KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menegaskan kembali komitmennya memperkuat sektor pertanian melalui program unggulan Kukar Idaman. Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, menyampaikan bahwa optimalisasi lahan pertanian akan menjadi fokus utama dalam rencana pembangunan daerah beberapa tahun ke depan.
Menurut Aulia, dari total sekitar 17.000 hektare lahan sawah yang dimiliki Kukar, masih terdapat ribuan hektare yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pemerintah daerah tidak berencana membuka lahan baru secara besar-besaran, melainkan memaksimalkan potensi lahan eksisting agar produktivitas petani meningkat secara signifikan.
Ia menegaskan bahwa intervensi pemerintah akan diarahkan pada dua aspek utama: perbaikan sistem pengairan dan pembangunan jalan usaha tani yang memadai. Dua hal ini dinilai menjadi faktor kunci dalam peningkatan produktivitas pertanian di Kukar.
“Intervensi kita di bidang pertanian akan fokus pada pengairan dan jalan usaha tani. Optimalisasi lahan yang sudah ada menjadi prioritas agar hasil tani meningkat dan petani lebih sejahtera,” ujar Bupati Aulia, Rabu (19/11/2025).
Selain itu, Pemkab Kukar juga memastikan penguatan dukungan regulasi dan penyelarasan anggaran pada tahun 2026. Pemerintah menyiapkan alokasi pembiayaan khusus untuk sektor pertanian agar seluruh program strategis dapat terealisasi tepat waktu.
Aulia menyebut bahwa pemerintah daerah dan DPRD telah bersepakat mengawal penganggaran tersebut agar tidak keluar dari prioritas utama pembangunan daerah. Optimalisasi lahan, peningkatan infrastruktur pertanian, dan dukungan terhadap petani masuk dalam daftar program yang akan dieksekusi secara bertahap.
“Anggaran untuk intervensi pertanian sudah dipersiapkan dalam pembiayaan 2026. Kita ingin memastikan seluruh perencanaan ini benar-benar masuk dan tidak meleset dari fokus Kukar Idaman,” tegasnya.
Fokus pada pertanian juga selaras dengan visi Kukar Idaman yang menempatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani sebagai pilar utama pembangunan daerah. Pemerintah berharap langkah-langkah tersebut dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan yang bergantung pada sektor pertanian.
Aulia memastikan bahwa pendekatan pembangunan tidak hanya menitikberatkan pada fisik infrastruktur, tetapi juga keberlanjutan ekosistem pertanian secara menyeluruh. Ini termasuk memastikan akses petani terhadap pembiayaan, teknologi tepat guna, serta pendampingan yang berkelanjutan.
“Pertanian bukan hanya soal tanam dan panen. Kita ingin membangun sistem yang kuat, berkelanjutan, dan mampu menggerakkan ekonomi desa secara konsisten,” ungkapnya.
Dengan penegasan ini, Pemkab Kukar menunjukkan konsistensinya dalam mewujudkan sektor pertanian yang lebih modern, produktif, dan berdaya saing sebagai bagian dari program besar Kukar Idaman.
ADV Bagian Prokompim Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















