Menu

Mode Gelap
Progres 70 Persen, SMPN 29 Balikpapan Ditargetkan Rampung November 2026 Pemkot Balikpapan Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah, Akses Pendidikan Diperluas Haornas 2026, KORMI Balikpapan Dorong Olahraga Jadi Gaya Hidup Masyarakat Patroli Udara Temukan Titik Api Baru di Deliniasi IKN, 275 Hotspot Terdeteksi DAD Kaltim Sampaikan Ucapan Selamat Untuk Syaharie Jaang, Doakan Kesehatan dan Kelancaran Pengabdian

BERITA DAERAH · 21 Feb 2025 11:15 WITA ·

Pemdes Jonggon Desa Kenalkan Nama Asli Wisata Batu Lepek


 Pemdes Jonggon Desa Kenalkan Nama Asli Wisata Batu Lepek Perbesar

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Desa (Pemdes) Jonggon Desa, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan berbagai upaya untuk mengenalkan nama asli salah satu objek wisata yang potensial di daerahnya.

Dikenal sebagai objek wisata Batu Lepek, Pemdes Jonggon Desa melakukan sosialisasi terhadap pengunjung dan juga para mahasiswa yang ingin menikmati keindahannya.

“Tidak hanya pengunjung, para mahasiswa sering kita bawa ke wisata ini,” ujar Sekretaris Desa (Sekdes) Jonggon Desa, Dedi Suganda, Jum’at (21/02/2025).

Lebih lanjut Dedi Suganda mengemukakan bahwa, nama asli wisata ini adalah Keham Pehuluan yang namanya mulai digantikan oleh Batu Lepek. Karena, karakteristik bebatuan yang menjadi ciri khas daerah tersebut.

Oleh karena itulah, dengan berbagai macam cara Pemdes Jonggon Desa berusaha untuk mengembalikan nama asli wisata tersebut.

Menurut Dedi Suganda, Keham Pehuluan memiliki potensi cukup besar menarik perhatian para pelancong lokal dari berbagai daerah.

Bukan tanpa alasan, dengan keindahan alam yang asri, Keham Pehuluan telah dikunjungi mahasiswa dari kota-kota besar di Indonesia.

“Dulu pernah ada mahasiswa dari luar daerah datang berkunjung ke desa Jonggon Desa untuk meneliti,” ungkap Dedi Suganda.

“Kemudian, mereka berkunjung ke Keham Pehuluan dan berenang di sana sampai lupa waktu,” sambung Dedi Suganda.

Dedi Suganda mengungkapkan bahwa, objek wisata ini memiliki potensi cukup besar. Sehingga, perlu adanya dukungan pemerintah daerah untuk membangun sarana dan prasarana pendukung lainnya.

Dimana hal tersebut, dikarenakan Keham Pehuluan masih minim infrastruktur terutama akses jalan yang membuat para pengunjung berpikir dua kali untuk berkunjung.

“Semoga kedepannya banyak pembangunan Sapras yang dapat memberikan kenyamanan bagi para pengunjung Keham Pehuluan,” tutup Dedi Suganda.(ADV/DiskominfoKukar)

Penulis : Indirwan | Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 185 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Progres 70 Persen, SMPN 29 Balikpapan Ditargetkan Rampung November 2026

10 September 2026 - 21:00 WITA

i56

Pemkot Balikpapan Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah, Akses Pendidikan Diperluas

10 September 2026 - 20:00 WITA

i55

Haornas 2026, KORMI Balikpapan Dorong Olahraga Jadi Gaya Hidup Masyarakat

10 September 2026 - 19:00 WITA

i54

DAD Kaltim Sampaikan Ucapan Selamat Untuk Syaharie Jaang, Doakan Kesehatan dan Kelancaran Pengabdian

10 September 2026 - 17:00 WITA

i57

Raperda Industri Samarinda 2025-2045 Masuk Tahap Finalisasi, Sejumlah Poin Tinggal Disempurnakan

10 September 2026 - 15:00 WITA

i50

Hari Aksara Internasional 2026, Pemkot Balikpapan Dorong Penguatan Literasi Di Era Digital

10 September 2026 - 14:00 WITA

i51
Trending di BERITA DAERAH