Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

BERITA DAERAH · 9 Sep 2026 15:00 WITA ·

DPRD Samarinda Buka Pintu untuk Siswa, Pembelajaran Pancasila Didorong Tak Sekadar Teori


 Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, menyatakan siap mendukung rencana MGMP Pendidikan Pancasila dan membantu mengoordinasikannya dengan instansi terkait. Foto: Beby. Perbesar

Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ismail Latisi, menyatakan siap mendukung rencana MGMP Pendidikan Pancasila dan membantu mengoordinasikannya dengan instansi terkait. Foto: Beby.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Pembelajaran Pendidikan Pancasila di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) didorong agar tidak berhenti pada penyampaian teori di dalam kelas. DPRD Kota Samarinda membuka peluang kolaborasi dengan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Pendidikan Pancasila se-Kota Samarinda untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan demokrasi di tingkat daerah.

Hal tersebut mengemuka dalam audiensi, kunjungan edukatif, dialog, serta pengenalan lembaga legislatif daerah bersama pengurus dan anggota MGMP Pendidikan Pancasila tingkat SMP se-Kota Samarinda. Kegiatan berlangsung di Ruang Sidang Utama Paripurna Lantai 2 DPRD Kota Samarinda.

Pertemuan tersebut dipimpin Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie, didampingi Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Celni Pita Sari, serta anggota Komisi IV, Ismail Latisi, Anhar, dan Abdul Muis.

Dalam audiensi itu, MGMP Pendidikan Pancasila menyampaikan sejumlah aspirasi dan rencana program yang berpotensi dikolaborasikan dengan DPRD Kota Samarinda. Salah satu yang menjadi pembahasan adalah rencana pelaksanaan lomba cerdas cermat empat pilar bagi pelajar.

Anggota Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Ismail Latisi, mengatakan pihaknya menyambut baik rencana tersebut dan siap mendukung sesuai kewenangan, termasuk membantu mengkomunikasikan program dengan instansi terkait.

“MGMP ingin mengadakan lomba cerdas cermat empat pilar. Kami siap mendukung dan mengkomunikasikannya,” ujar Ismail usai kegiatan.

Menurut Ismail, agar rencana kegiatan dapat direalisasikan, MGMP perlu menyusun konsep secara matang, termasuk teknis pelaksanaan dan sasaran peserta. Selanjutnya, rencana tersebut dapat dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Kota Samarinda untuk mendapatkan dukungan dan sinkronisasi program.

“Silakan dibuat konsepnya, lalu komunikasikan dengan Dinas Pendidikan. Kami siap mendukung,” katanya.

Selain membahas rencana lomba, audiensi juga menjadi ruang bertukar pandangan mengenai metode pembelajaran Pendidikan Pancasila. Para guru berharap materi yang diberikan kepada siswa tidak hanya berorientasi pada pemahaman konsep, tetapi juga mampu memberikan pengalaman nyata mengenai penerapan nilai-nilai Pancasila dan praktik kehidupan demokrasi.

Ismail menilai DPRD Kota Samarinda dapat menjadi salah satu sarana pembelajaran langsung bagi siswa. Dengan berkunjung ke gedung DPRD, pelajar dapat mengenal fungsi, tugas, serta proses kerja lembaga legislatif daerah secara lebih konkret.

“Pembelajaran Pancasila jangan hanya konsep, tetapi juga aplikasinya,” jelasnya.

Ia menjelaskan, materi dalam sejumlah buku pelajaran umumnya lebih banyak memperkenalkan lembaga legislatif di tingkat nasional, seperti DPR RI. Padahal, bagi siswa di Samarinda, keberadaan DPRD Kota merupakan bagian dari sistem pemerintahan daerah yang lebih dekat dengan lingkungan kehidupan mereka.

“Untuk siswa SMP, DPRD kota lebih dekat dengan kehidupan mereka,” ungkapnya.

Karena itu, DPRD Kota Samarinda membuka kesempatan bagi sekolah untuk melakukan kunjungan edukatif. Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan memperoleh pengalaman langsung mengenai bagaimana lembaga legislatif daerah menjalankan fungsi dan tugasnya.

“Misalnya siswa datang ke sini agar mendapat pengalaman langsung,” katanya.

Sebaliknya, DPRD juga membuka peluang bagi anggota dewan untuk hadir di sekolah. Kehadiran anggota DPRD diharapkan dapat menjadi ruang dialog langsung dengan pelajar sekaligus memberikan pemahaman mengenai tugas dan fungsi kedewanan serta proses demokrasi di tingkat daerah.

“Kalau diundang ke sekolah untuk menyampaikan materi kedewanan, kami siap,” pungkas Ismail.

Kolaborasi antara DPRD Kota Samarinda dan MGMP Pendidikan Pancasila tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan. Tidak hanya melalui kegiatan lomba, tetapi juga melalui kunjungan edukatif dan dialog yang dapat mempertemukan siswa dengan praktik pemerintahan secara langsung.

Dengan demikian, pembelajaran Pendidikan Pancasila diharapkan semakin interaktif dan kontekstual, sehingga siswa tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila secara teoritis, tetapi juga mampu melihat penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, termasuk dalam praktik demokrasi di tingkat daerah.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan

11 September 2026 - 22:00 WITA

i70

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir

11 September 2026 - 21:00 WITA

i69

Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS

11 September 2026 - 20:00 WITA

i68

Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan

11 September 2026 - 19:00 WITA

i67

44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

11 September 2026 - 18:00 WITA

i66

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Pembayaran PT WATS, Tim Investigasi Segera Dibentuk

11 September 2026 - 17:00 WITA

i65
Trending di BERITA DAERAH