Menu

Mode Gelap
RDP DPRD Kukar Bahas Nasib Ribuan Warga Tahura, Camat Samboja Barat Minta Kejelasan Penertiban DPRD Kukar Tegaskan Tak Ada Penggusuran Warga Lama di Kawasan Hutan Bukit Soeharto Kepergok Mencuri di Wisata Air Terjun Perjiwa, Pelaku Ditangkap Saat Tertidur di Depan Rumah Polemik Gereja Mangkungpalas, Wawali Samarinda Akui Belum Terima Laporan Lengkap Perizinan Komisi II DPRD Samarinda Sorot Keuangan Daerah, Dari Dana Mengendap Hingga Aset Belum Optimal

BERITA DAERAH · 19 Nov 2025 15:30 WITA ·

Pelaku Seni Tingkilan Mulai Menyusut, Disdikbud Kukar Dorong Regenerasi Pemain Muda


 Salah satu penampilan grup musik Tingkilan di Kutai Kartanegara. Disdikbud Kukar berkomitmen untuk terus mendorong regenerasi pemain musik Tingkilan sebagai upaya serius agar kesenian ini tidak kehilangan penerus. Perbesar

Salah satu penampilan grup musik Tingkilan di Kutai Kartanegara. Disdikbud Kukar berkomitmen untuk terus mendorong regenerasi pemain musik Tingkilan sebagai upaya serius agar kesenian ini tidak kehilangan penerus.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Tradisi musik tingkilan khas Kutai mulai menghadapi tantangan baru yakni berkurangnya jumlah pelaku seni yang mampu memainkan instrumen tradisional tersebut. Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Cagar Budaya Disdikbud Kukar, M. Saidar, menyampaikan bahwa regenerasi pemain menjadi perhatian serius agar kesenian ini tidak kehilangan penerus.

Menurut Saidar, sebagian besar pemain tingkilan saat ini adalah seniman senior yang telah lama berkecimpung di dunia seni tradisional. Sementara minat generasi muda terhadap alat musik tradisional dinilai masih rendah, karena lebih banyak tertarik pada musik modern.

“Memang pelaku tingkilan yang aktif sekarang banyak yang sudah sepuh. Regenerasi ini penting supaya tradisi tidak putus,” ujar Saidar pada Rabu (19/11/2025).

Ia menjelaskan bahwa mengenalkan tingkilan kepada anak muda tidak cukup hanya melalui pertunjukan, tetapi juga harus melalui pelatihan dan kelas khusus. Karena itu, Disdikbud Kukar tengah menyiapkan agenda pembinaan berbasis komunitas untuk menarik minat generasi muda.

“Kalau tidak dikenalkan sejak dini, anak-anak tidak tahu cara memainkannya. Ada teknik-teknik khusus yang harus diajarkan, terutama untuk alat seperti gambus dan gawai dari kayu nangka,” jelasnya.

Saidar menilai bahwa tingkilan bukan sekadar hiburan, tetapi juga bagian dari identitas masyarakat Kukar yang mengandung nilai sejarah dan filosofi. Jika tidak ada upaya khusus dalam membina pemain baru, khazanah budaya ini terancam ditinggalkan generasi berikutnya.

“Ini bukan hanya musik, tapi identitas. Kalau tidak diwariskan, lama-lama hilang,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, Disdikbud Kukar sedang mengkaji program pelatihan rutin yang dapat digelar di sanggar budaya, sekolah, hingga ruang publik. Kegiatan ekspresi budaya yang selama ini berlangsung setiap malam Minggu turut diarahkan untuk melibatkan lebih banyak kelompok muda.

“Kami ingin anak-anak ikut menonton, bahkan ikut mencoba. Dari situ bisa tumbuh minat,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga membuka peluang kerja sama dengan sekolah-sekolah untuk menjadikan tingkilan sebagai bagian dari kegiatan seni siswa. Koordinasi dengan Dinas Pendidikan Provinsi juga tengah direncanakan sebagai bagian dari penguatan kurikulum muatan lokal berbasis budaya daerah.

“Kalau masuk sekolah, peluang regenerasinya jauh lebih besar. Anak-anak bisa belajar langsung,” tambah Saidar.

Ia berharap berbagai langkah pembinaan ini mampu menumbuhkan kembali minat anak muda terhadap instrumen tradisional. Dengan dukungan masyarakat dan lembaga pendidikan, Saidar optimistis tingkilan dapat terus hidup sebagai warisan budaya Kutai.

“Yang penting ada penerus. Tingkilan harus tetap berbunyi untuk generasi yang akan datang,” tutupnya.

 

ADV Disdikbud Kukar
Pewarta : Indirwan
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 23 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

RDP DPRD Kukar Bahas Nasib Ribuan Warga Tahura, Camat Samboja Barat Minta Kejelasan Penertiban

27 April 2026 - 20:00 WITA

rdpkukar3

DPRD Kukar Tegaskan Tak Ada Penggusuran Warga Lama di Kawasan Hutan Bukit Soeharto

27 April 2026 - 19:30 WITA

rdpkukar1

Polemik Gereja Mangkungpalas, Wawali Samarinda Akui Belum Terima Laporan Lengkap Perizinan

27 April 2026 - 18:00 WITA

wawali1

Komisi II DPRD Samarinda Sorot Keuangan Daerah, Dari Dana Mengendap Hingga Aset Belum Optimal

27 April 2026 - 17:00 WITA

dprdkota04

Tinjau Proyek TPA, Pansus LKPJ DPRD Samarinda Sorot Hasil Belum Maksimal Meski Anggaran Besar

27 April 2026 - 16:00 WITA

dprdkota03

Kemarau Mulai Mengeringkan Lahan, Distanak Kukar Gerak Cepat Data Kebutuhan Petani Sayur

27 April 2026 - 15:00 WITA

mal1
Trending di BERITA DAERAH