Menu

Mode Gelap
Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan” Akademisi Nilai Raperda Kebakaran Samarinda Jadi Payung Hukum Strategis dan Perkuat Sistem Penyelamatan Ketua DPRD Samarinda: Sensus Ekonomi 2026 Jadi Kompas Pembangunan dan Penguatan UMKM DPRD Pasuruan Belajar Strategi Samarinda Jaga Fiskal di Tengah Pemangkasan Dana Pusat

EKONOMI · 2 Jun 2025 13:15 WITA ·

IHSG Berpeluang Menguat di Tengah Pasar Cermati Data Inflasi Domestik


 Pekerja memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan gawai di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/YU/aa Perbesar

Pekerja memotret layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menggunakan gawai di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. ANTARA FOTO/Erlangga Bregas Prakoso/YU/aa

“IHSG berpeluang menguat terbatas pada awal pekan ini”

KUMALANEWS.ID, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin berpeluang menguat terbatas di tengah pelaku pasar mencermati data inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia periode Mei 2025.

IHSG dibuka melemah 41,33 poin atau 0,58 persen ke posisi 7.134,49. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turun 9,68 poin atau 1,19 persen ke posisi 805,08.

“IHSG berpeluang menguat terbatas pada awal pekan ini,” sebut Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Senin.

Dari dalam negeri, perdagangan pekan ini hanya akan berlangsung selama empat hari mulai Senin sampai Kamis, karena Jumat libur untuk merayakan Hari Idul Adha.

Di tengah pendeknya hari perdagangan, Indonesia mengeluarkan banyak data-data ekonomi penting, diantaranya pada hari ini, S&P Global akan merilis data Purchasing Managers’ Index (PMI) periode Mei 2025.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan dua data penting hari ini, yakni Indeks Harga Konsumen (IHK) Mei 2025 dan Neraca Perdagangan April 2025. IHK diperkirakan turun atau mengalami deflasi pada Mei 2025 secara bulanan.

Dari mancanegara, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Jumat (30/5/2025) mengumumkan bahwa berencana untuk menggandakan tarif impor baja dari 25 persen menjadi 50 persen, yang akan meningkatkan tekanan pada produsen yang bergantung pada logam industri untuk produksi. Bea masuk baru akan mulai berlaku pada tanggal 4 Juni.

Uni Eropa (UE) akhirnya mengkritik langkah Trump untuk menggandakan tarif impor baja. Eropa memperingatkan bahwa hal itu “merusak” upaya untuk mencapai “solusi yang dinegosiasikan” dalam perang dagang yang sedang berlangsung.

Dari data, S&P global akan mengumumkan data PMI manufaktur sejumlah negara seperti AS, Jepang, ASEAN, hingga China untuk periode Mei 2025. Data ini menjadi pegangan awal seberapa besar dampak perang dagang ke aktivitas manufaktur dunia.

Sementara itu, bursa saham AS di Wall Street ditutup variatif pada Jumat (30/05) akhir pekan lalu, meskipun secara bulanan indeks saham AS berada dalam performa yang baik.

Penguatan merespons pengumuman kesepakatan perdagangan antara AS dan Inggris. Investor berharap kesepakatan itu bisa membuka jalan untuk perjanjian serupa dengan negara lain yang tengah menghadapi tarif dagang dari AS.

Indeks S&P 500 turun tipis 0,01 persen menjadi 5.911,69. Nasdaq Composite melemah 0,32 persen ke 19.113,77, sementara Dow Jones Industrial Average naik 54,34 poin atau 0,13 persen menjadi 42.270,07.

Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 523,60 poin atau 0,32 persen ke 37.441,50, indeks Shanghai melemah 15,96 poin atau 0,47 persen ke 3.347,76, indeks Hang Seng melemah 545,77 poin atau 2,35 persen ke 22.745,00, dan indeks Strait Times menguat 9,26 poin atau 0,22 persen ke 3.886,33.

Sumber : Antara News – Kantor Berita Indonesia – www.antaranews.com

Artikel ini telah dibaca 11 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Di Atas Tebing Lonceng, Samarinda Terlihat Indah; di Bawahnya Tersimpan Harapan agar Seberang Tak Lagi Terpinggirkan

14 Juni 2026 - 13:00 WITA

kam9

AMSI Kecam Dugaan Teror terhadap Floresa.co, Desak Aparat Usut Tuntas dan Lindungi Kebebasan Pers

12 Juni 2026 - 12:00 WITA

amsi99

Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta, Perkuat Perlindungan dan Nilai Ekonomi Karya Jurnalistik

12 Juni 2026 - 11:00 WITA

pers99

Rita Widyasari Minta Pengembangan Perkara Dinilai Berdasarkan Fakta dan Asal-usul Aset

6 Juni 2026 - 15:30 WITA

bunda05

Rita Widyasari: Bantuan Sosial kepada Masyarakat Berasal dari Usaha yang Dimiliki Sebelum Menjabat

6 Juni 2026 - 15:00 WITA

bunda03

Rita Widyasari Minta Proses Hukum Lihat Sejarah Kepemilikan Perusahaan Secara Utuh

6 Juni 2026 - 14:30 WITA

bunda01
Trending di NASIONAL