Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

BERITA DAERAH · 16 Des 2025 19:30 WITA ·

UMKM Binaan DP3A Kaltim Tampil di Bazar PHI ke-97, Hasrah Perkenalkan Abon Tuna Khas Produksinya


 Pelaku UMKM binaan DP3A Kalimantan Timur, Hasrah, memperkenalkan produk olahan industri rumah tangga berupa abon ikan tuna pada Bazar Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-97. Perbesar

Pelaku UMKM binaan DP3A Kalimantan Timur, Hasrah, memperkenalkan produk olahan industri rumah tangga berupa abon ikan tuna pada Bazar Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-97.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Timur turut ambil bagian dalam Opening Stand Bazar serta peresmian dan pengguntingan pita stan UMKM pada Acara Puncak Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-97 Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (16/12/2025).

Pelaku UMKM tersebut, Hasrah, memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan produk unggulan hasil produksinya sendiri kepada masyarakat, yakni abon ikan tuna. Kehadiran UMKM binaan DP3A Kaltim ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah daerah dalam mendorong pemberdayaan dan kemandirian ekonomi perempuan.

Saat dikonfirmasi wartawan, Hasrah menjelaskan bahwa dalam menjalankan usaha UMKM, aspek legalitas menjadi hal utama yang harus dipenuhi. Menurutnya, legalitas usaha menjadi pintu masuk agar produk dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

“Produk ini hasil produksi sendiri. Namun kita tidak bisa masuk ke dunia UMKM kalau belum memiliki legalitas. Langkah pertama yang harus diurus adalah Nomor Induk Berusaha atau NIB. NIB itu izin usaha,” jelas Hasrah.

Ia menerangkan bahwa dalam Nomor Induk Berusaha tercantum jenis produk yang dihasilkan, klasifikasi usaha, hingga bahan baku yang digunakan. Produk utama yang ia kembangkan saat ini adalah abon ikan tuna dengan bahan baku ikan tuna segar.

Hasrah mengungkapkan, bahan baku ikan tuna diperoleh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Selili, Samarinda. Dalam satu kali proses produksi, ia biasanya mengolah sekitar 3 hingga 4 kilogram ikan tuna, yang dibeli dengan harga sekitar Rp40.000 per kilogram.

“Biasanya sekali produksi 3 kilo, kadang 4 kilo. Belinya per kilo dari Pelelangan Selili,” ujarnya.

Dari bahan baku tersebut, ikan tuna diolah menjadi abon dengan kemasan 100 gram per bungkus. Ia menyebut abon tuna memiliki cita rasa khas yang membedakannya dari jenis abon ikan lainnya.

“Teksturnya lembut dan rasanya enak. Tidak pahit seperti tongkol. Kalau tuna itu rasanya lebih lembut,” katanya.

Saat ini, abon tuna produksi Hasrah tersedia dalam dua varian rasa, yakni original dan pedas. Untuk pemasaran, produknya telah masuk ke Galeri Etam Santan serta beberapa jaringan penjualan lokal. Selain itu, permintaan juga datang dari sejumlah komunitas dan tempat ibadah.

Ide usaha abon tuna ini, kata Hasrah, berawal dari kebiasaan pribadinya yang sering mengolah ikan tuna untuk konsumsi keluarga. Setelah menetap di Kalimantan Timur, ia melihat peluang usaha yang cukup besar untuk mengembangkan produk tersebut secara komersial. Diketahui, Hasrah merupakan perantau asal Parepare, Sulawesi Barat.

“Kebanyakan orang memang suka tuna. Dibandingkan abon layang atau tongkol, tuna lebih diminati,” ungkapnya.

Ke depan, Hasrah berharap usahanya dapat terus berkembang dan menembus pasar yang lebih luas. Ia optimistis abon tuna produksinya dapat dikenal tidak hanya di Samarinda dan Kalimantan Timur, tetapi juga di daerah lain di Indonesia hingga ke pasar internasional.

“Harapan saya abon tuna ini bisa terus berkembang dan maju, bukan hanya di Samarinda atau Kalimantan, tapi juga sampai ke Jakarta bahkan ke luar negeri,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 55 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan

11 September 2026 - 22:00 WITA

i70

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir

11 September 2026 - 21:00 WITA

i69

Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS

11 September 2026 - 20:00 WITA

i68

Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan

11 September 2026 - 19:00 WITA

i67

44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

11 September 2026 - 18:00 WITA

i66

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Pembayaran PT WATS, Tim Investigasi Segera Dibentuk

11 September 2026 - 17:00 WITA

i65
Trending di BERITA DAERAH