Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

BERITA DAERAH · 24 Jul 2026 19:00 WITA ·

Pemkot Balikpapan Perluas Program Bedah Rumah, Kuota RTLH Naik Jadi 250 Unit


 Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Balikpapan, Rafiuddin, mengatakan peningkatan kuota tersebut merupakan arahan Wali Kota Balikpapan agar lebih banyak masyarakat memperoleh hunian yang layak. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Balikpapan, Rafiuddin, mengatakan peningkatan kuota tersebut merupakan arahan Wali Kota Balikpapan agar lebih banyak masyarakat memperoleh hunian yang layak. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memperluas sasaran program peningkatan kualitas Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Mulai 2027, bantuan bedah rumah tidak lagi difokuskan pada kawasan kumuh, tetapi dapat diusulkan untuk seluruh rumah yang memenuhi kriteria RTLH di berbagai wilayah kota.

Kebijakan ini diambil sebagai upaya mempercepat penanganan sekitar 5.000 RTLH yang masih tersebar di Balikpapan. Sejalan dengan itu, Pemkot juga menambah kuota penerima bantuan dari 100 unit pada 2026 menjadi 250 unit pada APBD 2027.

Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kota Balikpapan, Rafiuddin, mengatakan peningkatan kuota tersebut merupakan arahan Wali Kota Balikpapan agar lebih banyak masyarakat memperoleh hunian yang layak.

“Kuota bantuan akan meningkat menjadi 250 unit dengan anggaran sekitar Rp7,5 miliar pada APBD 2027,” kata Rafiuddin, Jumat (24/7/2026).

Menurutnya, perluasan sasaran dilakukan agar warga di luar kawasan kumuh yang memiliki rumah tidak layak huni juga dapat mengakses program tersebut.

“Selama memenuhi kriteria RTLH, rumah itu bisa diusulkan sebagai penerima bantuan,” ujarnya.

Rafiuddin menjelaskan, program bedah rumah tahun ini telah memasuki tahap pelaksanaan. Setiap penerima memperoleh bantuan Rp30 juta, terdiri atas Rp20 juta untuk material bangunan dan Rp10 juta untuk biaya tenaga kerja.

Disperkim juga mengajak ketua RT dan lurah aktif mendata serta mengusulkan warga yang memenuhi syarat agar bantuan dapat disalurkan secara tepat sasaran.

Meski demikian, Rafiuddin mengakui penanganan ribuan RTLH tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat karena keterbatasan anggaran daerah. Karena itu, Pemkot Balikpapan terus memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan pemerintah pusat melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

“Kami optimistis melalui sinergi semua pihak, jumlah rumah layak huni di Balikpapan akan terus bertambah setiap tahun,” pungkasnya.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan

11 September 2026 - 22:00 WITA

i70

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir

11 September 2026 - 21:00 WITA

i69

Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS

11 September 2026 - 20:00 WITA

i68

Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan

11 September 2026 - 19:00 WITA

i67

44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

11 September 2026 - 18:00 WITA

i66

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Pembayaran PT WATS, Tim Investigasi Segera Dibentuk

11 September 2026 - 17:00 WITA

i65
Trending di BERITA DAERAH