KUMALANEWS.ID, KUTAI TIMUR – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur (Kutim) meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk angin kencang, selama masa pancaroba yang diperkirakan masih akan berlangsung. Imbauan ini didasarkan pada prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menunjukkan kondisi cuaca yang tidak menentu dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kutim, Muhammad Naim, menjelaskan bahwa wilayah Kutim saat ini berada dalam periode peralihan musim. Kondisi ini ditandai dengan perubahan cuaca yang sangat cepat dalam sehari, di mana pagi hari bisa cerah panas, namun siang atau sore hari bisa tiba-tiba terjadi hujan lebat yang disertai angin kencang. Ia mengimbau agar setiap warga memantau perkembangan situasi cuaca dari sumber resmi seperti BMKG.
Naim juga mengingatkan bahwa angin kencang dan hujan deras dapat memicu berbagai risiko bencana, seperti pohon tumbang, papan reklame roboh, hingga gangguan lalu lintas. Selain itu, beberapa wilayah di Kutim, termasuk Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Bengalon, hingga Muara Wahau, Muara Bengkal, dan Telen, juga memiliki potensi mengalami banjir, terutama jika curah hujan tinggi bertepatan dengan pasang air laut. BPBD meminta masyarakat untuk selalu siaga, segera melaporkan ke aparat setempat jika melihat tanda-tanda bencana atau kondisi darurat di lingkungan masing-masing, dan mengambil langkah mitigasi sederhana untuk meminimalkan risiko kerugian.
ADV Diskominfo SP Kutim

















