Menu

Mode Gelap
Pengurus Baru PDKT Kaltim Dilantik, Viktor Yuan Dorong Penguatan SDM dan Wisata Budaya Dayak Viktor Yuan Dorong Penyelesaian Polemik Atribut Adat Lewat Permintaan Maaf Terbuka Libur Panjang di IKN, Pengunjung Diajak Tanam Pohon dan Tinggalkan Jejak Hijau di Kota Hutan Nusantara IKN Fun Day Hadirkan Workshop Batik Pewarna Alami, Kenalkan Budaya dan Alam Kalimantan kepada Pengunjung Otorita IKN Siaga Hadapi El Niño 2026, Teknologi dan Kolaborasi Jadi Andalan Cegah Karhutla

BERITA DAERAH · 8 Sep 2024 13:15 WITA ·

Dinkes PPU Pastikan Tak Ada Virus Monkeypox di Benuo Taka


 Dinkes PPU Pastikan Tak Ada Virus Monkeypox di Benuo Taka (foto:istimewa) Perbesar

Dinkes PPU Pastikan Tak Ada Virus Monkeypox di Benuo Taka (foto:istimewa)

KUMALANEWS.ID, PENAJAM – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Temu, memastikan tak ada penyebaran virus Monkeypox atau sering disebut Cacar Monyet di Benuo Taka.

Hal itu disampaikan Temu, berkenaan dengan maraknya penyebaran virus tersebut di sejumlah wilayah yang ada di Indonesia, saat dikonfirmasi media Kumalanews.id, pada Minggu (8/9/2024).

“Penyebaran virus ini memang sangat mengkhawatirkan, namun dari hasil pemeriksaan kami di lapangan hingga saat ini, PPU terbilang steril dari penyebaran virus tersebut,” ungkap Temu.

“Akan tetapi kami tetap waspada, mengingat PPU saat ini menjadi daerah yang kerap menjadi pintu masuk antar provinsi maupun Ibu Kota Nusantara (IKN),” sambung Temu.

Temu menegaskan bahwa, untuk penanggulangan virus Monkeypox atau cacar monyet itu, selain rutin turun ke masyarakat, Dinkes PPU juga melakukan pengecekkan dan sosialisasi.

Tak hanya itu, Dinkes PPU juga meminta adanya peran dari masyarakat untuk terus membantu pemerintah, dalam hal  mensosialisasikan akan pentingnya kebersihan lingkungan dan hidup sehat serta terkait dengan virus Monkeypox.

“Kami terus melakukan upaya pencegahan, dimana selain melakukan pengecekkan dan sosialisasi kami juga intens berkoordinasi dengan masyarakat untuk penilaian dini di lapangan, karena peran masyarakat sangat dibutuhkan,” tegas Temu.

Lebih lanjut Temu menjelaskan, ciri-ciri virus Monkeypox atau cacar monyet, dimana penyakit tersebut cenderung seperti cacar air, tapi lebih besar.

Selain itu, apa bila terkena penyakit tersebut biasanya mengalami demam akut yang mencapai lebih dari 38,5 derajat celcius, sakit kepala yang sangat hebat, nyeri otot dan punggung, serta pembengkakan kelenjar getah bening, hingga gangguan pernapasan, mual dan muntah.

“Untuk menentukan atau mendiagnosa perlu pemeriksaan langsung, dan yang mendiagnosa itu harus dokter apalagi cacar monyet  bisa menyerang semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa, tentunya peran dari masyarakat sekali lagi kami harapkan,” tutup Temu.(adv)

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Pengurus Baru PDKT Kaltim Dilantik, Viktor Yuan Dorong Penguatan SDM dan Wisata Budaya Dayak

16 Mei 2026 - 15:00 WITA

pdkt002

Viktor Yuan Dorong Penyelesaian Polemik Atribut Adat Lewat Permintaan Maaf Terbuka

16 Mei 2026 - 14:00 WITA

pdkt001

Andi Harun Dorong Festival Budaya Samarinda Diperkuat Lewat Perda

14 Mei 2026 - 11:03 WITA

andi0001

Enam Raperda Disepakati, DPRD Samarinda Dorong Percepatan Regulasi Strategis

14 Mei 2026 - 10:00 WITA

helmi0001

Enam Raperda di Luar Propemperda 2026 Disepakati, DPRD Samarinda Pastikan Pembahasan Libatkan Publik

14 Mei 2026 - 09:00 WITA

km1

DPRD Samarinda Matangkan Raperda Limbah B3, Sejumlah Pasal Dikoreksi agar Tak Tumpang Tindih Kewenangan

11 Mei 2026 - 17:00 WITA

DLHK01
Trending di BERITA DAERAH