Menu ✖

Mode Gelap
Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan 17 Orang Positif Narkoba Saat Operasi Ketiga di Gunung Bugis, Polda Kaltim Siapkan Rehabilitasi Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan

BERITA DAERAH · 19 Nov 2025 15:30 WITA ·

Pelaku Seni Tingkilan Mulai Menyusut, Disdikbud Kukar Dorong Regenerasi Pemain Muda


 Salah satu penampilan grup musik Tingkilan di Kutai Kartanegara. Disdikbud Kukar berkomitmen untuk terus mendorong regenerasi pemain musik Tingkilan sebagai upaya serius agar kesenian ini tidak kehilangan penerus. Perbesar

Salah satu penampilan grup musik Tingkilan di Kutai Kartanegara. Disdikbud Kukar berkomitmen untuk terus mendorong regenerasi pemain musik Tingkilan sebagai upaya serius agar kesenian ini tidak kehilangan penerus.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Tradisi musik tingkilan khas Kutai mulai menghadapi tantangan baru yakni berkurangnya jumlah pelaku seni yang mampu memainkan instrumen tradisional tersebut. Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, M. Saidar, menyampaikan bahwa regenerasi pemain menjadi perhatian serius agar kesenian ini tidak kehilangan penerus.

Menurut Saidar, sebagian besar pemain tingkilan saat ini adalah seniman senior yang telah lama berkecimpung di dunia seni tradisional. Sementara minat generasi muda terhadap alat musik tradisional dinilai masih rendah, karena lebih banyak tertarik pada musik modern.

“Memang pelaku tingkilan yang aktif sekarang banyak yang sudah sepuh. Regenerasi ini penting supaya tradisi tidak putus,” ujar Saidar pada Rabu (19/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa mengenalkan tingkilan kepada anak muda tidak cukup hanya melalui pertunjukan, tetapi juga harus melalui pelatihan dan kelas khusus. Karena itu, Disdikbud Kukar tengah menyiapkan agenda pembinaan berbasis komunitas untuk menarik minat generasi muda.

“Kalau tidak dikenalkan sejak dini, anak-anak tidak tahu cara memainkannya. Ada teknik-teknik khusus yang harus diajarkan, terutama untuk alat seperti gambus dan gawai dari kayu nangka,” jelasnya.

Saidar menilai bahwa tingkilan bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat Kukar yang mengandung nilai sejarah dan filosofi. Jika tidak ada upaya khusus dalam membina pemain baru, khazanah budaya ini terancam ditinggalkan generasi berikutnya.

“Ini bukan hanya musik, tapi identitas. Kalau tidak diwariskan, lama-lama hilang,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, Disdikbud Kukar sedang mengkaji program pelatihan rutin yang dapat digelar di sanggar budaya, sekolah, hingga ruang publik. Kegiatan ekspresi budaya yang selama ini berlangsung setiap malam Minggu turut diarahkan untuk melibatkan lebih banyak kelompok muda.

“Kami ingin anak-anak ikut menonton, bahkan ikut mencoba. Dari situ bisa tumbuh minat,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga membuka peluang kerja sama dengan sekolah-sekolah untuk menjadikan tingkilan sebagai bagian dari kegiatan seni siswa. Koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi juga tengah direncanakan sebagai bagian dari penguatan kurikulum muatan lokal berbasis budaya daerah.

“Kalau masuk sekolah, peluang regenerasinya jauh lebih besar. Anak-anak bisa belajar langsung,” tambah Saidar.

Ia berharap berbagai langkah pembinaan ini mampu menumbuhkan kembali minat anak muda terhadap instrumen tradisional. Dengan dukungan masyarakat dan lembaga pendidikan, Saidar optimistis tingkilan dapat terus hidup sebagai warisan budaya Kutai.

“Yang penting ada penerus. Tingkilan harus tetap berbunyi untuk generasi yang akan datang,” tutupnya.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan

17 Oktober 2026 - 09:30 WITA

o1

Helmi Abdullah Ajak Masyarakat Perbanyak Shalawat dan Istigfar di Kaltim Bershalawat XIV

17 Oktober 2026 - 08:30 WITA

n97

Kompensasi Lahan Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Baru Dibayar 40 Persen, DPRD Samarinda Minta Kejelasan

16 Oktober 2026 - 18:00 WITA

n85

Akses Jalan Tembusan Sambutan–Merdeka Belum Tercatat sebagai Aset Daerah, BPKAD Samarinda Telusuri Dokumen Perencanaan

16 Oktober 2026 - 17:30 WITA

n84

Ahmad Yani Soroti Minimnya Peralatan Balakarcana Sukarame, DPRD Kukar Dorong Anggaran 2027

16 Oktober 2026 - 17:00 WITA

n80

Mahasiswa Untag Samarinda Soroti Pengawasan Tata Ruang dan Penanganan Karhutla

16 Oktober 2026 - 16:30 WITA

n83
Trending di BERITA DAERAH