Menu

Mode Gelap
RDP DPRD Kukar Bahas Nasib Ribuan Warga Tahura, Camat Samboja Barat Minta Kejelasan Penertiban DPRD Kukar Tegaskan Tak Ada Penggusuran Warga Lama di Kawasan Hutan Bukit Soeharto Kepergok Mencuri di Wisata Air Terjun Perjiwa, Pelaku Ditangkap Saat Tertidur di Depan Rumah Polemik Gereja Mangkungpalas, Wawali Samarinda Akui Belum Terima Laporan Lengkap Perizinan Komisi II DPRD Samarinda Sorot Keuangan Daerah, Dari Dana Mengendap Hingga Aset Belum Optimal

BERITA DAERAH · 15 Nov 2025 17:15 WITA ·

Kinerja Desa Tidak Boleh Hanya Serapan Anggaran! DPMD Kutim Dorong Efektivitas Program


 Kinerja Desa Tidak Boleh Hanya Serapan Anggaran! DPMD Kutim Dorong Efektivitas Program Perbesar

KUMALANEWS.ID, KUTAI TIMUR – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kutai Timur (Kutim), Muhammad Basuni, menekankan perlunya perubahan paradigma pembangunan di tingkat desa. Menurutnya, keberhasilan desa harus diukur dari efektivitas dan kualitas hasil program, bukan sekadar tingginya persentase serapan anggaran.

Basuni mengkritik pola pikir lama di mana realisasi anggaran yang besar dianggap sebagai bukti kinerja. Ia menegaskan, anggaran harus dikelola secara efisien.

“Kalau dengan anggaran Rp1.000 sudah cukup, kenapa harus memakai Rp2.000,” ujarnya.

Poin-poin Kunci Pembangunan Desa Versi DPMD Kutim:

  • Efisiensi dan Akuntabilitas: Besarnya kucuran Dana Desa (DD), Alokasi Dana Desa (ADD), dan Pendapatan Asli Desa (PAD) harus diimbangi dengan pengelolaan yang transparan. Basuni menyoroti tingginya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) di beberapa desa sebagai indikasi masalah perencanaan.
  • Penguatan Kemandirian: Desa diapresiasi yang kreatif menggali potensi ekonomi melalui pemanfaatan tanah kas desa, pengelolaan perkebunan, dan penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
  • Kewenangan Infrastruktur: Desa harus memahami batas kewenangannya, dengan fokus pada pembangunan jalan lingkungan dan fasilitas desa, dan tidak mengintervensi jalan berstatus kabupaten atau provinsi.
  • Perencanaan Berbasis Data: Musrenbang harus lebih terorganisir dan berbasis data nyata untuk menghasilkan program yang selaras dengan kebutuhan warga, bukan sekadar program “inovasi” yang menghabiskan anggaran besar namun minim manfaat.

Ke depan, Basuni menyatakan bahwa setiap capaian desa akan terhubung dengan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD-S), menjadikan kualitas pelaporan dan akurasi data desa semakin penting sebagai bagian dari indikator kinerja pemerintah daerah.

 

ADV Diskominfo SP Kutim
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

RDP DPRD Kukar Bahas Nasib Ribuan Warga Tahura, Camat Samboja Barat Minta Kejelasan Penertiban

27 April 2026 - 20:00 WITA

rdpkukar3

DPRD Kukar Tegaskan Tak Ada Penggusuran Warga Lama di Kawasan Hutan Bukit Soeharto

27 April 2026 - 19:30 WITA

rdpkukar1

Polemik Gereja Mangkungpalas, Wawali Samarinda Akui Belum Terima Laporan Lengkap Perizinan

27 April 2026 - 18:00 WITA

wawali1

Komisi II DPRD Samarinda Sorot Keuangan Daerah, Dari Dana Mengendap Hingga Aset Belum Optimal

27 April 2026 - 17:00 WITA

dprdkota04

Tinjau Proyek TPA, Pansus LKPJ DPRD Samarinda Sorot Hasil Belum Maksimal Meski Anggaran Besar

27 April 2026 - 16:00 WITA

dprdkota03

Kemarau Mulai Mengeringkan Lahan, Distanak Kukar Gerak Cepat Data Kebutuhan Petani Sayur

27 April 2026 - 15:00 WITA

mal1
Trending di BERITA DAERAH