Menu

Mode Gelap
Polsek Muara Jawa Ringkus Pengedar Sabu, 42 Paket Narkoba Disita Dua Pengedar Sabu di Sebulu Ditangkap, Polres Kukar Amankan 10 Paket Sabu dan Jutaan Rupiah Tersasar di Hutan Sepaku, Rofik Ditemukan Selamat Setelah Operasi SAR Iduladha Pertama di Masjid Negara IKN, Ribuan Paket Kurban Disalurkan Untuk Warga dan Pekerja Sangkuliman Tampilkan Pesona Ekowisata dan Budaya Lokal

BERITA DAERAH · 8 Sep 2024 13:15 WITA ·

Dinkes PPU Pastikan Tak Ada Virus Monkeypox di Benuo Taka


 Dinkes PPU Pastikan Tak Ada Virus Monkeypox di Benuo Taka (foto:istimewa) Perbesar

Dinkes PPU Pastikan Tak Ada Virus Monkeypox di Benuo Taka (foto:istimewa)

KUMALANEWS.ID, PENAJAM – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) Temu, memastikan tak ada penyebaran virus Monkeypox atau sering disebut Cacar Monyet di Benuo Taka.

Hal itu disampaikan Temu, berkenaan dengan maraknya penyebaran virus tersebut di sejumlah wilayah yang ada di Indonesia, saat dikonfirmasi media Kumalanews.id, pada Minggu (8/9/2024).

“Penyebaran virus ini memang sangat mengkhawatirkan, namun dari hasil pemeriksaan kami di lapangan hingga saat ini, PPU terbilang steril dari penyebaran virus tersebut,” ungkap Temu.

“Akan tetapi kami tetap waspada, mengingat PPU saat ini menjadi daerah yang kerap menjadi pintu masuk antar provinsi maupun Ibu Kota Nusantara (IKN),” sambung Temu.

Temu menegaskan bahwa, untuk penanggulangan virus Monkeypox atau cacar monyet itu, selain rutin turun ke masyarakat, Dinkes PPU juga melakukan pengecekkan dan sosialisasi.

Tak hanya itu, Dinkes PPU juga meminta adanya peran dari masyarakat untuk terus membantu pemerintah, dalam hal  mensosialisasikan akan pentingnya kebersihan lingkungan dan hidup sehat serta terkait dengan virus Monkeypox.

“Kami terus melakukan upaya pencegahan, dimana selain melakukan pengecekkan dan sosialisasi kami juga intens berkoordinasi dengan masyarakat untuk penilaian dini di lapangan, karena peran masyarakat sangat dibutuhkan,” tegas Temu.

Lebih lanjut Temu menjelaskan, ciri-ciri virus Monkeypox atau cacar monyet, dimana penyakit tersebut cenderung seperti cacar air, tapi lebih besar.

Selain itu, apa bila terkena penyakit tersebut biasanya mengalami demam akut yang mencapai lebih dari 38,5 derajat celcius, sakit kepala yang sangat hebat, nyeri otot dan punggung, serta pembengkakan kelenjar getah bening, hingga gangguan pernapasan, mual dan muntah.

“Untuk menentukan atau mendiagnosa perlu pemeriksaan langsung, dan yang mendiagnosa itu harus dokter apalagi cacar monyet  bisa menyerang semua kalangan, mulai dari anak-anak hingga dewasa, tentunya peran dari masyarakat sekali lagi kami harapkan,” tutup Temu.(adv)

Artikel ini telah dibaca 49 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tersasar di Hutan Sepaku, Rofik Ditemukan Selamat Setelah Operasi SAR

28 Mei 2026 - 19:00 WITA

hutan01

Sangkuliman Tampilkan Pesona Ekowisata dan Budaya Lokal

28 Mei 2026 - 09:00 WITA

703092475 122275769672165445 671834973514103866 n

Tinjau Penyembelihan Kurban di Sejumlah Titik, Bupati Kukar Dorong Semangat Berbagi dan Kepedulian Sosial

27 Mei 2026 - 16:00 WITA

pwi3

Gotong Royong Sembelih Kurban, PWI Kukar Perkuat Kebersamaan dan Sinergi

27 Mei 2026 - 15:00 WITA

pwi1

Viral Orangutan Kurus di Jalan Tambang Kaltim, Kisah Mauliyan dan Ariandi Jadi Alarm Rusaknya Habitat

26 Mei 2026 - 20:00 WITA

orangutan001

Dishub dan Satlantas Samarinda Tegas Tertibkan Truk Gandeng di Teuku Umar, Pelanggar Terancam Digembosi

26 Mei 2026 - 19:00 WITA

dishubkota03
Trending di BERITA DAERAH