Menu

Mode Gelap
Kebakaran Lahan di Samarinda Naik Lima Kali Lipat, 90 Persen Dipicu Aktivitas Manusia Kemarau Panjang Ganggu Dua IPA, PTMB Siapkan 17 Truk Tangki Untuk Warga Balikpapan Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan SAMS Sepinggan, Penumpang Turun 30 Persen Pantai Dusit Markoni Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Bahari Unggulan Balikpapan Penataan Lantai Enam Dan Tujuh Pasar Pagi Samarinda Gunakan Partisi, Pemkot Tunggu Data Pedagang

BERITA DAERAH · 2 Sep 2026 20:00 WITA ·

Pemkot Balikpapan Perkuat Pencegahan Karhutla di Tengah Cuaca Kering


 Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengimbau masyarakat tidak membakar lahan dan membuang puntung rokok sembarangan, mengingat kondisi kering meningkatkan risiko kebakaran. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengimbau masyarakat tidak membakar lahan dan membuang puntung rokok sembarangan, mengingat kondisi kering meningkatkan risiko kebakaran. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN — Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul kondisi cuaca kering yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi memicu munculnya api.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan. Kondisi vegetasi yang mengering akibat minimnya hujan membuat api lebih mudah menyala dan menyebar.

“Jangan membakar lahan dalam kondisi seperti sekarang,” kata Rahmad setelah menerima audiensi Tim Penyuluh Mabes TNI, Mabes Angkatan, dan Perwira Siswa Sesko TNI Dikreg 56 di Balikpapan, Rabu (2/9/2026).

Menurut Rahmad, kondisi kering yang telah berlangsung sekitar satu hingga dua bulan terakhir meningkatkan potensi terjadinya kebakaran di sejumlah wilayah. Karena itu, masyarakat diminta turut menjaga lingkungan dengan menghindari aktivitas yang dapat menjadi sumber api.

Selain pembakaran lahan, masyarakat juga diingatkan tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di kawasan yang dipenuhi rerumputan dan daun kering.

“Puntung rokok juga bisa menjadi pemicu kebakaran,” ujarnya.

Untuk memperkuat pencegahan, Pemkot Balikpapan terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Camat dan lurah diminta aktif memberikan imbauan sekaligus meningkatkan kewaspadaan warga di wilayah masing-masing.

Sejumlah kawasan yang dinilai memiliki potensi kerawanan lebih tinggi, seperti Kecamatan Balikpapan Timur dan Balikpapan Utara, menjadi salah satu sasaran penguatan sosialisasi pencegahan karhutla.

Rahmad menegaskan, pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan petugas pemadam kebakaran maupun satuan tugas. Peran masyarakat dinilai sangat penting karena potensi kebakaran dapat ditekan sejak sumber api pertama kali muncul.

“Pencegahan karhutla merupakan tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Dalam audiensi tersebut, Tim Penyuluh Mabes TNI bersama jajaran TNI Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, serta Perwira Siswa Sesko TNI Dikreg 56 turut membahas langkah pencegahan karhutla bersama Pemkot Balikpapan.

Pertemuan tersebut juga menjadi sarana untuk mengetahui kondisi serta kesiapan Balikpapan dalam menghadapi potensi kebakaran yang dipicu kondisi cuaca kering.

Rahmad menyebut pemerintah pusat telah menyiagakan sekitar 1.400 personel untuk mendukung penanganan kebakaran di wilayah Kalimantan. Dari jumlah tersebut, sekitar 100 personel ditempatkan di Balikpapan untuk memperkuat kesiapsiagaan.

Meski tingkat kerawanan kebakaran di Balikpapan masih berada pada kategori sedang, Pemkot tetap meningkatkan langkah antisipasi. Upaya tersebut dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas dan berdampak terhadap permukiman maupun kawasan lingkungan lainnya.

Usai audiensi, Tim Penyuluh melanjutkan kegiatan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat di Kantor Kelurahan Lamaru, Kecamatan Balikpapan Timur. Penyuluhan diikuti para ketua RT dan RW serta sejumlah pemilik lahan di wilayah tersebut.

Perwira Siswa Sesko TNI Kolonel Inf Akhmad Juni Toa mengatakan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat deteksi dini dan pencegahan karhutla.

“Masyarakat sangat penting dalam mencegah kebakaran,” katanya.

Menurutnya, masyarakat merupakan pihak yang paling dekat dengan wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran. Dengan demikian, warga dapat lebih cepat mengenali tanda-tanda awal munculnya api dan segera melaporkannya kepada pihak terkait.

Karena itu, penanganan bencana berbasis komunitas perlu terus diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, aparat, pemilik lahan, serta masyarakat.

Kegiatan penyuluhan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Tim Penyuluh Mabes TNI, Mabes Angkatan, dan Perwira Siswa Sesko TNI Dikreg 56 di Balikpapan. Tim tersebut di antaranya terdiri dari Kolonel Inf Akhmad Juni Toa, Kolonel Inf Ary Sutrisno, Kolonel Laut (P) Topan Agung Yuwono, dan Kolonel Pnb Dodik Supriyanto.

Melalui sinergi lintas sektor dan keterlibatan aktif masyarakat, Pemkot Balikpapan berharap potensi karhutla selama kondisi cuaca kering dapat ditekan. Deteksi dan pencegahan sejak dini diharapkan mampu mencegah api berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Kebakaran Lahan di Samarinda Naik Lima Kali Lipat, 90 Persen Dipicu Aktivitas Manusia

8 September 2026 - 12:30 WITA

i31

Kemarau Panjang Ganggu Dua IPA, PTMB Siapkan 17 Truk Tangki Untuk Warga Balikpapan

7 September 2026 - 23:00 WITA

i30

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan SAMS Sepinggan, Penumpang Turun 30 Persen

7 September 2026 - 22:00 WITA

i29

Pantai Dusit Markoni Berpotensi Jadi Destinasi Wisata Bahari Unggulan Balikpapan

7 September 2026 - 21:00 WITA

i28

Penataan Lantai Enam Dan Tujuh Pasar Pagi Samarinda Gunakan Partisi, Pemkot Tunggu Data Pedagang

7 September 2026 - 20:00 WITA

i27

Komisi II DPRD Samarinda Apresiasi Komunikasi Pemkot Dan Pedagang Pasar Pagi

7 September 2026 - 19:04 WITA

i26
Trending di BERITA DAERAH