Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

BERITA DAERAH · 23 Jul 2026 14:00 WITA ·

Kasus Kekerasan Anak di Balikpapan Meningkat, Pemkot Perkuat Komitmen Kota Layak Anak


 Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menegaskan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menegaskan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 dengan menggelar Rapat Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) dan advokasi perlindungan anak di Aula Balai Kota, Kamis (23/7/2026). Kegiatan bertema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045” ini menjadi momentum memperkuat sinergi dalam memenuhi hak dan perlindungan anak.

Rapat dihadiri Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Sekretaris Daerah, jajaran OPD, Forum Anak, PKK, akademisi, psikolog, serta berbagai pemangku kepentingan.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menegaskan, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

“Kota Layak Anak adalah komitmen nyata untuk memenuhi hak dan melindungi anak,” ujarnya.

Menurut Bagus, Balikpapan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kekerasan terhadap anak, perundungan, perkawinan usia dini, eksploitasi, hingga penyalahgunaan teknologi digital. Karena itu, pemerintah terus memperkuat pencegahan melalui edukasi, pendampingan, penguatan ketahanan keluarga, serta pengembangan program Kota Layak Anak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Nursyamsiarni D. Larose, mengungkapkan kasus kekerasan terhadap anak masih menunjukkan tren peningkatan. Hingga Juli 2026, tercatat 132 kasus, naik dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 122 kasus.

“Kasus kekerasan terhadap anak masih mengalami peningkatan dan menjadi perhatian serius,” katanya.

Selain itu, DP3AKB juga menemukan sejumlah anak yang terpapar paham terorisme melalui media sosial akibat mengakses konten digital yang tidak sesuai. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk memperkuat edukasi literasi digital serta pengawasan terhadap anak.

Melalui rapat yang digelar secara hybrid ini, Pemkot Balikpapan berharap kolaborasi pemerintah, keluarga, sekolah, dunia usaha, dan masyarakat semakin kuat sehingga hak anak terpenuhi, angka kekerasan dapat ditekan, dan predikat Kota Layak Anak tetap dapat dipertahankan.

 

Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 15 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan

11 September 2026 - 22:00 WITA

i70

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir

11 September 2026 - 21:00 WITA

i69

Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS

11 September 2026 - 20:00 WITA

i68

Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan

11 September 2026 - 19:00 WITA

i67

44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

11 September 2026 - 18:00 WITA

i66

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Pembayaran PT WATS, Tim Investigasi Segera Dibentuk

11 September 2026 - 17:00 WITA

i65
Trending di BERITA DAERAH