KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Musik tingkilan, salah satu tradisi musik khas Kutai, berpeluang besar menjadi daya tarik wisata budaya di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, M. Saidar, mengungkapkan bahwa pihaknya tengah menyiapkan skema pengembangan tingkilan sebagai atraksi budaya yang dapat diintegrasikan dengan sektor pariwisata daerah.
Menurut Saidar, tingkilan memiliki keunikan tersendiri melalui penggunaan alat musik tradisional seperti gambus dan gawai kayu nangka, yang menghasilkan suara khas dan sarat nilai historis. Keaslian dan kekuatan identitas ini dinilai sangat potensial untuk menarik minat wisatawan.
“Tingkilan ini punya ciri khas yang tidak dimiliki daerah lain. Kalau dikembangkan dengan baik, bisa menjadi daya tarik wisata budaya,” ujar Saidar, Rabu (19/11/2025).
Saat ini, Disdikbud Kukar telah melakukan pengenalan musik tingkilan melalui kegiatan ekspresi budaya yang rutin digelar pada malam Minggu. Namun Saidar menilai perlu langkah lebih besar agar tingkilan dapat tampil dalam berbagai agenda wisata, baik yang digelar pemerintah maupun pihak swasta.
“Kegiatan rutin sudah ada, tapi ke depan kita ingin tingkilan tampil di lebih banyak event. Termasuk event pariwisata, festival, maupun penyambutan tamu daerah,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa rencana pengembangan ini akan melibatkan beberapa pihak, termasuk pelaku seni, pengelola destinasi wisata, dan pelaku usaha seperti rumah makan atau kafe yang berpotensi menampilkan musik tradisional sebagai hiburan.
“Kami ingin tingkilan menjadi identitas di ruang publik. Misalnya dimainkan di restoran, di kawasan wisata, atau ruang tunggu hotel,” katanya.
Selain itu, Saidar juga mengungkap adanya rencana koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur untuk memperkenalkan tingkilan di bandara. Menurutnya, kehadiran musik tradisional di fasilitas umum dapat memberikan kesan pertama yang kuat bagi pengunjung.
“Kalau di bandara ada musik tingkilan, wisatawan langsung tahu bahwa mereka memasuki daerah yang kaya budaya. Ini salah satu strategi promosi yang efektif,” tambahnya.
Saidar menekankan bahwa penguatan budaya lokal dan pariwisata harus berjalan beriringan. Dengan menjadikan tingkilan sebagai atraksi unggulan, Kukar dapat memperkuat posisi sebagai daerah yang tidak hanya kaya sumber daya alam, tetapi juga memiliki kekayaan tradisi yang patut dipromosikan.
“Ini bukan hanya pelestarian budaya, tapi juga value untuk pariwisata. Tingkilan bisa menjadi wajah budaya Kukar,” tutupnya.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















