KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Keikutsertaan para guru Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Guru PGRI Tingkat Provinsi Kalimantan Timur 2025 bukan sekadar ajang kompetisi. Tahun ini, PGRI Kukar membawa misi besar untuk menegaskan peran guru sebagai duta pendidikan, budaya, dan sportivitas bagi daerah.
Sebanyak 65 atlet dan official yang tergabung dalam kontingen PGRI Kukar diberangkatkan menuju Balikpapan untuk mengikuti pertandingan pada 16–19 November 2025. Mereka bukan hanya mewakili kemampuan individu, tetapi juga membawa identitas profesi guru sebagai penggerak karakter bangsa melalui olahraga dan seni.
Ajang Porseni tahun ini menjadi momentum penting bagi para pendidik untuk memperlihatkan bahwa guru bukan hanya berperan di ruang kelas, tetapi juga mampu berprestasi di luar jalur akademik. Olahraga dan seni dianggap sebagai wadah yang dapat memperkuat solidaritas dan kreativitas para guru se-Kalimantan Timur.
“Guru-guru kita bukan hanya membimbing siswa, tapi juga memperlihatkan spirit dan sportivitas sebagai teladan langsung,” ungkap Plt. Kabid Kurikulum Disdikbud Kukar, Nuraini, Senin (17/11/2025).
Kontingen Kukar akan berlaga di sejumlah cabang olahraga seperti Bulu Tangkis, Sepak Takraw, Pickle Ball, Tenis Meja, Catur, dan Senam PGRI. Sementara di bidang seni, guru-guru Kutai Kartanegara berpartisipasi dalam Menyanyi Solo, Melukis, Tari Tunggal, Pencak Silat Seni, Seni Baca Al-Quran, Kaligrafi Kontemporer, hingga Best Practice Pembelajaran Mendalam.
Keikutsertaan dalam kategori Best Practice menjadi sorotan khusus karena menunjukkan inovasi yang dilakukan guru dalam mengembangkan model pembelajaran yang relevan dan kreatif. PGRI Kukar menilai bahwa inovasi dalam pendidikan sama pentingnya dengan kompetisi olahraga maupun seni.
“Dalam kategori Best Practice, guru bukan sekadar peserta lomba. Mereka membawa gagasan yang bisa menginspirasi daerah lain dan meningkatkan kualitas pembelajaran,” jelas Nuraini.
Selain berfokus pada prestasi, keberangkatan para guru ini juga dipandang sebagai sarana mempererat hubungan antarpendidik dari berbagai kabupaten/kota. Perjumpaan dan pertukaran pengalaman selama kegiatan Porseni dinilai dapat memperkaya metode mengajar para peserta.
Para guru juga diharapkan dapat kembali ke Kukar dengan membawa pengalaman baru, semangat kolaborasi, dan perspektif segar dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah masing-masing. Ajang ini menjadi ruang berbagi praktik baik yang dapat diimplementasikan setelah acara selesai.
“Harapannya, guru-guru kita pulang tidak hanya membawa piala, tetapi juga membawa ilmu dan pengalaman yang bisa diterapkan di sekolah,” tambahnya.
Dengan dukungan penuh dari Disdikbud Kukar, PGRI Kutai Kartanegara menargetkan penampilan terbaik pada Porseni Guru PGRI 2025. Lebih dari itu, kontingen Kukar berharap dapat memperkuat citra guru sebagai figur inspiratif yang mampu berprestasi di berbagai bidang, sekaligus membawa nama daerah ke tingkat yang lebih tinggi.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















