Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

BERITA DAERAH · 18 Mar 2025 16:15 WITA ·

Perkuat Wisata Sejarah, Disbudpar PPU Sebut Sebagai Identitas dan Daya Tarik Daerah


 Perkuat Wisata Sejarah, Disbudpar PPU Sebut Sebagai Identitas dan Daya Tarik Daerah Perbesar

KUMALANEWS.ID, PENAJAM PASER UTARA – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), tengah fokus dalam mengembangkan wisata sejarah sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya serta peningkatan daya tarik daerah.

Selain memperkenalkan nilai-nilai historis kepada generasi muda, langkah itu juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal, khususnya masyarakat di Benuo Taka.

Kepala Bidang Pariwisata dan Pemasaran Disbudpar PPU Juzlizar Rakhman mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah melakukan pemetaan dan penguatan pada sejumlah situs sejarah yang memiliki nilai penting bagi daerah.

Dimana beberapa destinasi yang menjadi perhatian antara lain, Makam Aji Raden Kusuma, Anden Oko, Anden Gedang serta Aji Natam di Makam Tepian Dalam Muara Sesulu.

Selain itu, peninggalan Meriam Jepang di Kelurahan Gunung Seteleng, dimana saat ini menjadi salah satu objek yang tengah dikembangkan.

“Kami ingin menjadikan situs-situs sejarah ini sebagai destinasi wisata yang menarik sekaligus edukatif bagi masyarakat,” ujar Juzlizar Rakhman, Selasa (18/03/2025).

“Dengan pengelolaan yang lebih baik, tentunya diharapakan wisata sejarah di PPU bisa menjadi daya tarik unggulan,” sambung Juzlizar Rakhman.

Sebagai upaya konkret, Disbudpar PPU juga mulai meningkatkan infrastruktur pendukung di sekitar destinasi wisata sejarah diantaranya perbaikan akses jalan, penyediaan fasilitas parkir, serta pengembangan sarana pendukung seperti pusat kuliner dan area informasi sejarah menjadi prioritas utama.

“Wisata sejarah bukan hanya tentang menjaga warisan masa lalu, tetapi juga bagaimana mengelolanya agar mampu memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” tegas Juzlizar Rakhman.

Tak hanya itu, Juzlizar Rakhman juga menilai bahwa dengan pengelolaan yang tepat, wisata sejarah dapat menjadi bagian penting dalam strategi pengembangan pariwisata daerah.

Selain itu, kegiatan kebudayaan seperti festival sejarah dan peringatan peristiwa bersejarah juga bisa menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan.

Kedepan, Disbudpar PPU akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa pengembangan wisata sejarah dapat berjalan optimal.

“Dengan dukungan pemerintah daerah dan masyarakat, wisata sejarah di PPU diharapkan mampu menjadi identitas kuat sekaligus motor penggerak ekonomi lokal,” pungkas Juzlizar Rakhman.(ADV/DiskominfoPPU)

Artikel ini telah dibaca 33 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan

11 September 2026 - 22:00 WITA

i70

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir

11 September 2026 - 21:00 WITA

i69

Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS

11 September 2026 - 20:00 WITA

i68

Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan

11 September 2026 - 19:00 WITA

i67

44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

11 September 2026 - 18:00 WITA

i66

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Pembayaran PT WATS, Tim Investigasi Segera Dibentuk

11 September 2026 - 17:00 WITA

i65
Trending di BERITA DAERAH