KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Balikpapan menyiapkan sejumlah program baru untuk memperkuat sektor kerajinan lokal. Melalui Rapat Kerja (Raker) Pengurus Dekranasda Periode 2026–2030 yang digelar di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Balikpapan, Senin (27/7/2026), organisasi ini menargetkan pembinaan perajin menjadi lebih inovatif, modern, dan berdaya saing.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP) Kota Balikpapan, Heruresandy Setia Kesuma, mengatakan Raker menjadi momentum menyusun strategi baru agar program pembinaan tidak lagi berjalan dengan pola yang sama setiap tahun.
“Kami ingin melakukan transformasi. Program kerajinan di Balikpapan tidak boleh lagi monoton. Harus ada inovasi agar para perajin semakin berkembang,” ujarnya.
Salah satu program yang diprioritaskan adalah transformasi digital untuk membantu pelaku usaha memperluas pemasaran dan mengikuti perkembangan teknologi. Selain itu, Dekranasda akan mendorong lahirnya produk kerajinan berbasis kearifan lokal yang dikemas lebih modern sehingga mampu menjadi identitas khas Kota Balikpapan.
“Kami ingin karya yang berakar dari tradisi tampil lebih modern dan menjadi ikon Balikpapan,” katanya.
Heruresandy menjelaskan, pembinaan ke depan tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga mencakup seluruh rantai usaha, mulai dari penyediaan bahan baku, proses produksi, pemasaran, hingga pembiayaan. Pendekatan tersebut merupakan arahan dari Dekranas Pusat agar pembinaan pelaku usaha lebih efektif dan berkelanjutan.
Untuk memperluas akses pasar, Dekranasda juga memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra, seperti Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), serta Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf). Sinergi ini diharapkan mampu memperkuat pendampingan usaha sekaligus menghindari tumpang tindih program.
Selain itu, Dekranas Pusat mendorong pola pembinaan berbasis kewilayahan. Dengan konsep tersebut, setiap kabupaten dan kota di Kalimantan Timur akan mendapat pendampingan secara bergiliran melalui paket pembinaan yang lebih terpadu.
“Harapannya seluruh daerah memperoleh pembinaan yang utuh sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan para perajin,” tutup Heruresandy.
Pewarta : M Hilmansyah Editor : Fairuzzabady @2026

















