Menu

Mode Gelap
RDP DPRD Kukar Bahas Nasib Ribuan Warga Tahura, Camat Samboja Barat Minta Kejelasan Penertiban DPRD Kukar Tegaskan Tak Ada Penggusuran Warga Lama di Kawasan Hutan Bukit Soeharto Kepergok Mencuri di Wisata Air Terjun Perjiwa, Pelaku Ditangkap Saat Tertidur di Depan Rumah Polemik Gereja Mangkungpalas, Wawali Samarinda Akui Belum Terima Laporan Lengkap Perizinan Komisi II DPRD Samarinda Sorot Keuangan Daerah, Dari Dana Mengendap Hingga Aset Belum Optimal

BERITA DAERAH · 15 Nov 2025 18:45 WITA ·

Dialog Hangat di Mangkupalas: Reses Samri Shaputra Warnai Kekhawatiran Warga dan Tekanan Fiskal Samarinda


 H. Samri Shaputra saat menyampaikan penjelasan kepada warga dalam kegiatan Reses Masa Persidangan III di Kelurahan Mangkupalas, Samarinda Seberang. Puluhan anggota Majelis Habis Muslimah Wahidah (Muhidah) tampak menyimak paparan yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Foto : Fathur Perbesar

H. Samri Shaputra saat menyampaikan penjelasan kepada warga dalam kegiatan Reses Masa Persidangan III di Kelurahan Mangkupalas, Samarinda Seberang. Puluhan anggota Majelis Habis Muslimah Wahidah (Muhidah) tampak menyimak paparan yang berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban. Foto : Fathur

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Halaman sederhana di Jalan Teluk Bayur RT 04, Kelurahan Mangkupalas, Samarinda Seberang, dipenuhi suasana hangat dan penuh percakapan, pada Sabtu (15/11/2025) sore. Warga berkumpul mengikuti Reses Masa Persidangan III Tahun 2025 yang digelar Ketua Komisi I DPRD Kota Samarinda, H. Samri Shaputra, sebagai bagian dari upayanya menyerap aspirasi langsung dari masyarakat Dapil II.

Ketua RT 04 Masitah Abu Daud beserta para anggota Majelis Habis Muslimah Wahidah (Muhidah) turut hadir mendampingi kegiatan yang berlangsung rileks namun sarat substansi itu.

Pengawalan DPRD dan Stabilitas Kota

Dalam sambutannya, Samri menjelaskan bahwa stabilitas Kota Samarinda bukan terjadi begitu saja. Salah satu faktor utamanya adalah konsistensi DPRD dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah, termasuk kebijakan fiskal dan pelayanan publik.

Ia menyebutkan bahwa beberapa kota lain di Indonesia sempat diguncang gelombang protes warga akibat kebijakan kenaikan pajak daerah, seperti yang terjadi di Kota Pati. Namun kondisi Samarinda relatif aman karena DPRD tidak mengambil langkah serupa dan justru memilih mengoptimalkan kinerja BUMD, seperti PDAM dan pengelolaan parkir, agar menjadi penggerak ekonomi daerah tanpa membebani masyarakat.

“Banyak kota memilih menaikkan pajak, tapi itu berdampak langsung pada masyarakat. Kita tidak ingin itu terjadi di Samarinda,” ujar Samri.

Tekanan Fiskal dan Strategi Bertahan Samarinda

Pembahasan kemudian mengalir pada kondisi keuangan daerah. Samarinda, kata Samri, tengah menghadapi tekanan akibat pemotongan dana transfer.

Dari total proyeksi Rp 400 miliar, pemerintah pusat hanya mengalokasikan Rp 248,9 miliar, sehingga terdapat pemangkasan sebesar Rp 151 miliar. Di sisi lain, Dana Bagi Hasil (DBH) yang biasanya menopang pendapatan daerah mengalami penurunan drastis, bahkan mencapai 49 persen. Pemkot juga masih menunggu pencairan DBH kurang bayar sebesar Rp 266,8 miliar.

“Dalam kondisi seperti ini kita harus cermat dan menetapkan prioritas. Kita kencangkan ikat pinggang, tapi tetap mencari sumber pendapatan yang tidak membebani warga,” ujarnya.

Kenaikan PAD pada tahun terakhir membuat Pro Bebaya program berbasis RT yang sempat terganggu akibat pemangkasan kini kembali berjalan.

