KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menaruh perhatian besar pada penguatan infrastruktur kebudayaan sebagai fondasi penting dalam menjaga identitas lokal sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif berbasis tradisi. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan budaya daerah tidak hanya lestari, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menjelaskan bahwa penguatan infrastruktur kebudayaan merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Regulasi tersebut menekankan pentingnya menyediakan ruang, sarana, dan ekosistem yang mendukung keberlanjutan budaya daerah.
“Kita ingin memastikan bahwa budaya tidak hanya hidup dalam ingatan, tetapi juga hadir dalam ruang-ruang publik yang dapat diakses masyarakat. Infrastruktur kebudayaan adalah pintu masuk bagi lahirnya kreativitas serta pusat interaksi budaya,” ujar Puji Utomo, Rabu (19/11/2025).
Menurutnya, pembangunan dan revitalisasi ruang budaya seperti taman budaya, perpustakaan daerah berbasis kearifan lokal, galeri seni, hingga pusat dokumentasi adat akan memberikan dampak besar terhadap kualitas pembelajaran budaya dan peningkatan aktivitas kreatif masyarakat.
“Dengan adanya ruang yang memadai, seniman dapat berkarya lebih leluasa dan masyarakat memiliki tempat untuk mengenal identitasnya. Ini yang akan memperkuat karakter daerah sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif,” jelasnya.
Puji menilai bahwa infrastruktur kebudayaan yang baik juga mendorong pelestarian nilai adat dan sejarah. Melalui ruang-ruang yang terkelola, proses transfer budaya antar generasi dapat berjalan lebih efektif dan terarah.
“Identitas daerah lahir dari nilai-nilai yang diwariskan. Kalau ruang pelestariannya kuat, maka karakter masyarakat juga akan semakin kokoh,” tambahnya.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya integrasi kebudayaan ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Menurut Puji, pelestarian budaya tidak bisa dipisahkan dari strategi pembangunan jangka panjang, terutama dalam upaya memperkuat ekonomi kreatif yang memiliki basis kuat pada tradisi lokal.
“Ekonomi kreatif akan tumbuh lebih cepat jika didukung oleh sistem kebudayaan yang rapi dan terstruktur. Ini bukan hanya soal seni, tetapi juga tentang bagaimana budaya menjadi pilar kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, akademisi, dan sektor swasta untuk memperkuat ekosistem kebudayaan yang inklusif. Kolaborasi multipihak dianggap sebagai kunci dalam mengelola potensi besar budaya di Kukar.
“Pelestarian budaya tidak bisa berjalan sendiri. Ketika semua pihak terlibat, maka dampaknya akan jauh lebih besar dan berkelanjutan,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen, Disdikbud Kukar terus mendorong pengembangan sistem data kebudayaan daerah yang terintegrasi, sebagai dasar pengambilan kebijakan dan pemetaan potensi budaya di masa mendatang.
“Data kebudayaan penting untuk memastikan setiap langkah pembangunan budaya berada pada arah yang tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkas Puji Utomo.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















