Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

BERITA DAERAH · 7 Sep 2026 14:00 WITA ·

El Nino Turunkan Produksi Dua IPA PTMB, Distribusi Air Balikpapan Terbatas


 Direktur Operasional PTMB, Ali Rachman, mengatakan produksi IPA Tritip turun dari kapasitas normal sekitar 200 liter per detik menjadi hanya 100–110 liter per detik akibat berkurangnya pasokan air baku. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Direktur Operasional PTMB, Ali Rachman, mengatakan produksi IPA Tritip turun dari kapasitas normal sekitar 200 liter per detik menjadi hanya 100–110 liter per detik akibat berkurangnya pasokan air baku. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Penurunan volume air di sejumlah waduk mulai berdampak terhadap pasokan air baku untuk pelayanan air bersih di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Kondisi yang dipengaruhi fenomena El Nino tersebut menyebabkan kapasitas produksi dua Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mengalami penurunan.

Dua instalasi yang terdampak berada di kawasan Tritip dan KM 12. Berkurangnya ketersediaan air baku membuat kedua IPA tersebut tidak dapat beroperasi dengan kapasitas normal, sehingga turut memengaruhi durasi distribusi air kepada pelanggan di wilayah pelayanan masing-masing.

Direktur Operasional PTMB, Ali Rachman, mengatakan penurunan produksi paling terlihat pada IPA Tritip. Dalam kondisi normal, instalasi tersebut mampu memproduksi sekitar 200 liter air per detik, sedangkan saat ini produksinya hanya berkisar 100 hingga 110 liter per detik.

“Produksi IPA Tritip sekarang sekitar 100 sampai 110 liter per detik,” kata Ali, Senin (7/9/2026).

Penurunan kapasitas juga terjadi pada IPA KM 12. Instalasi tersebut bahkan tidak dapat dioperasikan secara penuh sepanjang hari karena keterbatasan pasokan air baku.

Menurut Ali, IPA KM 12 yang dalam kondisi normal mampu menghasilkan sekitar 80 hingga 100 liter air per detik, saat ini hanya dapat dioperasikan pada waktu-waktu tertentu.

“IPA KM 12 hanya bisa beroperasi beberapa jam dalam sehari,” ujarnya.

Durasi Distribusi Air Berkurang

Gangguan kapasitas produksi pada kedua IPA tersebut berdampak langsung terhadap pola pelayanan air bersih kepada pelanggan. PTMB masih menyalurkan air ke wilayah pelayanan, namun durasi aliran tidak dapat diberikan selama 24 jam seperti kondisi normal.

Pelanggan di wilayah yang dilayani IPA Tritip dan KM 12 berpotensi hanya memperoleh aliran air kurang dari 12 jam dalam sehari. Kondisi tersebut menyesuaikan dengan ketersediaan air baku dan kemampuan produksi masing-masing instalasi.

“Pelayanan tetap berjalan, tetapi mungkin di bawah 12 jam,” jelas Ali.

PTMB memastikan masyarakat tetap mendapatkan pasokan air meskipun pelayanan belum dapat berlangsung secara optimal. Pengaturan distribusi dilakukan agar air yang tersedia dapat dibagi ke wilayah pelanggan sesuai dengan kondisi produksi.

Ali mengatakan pihaknya terus berupaya mengoptimalkan pelayanan di tengah keterbatasan air baku yang terjadi akibat penurunan volume waduk.

“Pelanggan tetap mendapatkan air, hanya belum optimal seperti biasanya,” katanya.

PTMB juga mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk menggunakan air secara bijak dan menyiapkan tempat penampungan sebagai cadangan ketika aliran air tersedia. Langkah tersebut diperlukan untuk mengantisipasi berkurangnya jam pelayanan selama kondisi pasokan air baku belum kembali normal.

IPA Lain Masih Beroperasi Normal

Di sisi lain, PTMB memastikan pelayanan pada instalasi pengolahan air lainnya masih berjalan seperti biasa. Gangguan teknis yang terjadi di sejumlah titik, termasuk kebocoran jaringan, masih dapat ditangani sehingga tidak sampai mengganggu pelayanan secara luas.

“Untuk IPA lainnya masih berjalan normal,” pungkas Ali.

PTMB akan terus memantau kondisi ketersediaan air baku serta menyesuaikan pola produksi dan distribusi. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga pelayanan air bersih tetap berjalan sekaligus memastikan pasokan yang tersedia dapat didistribusikan secara merata kepada masyarakat Balikpapan selama kondisi air baku masih terbatas.

 

Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan

11 September 2026 - 22:00 WITA

i70

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir

11 September 2026 - 21:00 WITA

i69

Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS

11 September 2026 - 20:00 WITA

i68

Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan

11 September 2026 - 19:00 WITA

i67

44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

11 September 2026 - 18:00 WITA

i66

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Pembayaran PT WATS, Tim Investigasi Segera Dibentuk

11 September 2026 - 17:00 WITA

i65
Trending di BERITA DAERAH