KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Program Kredit Kukar Idaman (KKI) yang digagas Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, mengungkapkan bahwa serapan pinjaman dari program ini meningkat signifikan dan disertai tingkat kemacetan kredit yang sangat rendah.
Aulia menjelaskan bahwa penyertaan modal pemerintah daerah di Bank Kaltimtara akan dinaikkan dari Rp50 juta menjadi Rp150 juta sebagai bentuk komitmen memperkuat pembiayaan bagi pelaku UMKM. Langkah ini dinilai strategis untuk memperluas akses modal usaha yang murah, mudah, dan aman bagi masyarakat.
“Kita sudah komitmen menaikkan dari 50 juta jadi 150 juta. Dividen Rp21 miliar di tahun 2024 akan kita sertakan kembali ke Bank Kaltimtara sebagai penguatan program KKI,” tegasnya, Rabu (19/11/2025).
Ia menambahkan, penyertaan modal Kukar saat ini berada pada angka sekitar Rp42 miliar dengan penyaluran kredit yang telah mencapai lebih dari 70 persen. Tingkat kredit macet bahkan berada di bawah 2,5 persen, menunjukkan bahwa program ini berjalan sehat dan efektif. Pemerintah juga menyiapkan alokasi tambahan pada 2026 untuk memperbesar kapasitas pembiayaan.
“Sekarang kreditnya sangat sehat, serapan bagus, dan tingkat kemacetan di bawah 2,5 persen. Ini membuktikan uang yang diputar melalui program ini benar-benar produktif,” ujarnya.
Bupati menegaskan bahwa dampak ekonomi dari program KKI sudah terlihat jelas di lapangan. UMKM menjadi salah satu sektor yang mengalami pertumbuhan paling signifikan. Pelaku usaha kecil disebut semakin mampu memperluas produksi, menambah kapasitas, dan menaikkan kelas usahanya berkat dukungan akses permodalan yang lebih mudah.
“Peningkatan UMKM sangat terasa. Pertumbuhannya bagus, dampaknya eksponensial, dan pelaku usaha semakin kuat,” kata Aulia.
Selain UMKM, sektor pertanian dan perikanan juga mengalami peningkatan akibat perputaran dana yang sehat dari program KKI. Namun, kontribusi UMKM tetap menjadi penopang besar dalam menggerakkan ekonomi lokal. Pemerintah daerah menilai perputaran kredit ini telah menciptakan multiplier effect yang berdampak langsung pada kegiatan ekonomi masyarakat.
“Uang ini berputar, dari situ saja kita bisa melihat dampaknya pada UMKM, petani, hingga nelayan,” jelasnya.
Program Kredit Kukar Idaman merupakan salah satu upaya Pemkab Kukar untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dengan memberikan akses kredit berbunga rendah tanpa agunan berat. Melalui program ini, pemerintah ingin memastikan bahwa masyarakat pelaku usaha kecil dapat berkembang secara berkelanjutan dan mandiri.
Aulia menegaskan bahwa pemerintah akan terus mengawal program ini agar semakin banyak UMKM yang menikmati manfaatnya. Ia memastikan dukungan permodalan akan tetap menjadi prioritas dalam visi besar pembangunan ekonomi Kukar Idaman.
ADV Bagian Prokompim Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















