Menu

Mode Gelap
Polsek Muara Jawa Ringkus Pengedar Sabu, 42 Paket Narkoba Disita Dua Pengedar Sabu di Sebulu Ditangkap, Polres Kukar Amankan 10 Paket Sabu dan Jutaan Rupiah Tersasar di Hutan Sepaku, Rofik Ditemukan Selamat Setelah Operasi SAR Iduladha Pertama di Masjid Negara IKN, Ribuan Paket Kurban Disalurkan Untuk Warga dan Pekerja Sangkuliman Tampilkan Pesona Ekowisata dan Budaya Lokal

BERITA DAERAH · 16 Des 2025 19:30 WITA ·

UMKM Binaan DP3A Kaltim Tampil di Bazar PHI ke-97, Hasrah Perkenalkan Abon Tuna Khas Produksinya


 Pelaku UMKM binaan DP3A Kalimantan Timur, Hasrah, memperkenalkan produk olahan industri rumah tangga berupa abon ikan tuna pada Bazar Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-97. Perbesar

Pelaku UMKM binaan DP3A Kalimantan Timur, Hasrah, memperkenalkan produk olahan industri rumah tangga berupa abon ikan tuna pada Bazar Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-97.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Salah satu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Provinsi Kalimantan Timur turut ambil bagian dalam Opening Stand Bazar serta peresmian dan pengguntingan pita stan UMKM pada Acara Puncak Peringatan Hari Ibu (PHI) ke-97 Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (16/12/2025).

Pelaku UMKM tersebut, Hasrah, memanfaatkan momentum ini untuk memperkenalkan produk unggulan hasil produksinya sendiri kepada masyarakat, yakni abon ikan tuna. Kehadiran UMKM binaan DP3A Kaltim ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah daerah dalam mendorong pemberdayaan dan kemandirian ekonomi perempuan.

Saat dikonfirmasi wartawan, Hasrah menjelaskan bahwa dalam menjalankan usaha UMKM, aspek legalitas menjadi hal utama yang harus dipenuhi. Menurutnya, legalitas usaha menjadi pintu masuk agar produk dapat berkembang dan menjangkau pasar yang lebih luas.

“Produk ini hasil produksi sendiri. Namun kita tidak bisa masuk ke dunia UMKM kalau belum memiliki legalitas. Langkah pertama yang harus diurus adalah Nomor Induk Berusaha atau NIB. NIB itu izin usaha,” jelas Hasrah.

Ia menerangkan bahwa dalam Nomor Induk Berusaha tercantum jenis produk yang dihasilkan, klasifikasi usaha, hingga bahan baku yang digunakan. Produk utama yang ia kembangkan saat ini adalah abon ikan tuna dengan bahan baku ikan tuna segar.

Hasrah mengungkapkan, bahan baku ikan tuna diperoleh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Selili, Samarinda. Dalam satu kali proses produksi, ia biasanya mengolah sekitar 3 hingga 4 kilogram ikan tuna, yang dibeli dengan harga sekitar Rp40.000 per kilogram.

“Biasanya sekali produksi 3 kilo, kadang 4 kilo. Belinya per kilo dari Pelelangan Selili,” ujarnya.

Dari bahan baku tersebut, ikan tuna diolah menjadi abon dengan kemasan 100 gram per bungkus. Ia menyebut abon tuna memiliki cita rasa khas yang membedakannya dari jenis abon ikan lainnya.

“Teksturnya lembut dan rasanya enak. Tidak pahit seperti tongkol. Kalau tuna itu rasanya lebih lembut,” katanya.

Saat ini, abon tuna produksi Hasrah tersedia dalam dua varian rasa, yakni original dan pedas. Untuk pemasaran, produknya telah masuk ke Galeri Etam Santan serta beberapa jaringan penjualan lokal. Selain itu, permintaan juga datang dari sejumlah komunitas dan tempat ibadah.

Ide usaha abon tuna ini, kata Hasrah, berawal dari kebiasaan pribadinya yang sering mengolah ikan tuna untuk konsumsi keluarga. Setelah menetap di Kalimantan Timur, ia melihat peluang usaha yang cukup besar untuk mengembangkan produk tersebut secara komersial. Diketahui, Hasrah merupakan perantau asal Parepare, Sulawesi Barat.

“Kebanyakan orang memang suka tuna. Dibandingkan abon layang atau tongkol, tuna lebih diminati,” ungkapnya.

Ke depan, Hasrah berharap usahanya dapat terus berkembang dan menembus pasar yang lebih luas. Ia optimistis abon tuna produksinya dapat dikenal tidak hanya di Samarinda dan Kalimantan Timur, tetapi juga di daerah lain di Indonesia hingga ke pasar internasional.

“Harapan saya abon tuna ini bisa terus berkembang dan maju, bukan hanya di Samarinda atau Kalimantan, tapi juga sampai ke Jakarta bahkan ke luar negeri,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana
Editor  : Fairuzzabady
@2025
Artikel ini telah dibaca 45 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Tersasar di Hutan Sepaku, Rofik Ditemukan Selamat Setelah Operasi SAR

28 Mei 2026 - 19:00 WITA

hutan01

Sangkuliman Tampilkan Pesona Ekowisata dan Budaya Lokal

28 Mei 2026 - 09:00 WITA

703092475 122275769672165445 671834973514103866 n

Tinjau Penyembelihan Kurban di Sejumlah Titik, Bupati Kukar Dorong Semangat Berbagi dan Kepedulian Sosial

27 Mei 2026 - 16:00 WITA

pwi3

Gotong Royong Sembelih Kurban, PWI Kukar Perkuat Kebersamaan dan Sinergi

27 Mei 2026 - 15:00 WITA

pwi1

Viral Orangutan Kurus di Jalan Tambang Kaltim, Kisah Mauliyan dan Ariandi Jadi Alarm Rusaknya Habitat

26 Mei 2026 - 20:00 WITA

orangutan001

Dishub dan Satlantas Samarinda Tegas Tertibkan Truk Gandeng di Teuku Umar, Pelanggar Terancam Digembosi

26 Mei 2026 - 19:00 WITA

dishubkota03
Trending di BERITA DAERAH