 WITA

c56

Dinkes Balikpapan Perkuat Layanan Ramah Remaja, Hadirkan Konseling di Puskesmas dan Sekolah

24 Juli 2026 - 18:00 WITA

c55

Pemkot Balikpapan Dukung Perpres Pertahanan, Perkuat Pendidikan Karakter dan Nilai Keagamaan

24 Juli 2026 - 17:00 WITA

c54

Disdag Balikpapan Cari Terobosan Hidupkan Kembali Pasar Karang Joang

24 Juli 2026 - 16:00 WITA

c53
Trending di BERITA DAERAH