Menu

Mode Gelap
RDP DPRD Kukar Bahas Nasib Ribuan Warga Tahura, Camat Samboja Barat Minta Kejelasan Penertiban DPRD Kukar Tegaskan Tak Ada Penggusuran Warga Lama di Kawasan Hutan Bukit Soeharto Kepergok Mencuri di Wisata Air Terjun Perjiwa, Pelaku Ditangkap Saat Tertidur di Depan Rumah Polemik Gereja Mangkungpalas, Wawali Samarinda Akui Belum Terima Laporan Lengkap Perizinan Komisi II DPRD Samarinda Sorot Keuangan Daerah, Dari Dana Mengendap Hingga Aset Belum Optimal

BERITA DAERAH · 13 Nov 2025 16:45 WITA ·

Target Adipura: Pemkab Kutim Siapkan Pemindahan TPA Batota ke Sistem Sanitary Landfill Modern


 Target Adipura: Pemkab Kutim Siapkan Pemindahan TPA Batota ke Sistem Sanitary Landfill Modern Perbesar

KUMALANEWS.ID, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah strategis untuk memperkuat tata kelola sampah di daerah dengan merencanakan pemindahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Batota ke lokasi baru yang lebih representatif. Upaya ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab untuk mencapai tata kota yang bersih dan berkelanjutan, sekaligus persiapan menghadapi penilaian Adipura tahun ini.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Sekretariat Kabupaten Kutim, Noviari Noor, menyampaikan bahwa TPA Batota yang saat ini digunakan akan ditingkatkan sistemnya menjadi controlled landfill secara sementara. Sementara itu, TPA yang baru akan menggunakan sistem sanitary landfill yang jauh lebih ramah lingkungan.

Peningkatan sistem pengelolaan sampah ini mendesak mengingat volume sampah di Sangatta telah mencapai sekitar 220 ton per hari, yang jika tidak ditangani dengan tepat, dapat memicu pencemaran.

“Dengan sistem baru ini, hanya sekitar 30 persen residu yang akan dibuang ke TPA. Sisanya diolah di TPST [Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu] yang nantinya juga memberi nilai ekonomis bagi masyarakat. Bahkan, TPST modern juga akan dibangun di beberapa kecamatan lain seperti Bengalon, Muara Wahau, dan Muara Bengkal,” jelas Noviari.

Noviari menegaskan bahwa pembenahan sistem ini sangat penting karena kebersihan lingkungan dan pengelolaan persampahan adalah indikator utama dalam penilaian Adipura. Ia juga menekankan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dan pihak swasta, termasuk melalui sosialisasi agar warga terbiasa memilah sampah dari rumah.

Pemkab Kutim optimistis bahwa sistem pengelolaan yang lebih modern dan terintegrasi ini akan menjadi solusi jangka panjang dalam mengelola 220 ton sampah per hari secara efisien dan berkelanjutan.

 

ADV Diskominfo SP Kutim
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

RDP DPRD Kukar Bahas Nasib Ribuan Warga Tahura, Camat Samboja Barat Minta Kejelasan Penertiban

27 April 2026 - 20:00 WITA

rdpkukar3

DPRD Kukar Tegaskan Tak Ada Penggusuran Warga Lama di Kawasan Hutan Bukit Soeharto

27 April 2026 - 19:30 WITA

rdpkukar1

Polemik Gereja Mangkungpalas, Wawali Samarinda Akui Belum Terima Laporan Lengkap Perizinan

27 April 2026 - 18:00 WITA

wawali1

Komisi II DPRD Samarinda Sorot Keuangan Daerah, Dari Dana Mengendap Hingga Aset Belum Optimal

27 April 2026 - 17:00 WITA

dprdkota04

Tinjau Proyek TPA, Pansus LKPJ DPRD Samarinda Sorot Hasil Belum Maksimal Meski Anggaran Besar

27 April 2026 - 16:00 WITA

dprdkota03

Kemarau Mulai Mengeringkan Lahan, Distanak Kukar Gerak Cepat Data Kebutuhan Petani Sayur

27 April 2026 - 15:00 WITA

mal1
Trending di BERITA DAERAH