Menu

Mode Gelap
DPRD Samarinda Minta Jalur Afirmasi SPMB Lebih Fleksibel, Ronal: Jangan Hanya Bergantung pada Data Desil Disdikbud Samarinda Tegaskan Jalur Afirmasi SPMB 2026 Berdasarkan Data Desil Nasional, SKTM Tetap Jadi Solusi UMKM Kreatif Weekend Fair 2026 Hadir di Samarinda, Belanja Murah hingga Hiburan Seru Menanti Dari Petani hingga Legislator: Arbain Jadikan Politik Sebagai Jalan Pengabdian 23 Tahun Mengabdi, Kadisdikbud Kukar Raih Satyalancana Karya Satya: “Ini Amanah, Bukan Sekadar Penghargaan”

NASIONAL · 9 Mei 2025 11:15 WITA ·

Dukung Pencapaian Target Produksi Migas Nasional, PHM Gelar Seremoni Sail Away Topside Platform Proyek SNB AOI 1-3-5


 Dukung Pencapaian Target Produksi Migas Nasional, PHM Gelar Seremoni Sail Away Topside Platform Proyek SNB AOI 1-3-5 Perbesar

KUMALANEWS.ID, TANJUNG PINANG – Salah satu anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), yaitu PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) menggelar seremoni sail away tahap kedua Proyek SNB AOI untuk topside platform WPN7 dan WPN8 pada tanggal 6 Mei 2025 di lapangan milik PT Meindo Elang Indah di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Sail away tahap pertama topside platform WPS4 dan WPS5 ke Lapangan Sisi Nubi telah dilakukan pada tanggal 28 April 2025 lalu. Adapun sail away tahap ketiga untuk topside platform WPN5 dan WPN6 direncanakan pada tanggal 16 Mei 2025.

General Manager PHM, Setyo Sapto Edi menjelaskan komitmen perusahaan untuk terus berinvestasi dalam kegiatan pengeboran eksploitasi dan eksplorasi guna mendukung pencapaian target produksi migas nasional. “Proyek SNB AOI merupakan salah satu proyek strategis dalam mewujudkan komitmen kami untuk memelihara keberlanjutan produksi migas dari Wilayah Kerja Mahakam. Proyek ini sangat penting untuk mendukung ketahanan energi nasional dimana proyek ini meningkatkan produksi gas dan minyak (condensate) PHM dengan kapasitas desain rata-rata 30 MMSCFD per platform,” jelas Setyo.

Menurutnya, kegiatan pengeboran dalam proyek ini akan menerapkan praktik-praktik terbaik di industri migas yang direncanakan pada semester dua tahun 2025 dengan target onstream pada kwartal keempat tahun 2025. “Penerapan teknologi seperti Suction Pile Foundation, serta implementasi manajemen proyek yang baik menjadi kunci untuk menjaga keandalan operasi dalam mendukung keberlanjutan produksi dan ketahanan energi nasional,” ujar Setyo.

Pada kesempatan ini, Setyo menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas kinerja HSSE dalam Proyek SNB AOI yang telah mencapai lebih dari 7 juta Jam Kerja Selamat. “Di PHM, kami selalu mengedepankan aspek keselamatan kerja dan kelestarian lingkungan dalam setiap kegiatan operasi untuk memastikan energi yang seamat, andal, patuh, dan ramah lingkungan,” ungkap Setyo.

Menambahkan apa yang disampaikan oleh Setyo, Senior Expert Project Management Office Upstream PT Pertamina (Persero) Bambang Arief Wicaksono mengungkapkan bahwa Proyek SNB AOI merupakan salah satu proyek prioritas Subholding Upstream Pertamina yang dinakhodai oleh PT Pertamina Hulu Energi dimana keberhasilan eksekusi proyek ini akan memberikan kontribusi signifikan terhadap pencapaian kinerja investasi Pertamina secara keseluruhan.

Sementara itu, Kepala Departemen Pengelolaan Proyek Divisi Manajemen Proyek SKK Migas, Kosario M. Kautsar dalam sambutannya juga turut menyampaikan bahwa proyek SNB AOI adalah salah satu dari 15 (lima belas) proyek strategis Hulu Migas yang direncanakan onstream di kwartal keempat tahun 2025. “Proyek SNB AOI ini masih masih memiliki beberapa tahapan berikutnya. Kami berharap PHM untuk tetap fokus pada keselamatan dan penyelesaian proyek ini sesuai dengan komitmen yang tercantum dalam Work Program & Budget (WP&B) 2025,” ujar beliau.

Proyek SNB AOI merupakan proyek pengembangan lapangan lepas pantai (offshore) Sisi Nubi, 25 km lepas pantai dari Delta Mahakam di wilayah operasi PHM di Provinsi Kalimantan Timur dengan kedalaman air mencapai 60-80 meter.

Hingga saat ini, keseluruhan 6 (enam) unit jacket (kaki-kaki platform) telah berhasil dipasang di lokasi offshore Lapangan Sisi Nubi menggunakan teknologi Suction Pile Foundation, sebuah pendekatan inovatif yang memungkinkan instalasi struktur bawah laut secara lebih cepat, efisien, dan ramah lingkungan. Teknologi ini merupakan teknologi baru dan pertama kalinya dilakukan di Indonesia, berupa 6 (enam) segmen pipa bawah laut dengan total panjang 22 km yang akan menghubungkan anjungan baru dengan fasilitas eksisting di area sisi Nubi. Saat ini, penggelaran pipa bawah laut telah selesai dilakukan sesuai dengan tata waktu yang telah direncanakan sebelumnya.

PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) merupakan anak perusahaan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang menjalankan pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di Wilayah Kerja Mahakam di Kalimantan Timur. Melalui kerja sama dengan SKK Migas, PHM bersama anak perusahaan dan afiliasi PHI lainnya terus melakukan beragam inovasi dan aplikasi teknologi untuk menghasilkan energi yang selamat, efisien, andal, patuh, dan ramah lingkungan demi mewujudkan #EnergiKalimantanUntukIndonesia. Informasi lebih lanjut tentang PHI tersedia di https://phi.pertamina.com. (*)

Artikel ini telah dibaca 121 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

AMSI Kecam Dugaan Teror terhadap Floresa.co, Desak Aparat Usut Tuntas dan Lindungi Kebebasan Pers

12 Juni 2026 - 12:00 WITA

amsi99

Dewan Pers Matangkan Usulan RUU Hak Cipta, Perkuat Perlindungan dan Nilai Ekonomi Karya Jurnalistik

12 Juni 2026 - 11:00 WITA

pers99

Rita Widyasari Minta Pengembangan Perkara Dinilai Berdasarkan Fakta dan Asal-usul Aset

6 Juni 2026 - 15:30 WITA

bunda05

Rita Widyasari: Bantuan Sosial kepada Masyarakat Berasal dari Usaha yang Dimiliki Sebelum Menjabat

6 Juni 2026 - 15:00 WITA

bunda03

Rita Widyasari Minta Proses Hukum Lihat Sejarah Kepemilikan Perusahaan Secara Utuh

6 Juni 2026 - 14:30 WITA

bunda01

IKN Youth Forum Dorong Generasi Muda Lawan Hoaks dan Kawal Masa Depan Nusantara

1 Mei 2026 - 15:00 WITA

ikn1232123123
Trending di IKN NUSANTARA