“Reses Masa Sidang III 2025 Soroti Drainase, Posyandu, Sampah, dan Infrastruktur”
KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Ratusan warga Kelurahan Selili antusias menghadiri kegiatan Reses Penjaringan Aspirasi Masyarakat Anggota DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, pada Senin sore (17/11/2025). Agenda yang digelar di halaman Kantor Kelurahan Selili, Jalan Keramat, itu menjadi ruang dialog bagi warga dari Dapil Samarinda Ilir, Samarinda Kota, dan Sambutan untuk menyampaikan berbagai kebutuhan lingkungan.
Acara dibuka dengan doa dan turut dihadiri Camat Samarinda Ilir La Uje, Lurah Selili Deddy Irawan, Ketua Forum RT Agus, Ketua LPM Widodo, Ketua PKK Dina, para ketua RT, kader posyandu, serta warga yang didominasi ibu-ibu.
Camat Tekankan Budaya Bersih dan Pentingnya Kolaborasi
Dalam sambutannya, Camat La Uje menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengapresiasi warga Selili yang setiap tahun masuk nominasi wilayah terbersih.
“Capaian ini tidak mungkin diraih tanpa kolaborasi masyarakat. Hari ini kita hadir bersama DPRD untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan warga,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Lurah Selili masuk nominasi Lurah Teladan, sementara dirinya berada di posisi empat Camat Teladan tingkat kota.
Deni Ajak Warga Sampaikan Aspirasi: Drainase, Posyandu, hingga Jalan Lingkungan
Deni Hakim Anwar yang juga menjabat Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda — mengajak warga menyampaikan aspirasi secara terbuka. Ia menjelaskan bahwa DPRD memiliki sejumlah jalur resmi untuk mengawal pembangunan, seperti Pokok Pikiran (Pokir), pembahasan APBD, forum RDP dengan OPD, pengawasan proyek, hingga pendampingan program CSR atau hibah masyarakat.
“Usulan ibu dan bapak tidak hanya ditampung lewat Musrenbang. Kami di DPRD memiliki jalur lain untuk memastikan kebutuhan lingkungan bisa terealisasi,” jelasnya.
Aspirasi Warga: Dari Posyandu hingga Drainase Rawan Banjir
Berbagai usulan mengemuka dalam sesi dialog, di antaranya:
- Pembenahan Posyandu
Kader posyandu mengusulkan perbaikan bangunan, penambahan alat kesehatan, dan penguatan legalitas layanan agar aktivitas kesehatan berjalan lebih optimal.
- Drainase di RT 21 yang Sering Tersumbat
Ketua RT 21, Darwis, mengeluhkan drainase yang kerap tidak berfungsi maksimal. Saat hujan deras, aliran air dari arah jembatan membawa material seperti kasur, kursi, dan sampah rumah tangga hingga menyumbat saluran dan memicu banjir.
Ia berharap koordinasi lebih lanjut dengan kelurahan dan kecamatan, termasuk penataan kawasan pasar agar tidak terkesan kumuh.
- Area Serbaguna di Lahan Yayasan Pendidikan
Ketua RT 31, Agung, mewakili RT 32 dan RT 33, mengusulkan pemanfaatan lahan Yayasan Pendidikan sebagai Area Serbaguna untuk kegiatan sosial. Namun rencana itu masih terkendala biaya tali asih yang dinilai cukup memberatkan. Ia berharap DPRD dapat memberikan pendampingan penyelesaian hambatan tersebut.
- Penataan Pasar di Atas Drainase
Warga RT 28 meminta penataan pasar yang berdiri di atas drainase agar tidak mengganggu aliran air dan kebersihan. Deni mencontohkan penataan Pasar Dayak di Gang Ahim yang sebelumnya juga menghadapi tantangan namun kini berhasil tertata baik.
- Perbaikan Jalan, Fasilitas Olahraga, dan Rambu Lalu Lintas
Warga RT 27 mengusulkan perbaikan Jalan Sejati, penambahan fasilitas jogging track, serta pembangunan sarana olahraga. Mereka juga meminta pemanfaatan jalan depan eks perusahaan kayu dengan ukuran sekitar 2,5 meter x 500 meter.
Ketua RT 27 menegaskan bahwa pihak RT telah mendapatkan izin dari perusahaan pemilik lahan untuk memanfaatkan akses jalan tersebut sebagai sarana olahraga dan ruang publik. Selain itu, tembok perusahaan diusulkan dihias mural bertema lingkungan sebagai edukasi warga.
Warga juga mengusulkan pemasangan rambu lalu lintas untuk meningkatkan keselamatan. Deni merespons cepat dan memastikan akan berkoordinasi langsung dengan Dinas Perhubungan Kota Samarinda untuk menindaklanjuti pemasangan rambu sesuai standar.
- Pendidikan Anak Usia Dini
Warga mengusulkan pembangunan TK/PAUD di Gang Keramat serta pembangunan playground agar anak memiliki ruang bermain yang aman.

Foto bersama peserta reses Anggota DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar. Warga dari berbagai RT berpose seusai kegiatan penyerapan aspirasi yang digelar di aula terbuka halaman kantor Kelurahan Selili .(Foto: Yana)
Ketua Komisi III Ingatkan Keterbatasan Anggaran
Deni menegaskan bahwa infrastruktur tetap menjadi perhatian utama Komisi III. Namun tahun ini terjadi penyesuaian anggaran sehingga beberapa program belum dapat direalisasikan.
“Bidang yang kami tangani drainase, jalan, PUPR, perhubungan, hingga penataan kawasan membutuhkan anggaran besar. Tahun ini ada efisiensi, tapi kami tetap memperjuangkan usulan warga,” ujar Deni.
Ia juga mengingatkan agar setiap urusan legalitas lahan dan pembiayaan dipastikan clear and clean agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Sampah Masih Jadi PR Kota
Deni menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan besar bagi Kota Samarinda, dengan produksi mencapai sekitar 600 ton per hari. Ia menekankan pentingnya pemilahan sampah dari rumah.
“Tidak mungkin seluruh beban penanganan sampah ditangani pemerintah saja,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan relokasi TPS Jembatan 1 ke Jembatan S untuk menjaga kenyamanan warga dan area bermain anak.
Penutup: Aspirasi Akan Diperjuangkan dalam Pokir 2026–2027
Menutup kegiatan, Deni menegaskan bahwa seluruh usulan warga akan dihimpun sebagai bahan Pokok Pikiran (Pokir) DPRD dalam penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026–2027.
“Reses bukan formalitas. Ini cara kami mendengar langsung suara masyarakat. Semua yang disampaikan hari ini akan kami kawal hingga tahap pembahasan dan pengawasan di lapangan,” pungkasnya.
Kegiatan berlangsung hangat, dialogis, dan menjadi momentum penting bagi warga Selili dalam menyampaikan kebutuhan pembangunan di lingkungan mereka.
Pewarta : Yana Editor : Fathur @2025

















