Menu

Mode Gelap
Polemik 49 Ribu Peserta JKN Memanas, Wali Kota Samarinda: Ini Pengalihan Beban, Bukan Redistribusi BPS Samarinda Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Data Pelaku Usaha Jadi Fokus Utama DPRD Samarinda Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Soroti Pentingnya Kepercayaan Masyarakat Bongkar Jaringan Sabu 1,5 Kg di Loa Janan, Polres Kukar Amankan Dua Tersangka dan Kejar Satu DPO Penertiban Kawasan Hutan di Kukar Dipercepat, Pemda dan Satgas PKH Perkuat Sinergi

BERITA DAERAH · 21 Feb 2025 11:15 WITA ·

Pemdes Jonggon Desa Kenalkan Nama Asli Wisata Batu Lepek


 Pemdes Jonggon Desa Kenalkan Nama Asli Wisata Batu Lepek Perbesar

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Desa (Pemdes) Jonggon Desa, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara (Kukar) melakukan berbagai upaya untuk mengenalkan nama asli salah satu objek wisata yang potensial di daerahnya.

Dikenal sebagai objek wisata Batu Lepek, Pemdes Jonggon Desa melakukan sosialisasi terhadap pengunjung dan juga para mahasiswa yang ingin menikmati keindahannya.

“Tidak hanya pengunjung, para mahasiswa sering kita bawa ke wisata ini,” ujar Sekretaris Desa (Sekdes) Jonggon Desa, Dedi Suganda, Jum’at (21/02/2025).

Lebih lanjut Dedi Suganda mengemukakan bahwa, nama asli wisata ini adalah Keham Pehuluan yang namanya mulai digantikan oleh Batu Lepek. Karena, karakteristik bebatuan yang menjadi ciri khas daerah tersebut.

Oleh karena itulah, dengan berbagai macam cara Pemdes Jonggon Desa berusaha untuk mengembalikan nama asli wisata tersebut.

Menurut Dedi Suganda, Keham Pehuluan memiliki potensi cukup besar menarik perhatian para pelancong lokal dari berbagai daerah.

Bukan tanpa alasan, dengan keindahan alam yang asri, Keham Pehuluan telah dikunjungi mahasiswa dari kota-kota besar di Indonesia.

“Dulu pernah ada mahasiswa dari luar daerah datang berkunjung ke desa Jonggon Desa untuk meneliti,” ungkap Dedi Suganda.

“Kemudian, mereka berkunjung ke Keham Pehuluan dan berenang di sana sampai lupa waktu,” sambung Dedi Suganda.

Dedi Suganda mengungkapkan bahwa, objek wisata ini memiliki potensi cukup besar. Sehingga, perlu adanya dukungan pemerintah daerah untuk membangun sarana dan prasarana pendukung lainnya.

Dimana hal tersebut, dikarenakan Keham Pehuluan masih minim infrastruktur terutama akses jalan yang membuat para pengunjung berpikir dua kali untuk berkunjung.

“Semoga kedepannya banyak pembangunan Sapras yang dapat memberikan kenyamanan bagi para pengunjung Keham Pehuluan,” tutup Dedi Suganda.(ADV/DiskominfoKukar)

Penulis : Indirwan | Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 161 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Polemik 49 Ribu Peserta JKN Memanas, Wali Kota Samarinda: Ini Pengalihan Beban, Bukan Redistribusi

15 April 2026 - 18:00 WITA

andi9999991

BPS Samarinda Siap Gelar Sensus Ekonomi 2026, Data Pelaku Usaha Jadi Fokus Utama

15 April 2026 - 17:00 WITA

smd909761

DPRD Samarinda Dukung Penuh Sensus Ekonomi 2026, Soroti Pentingnya Kepercayaan Masyarakat

15 April 2026 - 16:00 WITA

iswandi0987

Penertiban Kawasan Hutan di Kukar Dipercepat, Pemda dan Satgas PKH Perkuat Sinergi

15 April 2026 - 08:00 WITA

pkh001

Jembatan Merah Putih Presisi di Jonggon Resmi Direnovasi, Dorong Akses dan Ekonomi Warga

14 April 2026 - 14:00 WITA

polreskkar909

Redistribusi Iuran Jaminan Kesehatan Disorot, DPRD Samarinda Minta Pemprov dan Daerah Duduk Bersama

14 April 2026 - 13:00 WITA

dprd09999911
Trending di BERITA DAERAH