KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) periode 2024–2029, Suriadi, menegaskan bahwa fokus utama kepengurusannya pasca pelantikan adalah penguatan struktur partai hingga ke tingkat kecamatan dan desa, serta mendorong proses regenerasi kader, khususnya dari kalangan generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Suriadi saat ditemui sejumlah media usai pelantikan dan pengukuhan pengurus DPD Partai Gelora Kukar, Jumat (9/1/2026) malam. Ia mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelantikan yang menurutnya berlangsung luar biasa dan penuh semangat kebersamaan.
“Alhamdulillah hari ini kami sudah resmi dilantik. Menurut saya ini pelantikan yang luar biasa. Ini menjadi titik awal perjuangan kami ke depan,” ujar Suriadi.
Ia juga menyampaikan bahwa Bupati Kutai Kartanegara sebenarnya dijadwalkan hadir dalam acara tersebut, namun berhalangan karena agenda lain. Meski demikian, pemerintah daerah tetap memberikan dukungan dan perhatian yang ditunjukkan melalui kehadiran Asisten I Setkab Kukar, Taufik.
“Pada prinsipnya pemerintah daerah memberikan apresiasi dan dukungan kepada Partai Gelora untuk bisa berkiprah ke depan, khususnya di Kutai Kartanegara,” katanya.
Suriadi menegaskan, Partai Gelora Kukar tidak ingin terburu-buru mengejar target politik elektoral. Saat ini, prioritas utama adalah membangun fondasi organisasi yang kuat dengan melengkapi struktur partai di seluruh kecamatan hingga tingkat desa.
“Kami tidak ingin buru-buru bicara soal target kursi. Yang paling penting sekarang adalah menyiapkan struktur partai di seluruh kecamatan dan desa. Setelah itu, kami ingin memperkenalkan Partai Gelora, termasuk visi dan mimpi besar kami kepada masyarakat,” jelasnya.
Menurut Suriadi, visi besar Partai Gelora adalah ikut berkontribusi mewujudkan Indonesia sebagai negara adidaya atau new super power melalui penguatan sumber daya manusia. Karena itu, ia menilai keterlibatan generasi Z dalam kepengurusan partai merupakan hal yang sangat strategis.
“Kehadiran Gen Z di Partai Gelora menunjukkan bahwa ada proses regenerasi dan kaderisasi yang berjalan. Di kepengurusan ini ada generasi baby boomer, milenial, hingga Gen Z. Ini membanggakan bagi saya, apalagi Partai Gelora masih terbilang partai baru dengan usia sekitar enam tahun,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Partai Gelora memberikan ruang yang luas bagi anak muda untuk berpikir kritis, berdiskusi, serta menyampaikan gagasan. Salah satu fokus pembinaan kader, khususnya generasi muda, adalah penguatan wawasan kebangsaan, keagamaan, dan geopolitik.
“Pengetahuan geopolitik itu penting. Sejarah kemerdekaan Indonesia pun tidak lepas dari dampak geopolitik global. Karena itu, kami mendorong Gen Z untuk belajar politik secara langsung melalui partai politik,” tegas Suriadi.
Ia menjelaskan bahwa materi pengembangan wawasan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kader internal, tetapi juga terbuka untuk masyarakat umum melalui kanal media sosial dan YouTube Partai Gelora.
Terkait posisi politik, Suriadi menegaskan bahwa Partai Gelora Kukar merupakan bagian dari koalisi pendukung Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara di bawah kepemimpinan Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin. Ke depan, Partai Gelora siap berkolaborasi dan mendukung seluruh program pemerintah daerah yang berdampak positif bagi masyarakat.
“Prinsip kami jelas, semua program yang memberikan manfaat dan dampak positif bagi masyarakat akan kami dukung. Terutama program yang sejalan dengan visi Gelora, seperti pengembangan sumber daya manusia, pendidikan, dan beasiswa,” ujarnya.
Untuk agenda jangka pendek, Suriadi menyebut Partai Gelora Kukar akan fokus pada rekrutmen kader dan penyempurnaan struktur partai di tingkat kecamatan (DPC). Saat ini, struktur DPC baru terbentuk di sekitar 10 dari total 20 kecamatan di Kukar.
“Target kami, sepanjang tahun 2026 struktur Partai Gelora sudah terbentuk di seluruh 20 kecamatan di Kutai Kartanegara,” pungkasnya.
Pewarta & Editor: Fairuzzabady @2026

