Pengelolaan Parkir Masih Bocor: Potensi Besar yang Belum Tergarap

Salah satu sektor yang disorot Samri adalah parkir. Data Dishub menunjukkan:

Pendapatan parkir tepi jalan 2024: Rp 2,3 miliar

Tempat parkir khusus 2024: Rp 1,3 miliar

Pendapatan parkir 2023: Rp 1,77 miliar

Namun fakta lapangan memperlihatkan jurang besar antara potensi dan realisasi. Beberapa juru parkir mengaku bisa menghasilkan Rp 800 ribu hingga Rp 1 juta per minggu, tetapi setoran resmi ke kas daerah hanya sekitar Rp 70 ribu per minggu.

Dengan skema bagi hasil 70 persen untuk jukir dan 30 persen untuk daerah, pendapatan teoretis parkir seharusnya bisa jauh lebih tinggi.

“Kalau sistemnya transparan, pendapatan parkir bisa meningkat drastis. Karena itu kita dorong penerapan e-parking agar kebocoran bisa ditutup,” tegasnya.

dprd smd 42b

Seorang warga menyampaikan aspirasi di hadapan H. Samri Shaputra dalam kegiatan Reses Masa Persidangan III di Kelurahan Mangkupalas, Samarinda Seberang. Para anggota Majelis Habis Muslimah Wahidah (Muhidah) tampak antusias mengikuti jalannya dialog. Foto: Fathur

Aspirasi Warga: Jam Malam dan Keamanan Parkir

Warga yang hadir juga menyampaikan berbagai masukan. Indri, warga RT 41, mengusulkan adanya Peraturan Daerah tentang Jam Malam bagi remaja. Ia khawatir melihat banyak anak muda masih berkeliaran hingga dini hari.

“Saya temukan anak saya tidak ada di kamar, ternyata di luar rumah jam dua pagi. Lingkungan makin rawan,” ujarnya.

Sementara Irja, seorang mahasiswa dan warga RT 04, meminta penertiban parkir liar. Ia pernah kehilangan helm dan mendapati jok motornya dibuka.

“Kami butuh rasa aman ketika memarkir kendaraan, terutama di titik-titik rawan,” katanya.

Samri mencatat semua aspirasi tersebut untuk dibahas bersama OPD terkait.

Akhir Pertemuan yang Hangat dan Penuh Tawa

Menjelang penutupan, Samri menyerahkan bantuan untuk mendukung kegiatan Majelis Habis Muslimah Wahidah (Muhidah) dalam bentuk dukungan seragam bagi anggota majelis. Gestur kecil itu menyulut senyum dan sapaan hangat dari para ibu-ibu.

Dengan gaya ceria dan humor khasnya, Samri menutup acara dengan kuis ringan yang langsung disambut antusias. Ruangan yang semula dipenuhi diskusi serius berubah riuh oleh tawa.

“Alhamdulillah, ibu-ibu menyimak semua. Apalagi tadi ada bonus,” canda Samri disambut gelak tawa warga.

Pertemuan itu berakhir dengan penuh keakraban, menggambarkan betapa pentingnya ruang dialog antara wakil rakyat dan masyarakat bahkan di tengah tekanan fiskal dan berbagai tantangan kota.

 

Pewarta : Yana
Editor : Fathur
@2025

Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

RDP DPRD Kukar Bahas Nasib Ribuan Warga Tahura, Camat Samboja Barat Minta Kejelasan Penertiban

27 April 2026 - 20:00 WITA

rdpkukar3

DPRD Kukar Tegaskan Tak Ada Penggusuran Warga Lama di Kawasan Hutan Bukit Soeharto

27 April 2026 - 19:30 WITA

rdpkukar1

Polemik Gereja Mangkungpalas, Wawali Samarinda Akui Belum Terima Laporan Lengkap Perizinan

27 April 2026 - 18:00 WITA

wawali1

Komisi II DPRD Samarinda Sorot Keuangan Daerah, Dari Dana Mengendap Hingga Aset Belum Optimal

27 April 2026 - 17:00 WITA

dprdkota04

Tinjau Proyek TPA, Pansus LKPJ DPRD Samarinda Sorot Hasil Belum Maksimal Meski Anggaran Besar

27 April 2026 - 16:00 WITA

dprdkota03

Kemarau Mulai Mengeringkan Lahan, Distanak Kukar Gerak Cepat Data Kebutuhan Petani Sayur

27 April 2026 - 15:00 WITA

mal1
Trending di BERITA DAERAH