Menu ✖

Mode Gelap
Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

BERITA DAERAH · 23 Jul 2026 14:00 WITA ·

Kasus Kekerasan Anak di Balikpapan Meningkat, Pemkot Perkuat Komitmen Kota Layak Anak


 Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menegaskan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menegaskan perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tahun 2026 dengan menggelar Rapat Gugus Tugas Kota Layak Anak (KLA) dan advokasi perlindungan anak di Aula Balai Kota, Kamis (23/7/2026). Kegiatan bertema “Anak Hebat, Indonesia Kuat Menuju Indonesia Emas 2045” ini menjadi momentum memperkuat sinergi dalam memenuhi hak dan perlindungan anak.

Rapat dihadiri Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, Sekretaris Daerah, jajaran OPD, Forum Anak, PKK, akademisi, psikolog, serta berbagai pemangku kepentingan.

Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menegaskan, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.

“Kota Layak Anak adalah komitmen nyata untuk memenuhi hak dan melindungi anak,” ujarnya.

Menurut Bagus, Balikpapan masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kekerasan terhadap anak, perundungan, perkawinan usia dini, eksploitasi, hingga penyalahgunaan teknologi digital. Karena itu, pemerintah terus memperkuat pencegahan melalui edukasi, pendampingan, penguatan ketahanan keluarga, serta pengembangan program Kota Layak Anak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Balikpapan, Nursyamsiarni D. Larose, mengungkapkan kasus kekerasan terhadap anak masih menunjukkan tren peningkatan. Hingga Juli 2026, tercatat 132 kasus, naik dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 122 kasus.

“Kasus kekerasan terhadap anak masih mengalami peningkatan dan menjadi perhatian serius,” katanya.

Selain itu, DP3AKB juga menemukan sejumlah anak yang terpapar paham terorisme melalui media sosial akibat mengakses konten digital yang tidak sesuai. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah untuk memperkuat edukasi literasi digital serta pengawasan terhadap anak.

Melalui rapat yang digelar secara hybrid ini, Pemkot Balikpapan berharap kolaborasi pemerintah, keluarga, sekolah, dunia usaha, dan masyarakat semakin kuat sehingga hak anak terpenuhi, angka kekerasan dapat ditekan, dan predikat Kota Layak Anak tetap dapat dipertahankan.

 

Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan

27 Oktober 2026 - 18:30 WITA

p13

Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok

27 Oktober 2026 - 18:00 WITA

p12 2

Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun

27 Oktober 2026 - 17:30 WITA

p11 2

Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda

27 Oktober 2026 - 17:00 WITA

p10

DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

27 Oktober 2026 - 16:30 WITA

p9

IWAPI Samarinda Siap Jadi Mitra Strategis DPRD, Perjuangkan Aspirasi Pengusaha Perempuan

27 Oktober 2026 - 16:00 WITA

p8
Trending di BERITA DAERAH