Menu ✖

Mode Gelap
Kota Bangun Darat Prioritaskan Empat Ruas Jalan Poros Sepanjang 40 Kilometer Disdikbud Kukar Usulkan Beasiswa PAUD hingga SMP pada 2027 Bupati Aulia Apresiasi TMMD Ke-130, Dorong Pemerataan Pembangunan Hingga Pelosok Kukar Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Balikpapan Terapkan PJJ Selama Tiga Hari Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Balikpapan Batasi Aktivitas Belajar di Luar Kelas

BERITA DAERAH · 13 Okt 2026 15:30 WITA ·

Kabut Asap Memburuk, Disdikbud Balikpapan Batasi Aktivitas Belajar di Luar Kelas


 Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, memimpin rapat koordinasi lintas sektor untuk membahas penyesuaian kegiatan belajar guna melindungi warga sekolah dari dampak kabut asap. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, memimpin rapat koordinasi lintas sektor untuk membahas penyesuaian kegiatan belajar guna melindungi warga sekolah dari dampak kabut asap. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap mulai berdampak pada kegiatan pembelajaran di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Untuk melindungi kesehatan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan, Pemerintah Kota Balikpapan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menyiapkan sejumlah penyesuaian kegiatan belajar sesuai perkembangan kondisi udara.

Kepala Disdikbud Kota Balikpapan, Irfan Taufik, memimpin rapat koordinasi lintas sektor pada Senin (12/10/2026). Rapat tersebut membahas kondisi kualitas udara sekaligus langkah antisipasi yang perlu diterapkan satuan pendidikan untuk mengurangi paparan polusi di lingkungan sekolah.

Pertemuan itu dihadiri Asisten Perekonomian, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), serta sejumlah instansi terkait. Koordinasi dilakukan untuk memastikan kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi lingkungan dan tetap mengutamakan keselamatan warga sekolah.

Irfan mengatakan, hasil rapat menyepakati sejumlah langkah pencegahan yang dapat diterapkan sekolah dengan mempertimbangkan tingkat pencemaran udara. Langkah tersebut meliputi penggunaan masker, larangan kegiatan di luar kelas, penghentian sementara kegiatan ekstrakurikuler di luar ruangan, serta pengurangan durasi pembelajaran apabila diperlukan.

“Sekolah diminta menerapkan penggunaan masker, membatasi aktivitas di luar kelas, menghentikan sementara ekstrakurikuler, dan menyesuaikan durasi belajar,” kata Irfan, Selasa (13/10/2026).

Selain itu, satuan pendidikan dapat menyesuaikan atau mengundur jam masuk sekolah apabila kualitas udara pada pagi hari dinilai kurang baik. Penyesuaian tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko paparan polutan, terutama bagi anak-anak yang lebih rentan terhadap dampak pencemaran udara.

Meski demikian, Irfan menegaskan kebijakan tersebut tidak berarti seluruh kegiatan pembelajaran dihentikan. Proses belajar tetap berlangsung dengan penyesuaian berdasarkan kondisi kualitas udara dan ketentuan yang berlaku.

“Pembelajaran tetap berjalan secara terbatas. Kesehatan dan keselamatan seluruh warga sekolah menjadi prioritas,” ujarnya.

Kebijakan tersebut mengacu pada surat edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), serta mempertimbangkan hasil pemantauan kualitas udara melalui sistem Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Berdasarkan data pemantauan pada Senin (12/10/2026), ISPU PM2,5 di kawasan Sepinggan tercatat sebesar 118, sedangkan di Balikpapan Baru mencapai 116. Kedua angka tersebut berada dalam kategori tidak sehat, sehingga memerlukan langkah antisipasi untuk mengurangi risiko terhadap kesehatan masyarakat.

Data pemantauan Air Quality Monitoring System (AQMS) milik DLH Balikpapan juga menunjukkan kondisi yang perlu diwaspadai. Pada Senin pagi, Stasiun AQMS Sepinggan mencatat konsentrasi PM2,5 mencapai 108 mikrogram per meter kubik, dengan nilai ISPU sebesar 101.

Kondisi tersebut mendorong Disdikbud memperkuat langkah penyesuaian kegiatan belajar yang sebelumnya telah disiapkan secara bertahap. Pada awal Oktober, ketika kualitas udara masih berada dalam kategori sedang berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, pembelajaran tatap muka tetap berlangsung dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) belum diberlakukan.

Namun, seiring perkembangan pencemaran udara, penyesuaian kegiatan belajar kembali diperkuat. Salah satu opsi yang disiapkan adalah menggeser waktu masuk sekolah apabila kondisi udara pada pagi hari memburuk. Keputusan lebih lanjut akan mempertimbangkan perkembangan data pemantauan serta hasil koordinasi dengan instansi terkait.

Irfan menegaskan, kebijakan tersebut akan dievaluasi sesuai perubahan kondisi udara. Pihaknya meminta sekolah mengikuti arahan pemerintah dan tidak memaksakan kegiatan di luar ruangan ketika tingkat pencemaran berpotensi mengganggu kesehatan.

“Kebijakan ini merupakan langkah pencegahan agar pembelajaran tetap berlangsung dengan memperhatikan kesehatan dan keselamatan warga sekolah,” tegasnya.

Memburuknya kualitas udara di Balikpapan juga terjadi di tengah meningkatnya kejadian kebakaran lahan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Balikpapan mencatat sebanyak 127 kejadian kebakaran lahan sepanjang 2026 hingga 12 Oktober, dengan total luas lahan terbakar sekitar 81 hektare. Peningkatan kejadian paling signifikan tercatat pada Agustus dan September.

Situasi tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah karena kebakaran lahan dapat menghasilkan asap yang menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan pendidikan.

Pemerintah Kota Balikpapan mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan kualitas udara melalui kanal resmi pemerintah. Orang tua juga diharapkan memperhatikan kondisi kesehatan anak dan menyesuaikan aktivitas di luar ruangan apabila pencemaran meningkat.

Melalui langkah antisipatif tersebut, Disdikbud berharap kegiatan pembelajaran tetap dapat berlangsung secara aman tanpa mengabaikan perlindungan kesehatan peserta didik, guru, dan tenaga kependidikan di tengah kondisi udara yang memburuk.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kota Bangun Darat Prioritaskan Empat Ruas Jalan Poros Sepanjang 40 Kilometer

13 Oktober 2026 - 17:30 WITA

n33

Disdikbud Kukar Usulkan Beasiswa PAUD hingga SMP pada 2027

13 Oktober 2026 - 17:00 WITA

n32

Bupati Aulia Apresiasi TMMD Ke-130, Dorong Pemerataan Pembangunan Hingga Pelosok Kukar

13 Oktober 2026 - 16:30 WITA

n31

Kualitas Udara Memburuk, Pemkot Balikpapan Terapkan PJJ Selama Tiga Hari

13 Oktober 2026 - 16:00 WITA

n30

Iswandi Dorong Penguatan Ekosistem UMKM Samarinda, Tak Cukup Hanya Pelatihan dan Bantuan

13 Oktober 2026 - 15:00 WITA

n28

Iswandi Dorong Penataan Zona Grosir dan Eceran Pasar Pagi Samarinda Segera Dituntaskan

13 Oktober 2026 - 14:30 WITA

n27
Trending di BERITA DAERAH