KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) di tingkat nasional. Bunda PAUD Kukar, Andi Deezca Pravidhia Aulia Rahman Basri, resmi meraih Penghargaan Wiyata Dharma Pratama dari Kemendikdasmen RI sebagai bentuk pengakuan atas komitmen dan keberhasilannya mendorong transformasi layanan pendidikan anak usia dini di daerah.
Penghargaan bergengsi ini diberikan kepada tokoh yang dinilai mampu menciptakan ekosistem PAUD yang inklusif, terintegrasi, dan adaptif terhadap kebijakan nasional. Kukar dinilai berhasil menguatkan peran masyarakat, OPD terkait, serta lembaga pendidikan dalam menghadirkan layanan terbaik bagi anak usia dini.
Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, mengungkapkan bahwa penghargaan tersebut merupakan cerminan keseriusan pemerintah daerah dalam membangun fondasi pendidikan sejak usia dini. Ia menegaskan bahwa berbagai program yang berjalan selama ini bukan hanya seremonial, tetapi benar-benar berdampak pada peningkatan kualitas layanan.
Menurutnya, peran Bunda PAUD Kukar sangat strategis dalam mempercepat implementasi kebijakan nasional, terutama terkait wajib belajar satu tahun PAUD sebelum SD, transisi yang menyenangkan dari PAUD ke SD, dan penguatan PAUD holistik integratif. Semua kebijakan ini, kata Pujianto, mampu dijalankan Kukar secara efektif karena adanya koordinasi intensif antarinstansi.
“Penghargaan ini diberikan karena Kukar dinilai mampu menerapkan program PAUD secara terstruktur, berkelanjutan, dan melibatkan banyak pihak. Bunda PAUD menjadi motor utama penggeraknya,” ujar Pujianto, Sabtu (15/11/2025).
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan tersebut tidak lepas dari kolaborasi dengan Dinas Kesehatan, Dukcapil, kecamatan, desa, dan para pendidik PAUD. Sinergi ini menghadirkan layanan pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga mencakup gizi, kesehatan, hingga administrasi kependudukan seperti pemenuhan KIA.
“Keberadaan PAUD holistik integratif menjadi fondasi penting bagi kualitas pendidikan. Kita memastikan anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga tumbuh sehat, terlindungi, dan tercatat secara administrasi,” tambahnya.
Pujianto juga menyoroti keberhasilan Kukar dalam menerapkan pendekatan pembelajaran yang sesuai usia. Ia menyebut banyak sekolah kini memahami bahwa anak tidak boleh dipaksa membaca, menulis, dan berhitung terlalu dini, terutama di masa transisi menuju SD.
“Beliau selalu menekankan agar proses pembelajaran awal di SD tetap mengedepankan bermain dan adaptasi lingkungan, bukan target akademik. Itu menjadi pembeda utama yang diapresiasi pusat,” jelasnya.
Penghargaan Wiyata Dharma Pratama ini diharapkan menjadi pemicu semakin kuatnya gerakan pendidikan usia dini di Kukar. Pemerintah daerah menargetkan seluruh wilayah kecamatan dapat memiliki layanan PAUD yang standar dan merata.
Dengan capaian ini, Kukar kembali menunjukkan bahwa upaya membangun kualitas sumber daya manusia memang harus dimulai sejak dini dan dijalankan dengan penuh komitmen. Pemerintah memastikan dukungan terhadap program PAUD akan terus diperkuat dan diperluas.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzzabady @2025

















