Menu

Mode Gelap
Didik Agung: Trisakti Bung Karno Harus Menjadi Arah Pembangunan dan Pengelolaan APBD Samarinda Trisakti Bung Karno Harus Tercermin dalam APBD, Iswandi: Rakyat Harus Jadi Subjek Pembangunan Pengamat Unmul: Pembangunan Samarinda Harus Berpihak pada Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur Helmi Abdullah: Semangat Trisakti Bung Karno Masih Relevan untuk Arah Pembangunan Samarinda Ziarah Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Samarinda Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Para Pahlawan

BERITA DAERAH · 19 Nov 2025 16:00 WITA ·

Disdikbud Kukar Perkuat Infrastruktur Kebudayaan untuk Dorong Pelestarian dan Ekonomi Kreatif Berbasis Tradisi


 Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutai Kartanegara, Puji Utomo, memberikan keterangan mengenai perhatian Disdikbud Kukar terhadap penguatan infrastruktur kebudayaan daerah. Perbesar

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kutai Kartanegara, Puji Utomo, memberikan keterangan mengenai perhatian Disdikbud Kukar terhadap penguatan infrastruktur kebudayaan daerah.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menaruh perhatian besar pada penguatan infrastruktur kebudayaan sebagai fondasi penting dalam menjaga identitas lokal sekaligus mengembangkan ekonomi kreatif berbasis tradisi. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan budaya daerah tidak hanya lestari, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, menjelaskan bahwa penguatan infrastruktur kebudayaan merupakan bagian dari amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Regulasi tersebut menekankan pentingnya menyediakan ruang, sarana, dan ekosistem yang mendukung keberlanjutan budaya daerah.

“Kita ingin memastikan bahwa budaya tidak hanya hidup dalam ingatan, tetapi juga hadir dalam ruang-ruang publik yang dapat diakses masyarakat. Infrastruktur kebudayaan adalah pintu masuk bagi lahirnya kreativitas serta pusat interaksi budaya,” ujar Puji Utomo, Rabu (19/11/2025).

Menurutnya, pembangunan dan revitalisasi ruang budaya seperti taman budaya, perpustakaan daerah berbasis kearifan lokal, galeri seni, hingga pusat dokumentasi adat akan memberikan dampak besar terhadap kualitas pembelajaran budaya dan peningkatan aktivitas kreatif masyarakat.

“Dengan adanya ruang yang memadai, seniman dapat berkarya lebih leluasa dan masyarakat memiliki tempat untuk mengenal identitasnya. Ini yang akan memperkuat karakter daerah sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif,” jelasnya.

Puji menilai bahwa infrastruktur kebudayaan yang baik juga mendorong pelestarian nilai adat dan sejarah. Melalui ruang-ruang yang terkelola, proses transfer budaya antar generasi dapat berjalan lebih efektif dan terarah.

“Identitas daerah lahir dari nilai-nilai yang diwariskan. Kalau ruang pelestariannya kuat, maka karakter masyarakat juga akan semakin kokoh,” tambahnya.

Selain itu, ia menegaskan pentingnya integrasi kebudayaan ke dalam perencanaan pembangunan daerah. Menurut Puji, pelestarian budaya tidak bisa dipisahkan dari strategi pembangunan jangka panjang, terutama dalam upaya memperkuat ekonomi kreatif yang memiliki basis kuat pada tradisi lokal.

“Ekonomi kreatif akan tumbuh lebih cepat jika didukung oleh sistem kebudayaan yang rapi dan terstruktur. Ini bukan hanya soal seni, tetapi juga tentang bagaimana budaya menjadi pilar kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, akademisi, dan sektor swasta untuk memperkuat ekosistem kebudayaan yang inklusif. Kolaborasi multipihak dianggap sebagai kunci dalam mengelola potensi besar budaya di Kukar.

“Pelestarian budaya tidak bisa berjalan sendiri. Ketika semua pihak terlibat, maka dampaknya akan jauh lebih besar dan berkelanjutan,” tambahnya.

Sebagai bentuk komitmen, Disdikbud Kukar terus mendorong pengembangan sistem data kebudayaan daerah yang terintegrasi, sebagai dasar pengambilan kebijakan dan pemetaan potensi budaya di masa mendatang.

“Data kebudayaan penting untuk memastikan setiap langkah pembangunan budaya berada pada arah yang tepat dan sesuai kebutuhan masyarakat,” pungkas Puji Utomo.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 20 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Didik Agung: Trisakti Bung Karno Harus Menjadi Arah Pembangunan dan Pengelolaan APBD Samarinda

21 Juni 2026 - 21:30 WITA

a52

Trisakti Bung Karno Harus Tercermin dalam APBD, Iswandi: Rakyat Harus Jadi Subjek Pembangunan

21 Juni 2026 - 20:30 WITA

a51

Pengamat Unmul: Pembangunan Samarinda Harus Berpihak pada Manusia, Bukan Sekadar Infrastruktur

21 Juni 2026 - 19:30 WITA

a50

Helmi Abdullah: Semangat Trisakti Bung Karno Masih Relevan untuk Arah Pembangunan Samarinda

21 Juni 2026 - 18:30 WITA

a49

Ziarah Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Samarinda Ajak Generasi Muda Teladani Semangat Para Pahlawan

21 Juni 2026 - 13:00 WITA

a48

Polsek Loa Kulu dan Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Penghubung Lima Desa Jelang HUT Bhayangkara ke-80

21 Juni 2026 - 09:00 WITA

a43
Trending di BERITA DAERAH