Menu

Mode Gelap
Galeri Arsip Daerah Balikpapan Resmi Dibuka, Jadi Ruang Belajar Sejarah bagi Generasi Muda Pengelolaan IPA Bendang 1 Memanas, PT WATS Keberatan Operasional Diambil Alih Perumda Semarak Bulan Gemar Membaca, Dispustakar Balikpapan Gelar Mini Festival Literasi Pemkot Balikpapan Perkuat Pencegahan Karhutla di Tengah Cuaca Kering DPRD Samarinda Bahas Raperda Kebakaran, Keselamatan Fasilitas Publik Jadi Sorotan

BERITA DAERAH · 3 Sep 2026 11:00 WITA ·

Semarak Bulan Gemar Membaca, Dispustakar Balikpapan Gelar Mini Festival Literasi


 Bunda Literasi Kota Balikpapan Hj Nurlena Rahmad Mas’ud didampingi Kepala Dispustakar Balikpapan Neny Dwi Winahyu melihat koleksi buku dalam kegiatan Bazar Buku Murah dan UMKM di Kantor Dispustakar Balikpapan, Kamis (3/9/2026). Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Bunda Literasi Kota Balikpapan Hj Nurlena Rahmad Mas’ud didampingi Kepala Dispustakar Balikpapan Neny Dwi Winahyu melihat koleksi buku dalam kegiatan Bazar Buku Murah dan UMKM di Kantor Dispustakar Balikpapan, Kamis (3/9/2026). Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN — Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (Dispustakar) Kota Balikpapan menggelar rangkaian kegiatan Hari Kunjungan Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 2026. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 3–5 September 2026, di Kantor Dispustakar Balikpapan ini dikemas dalam konsep mini festival literasi.

Beragam kegiatan dihadirkan untuk meningkatkan minat baca sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan. Agenda tersebut meliputi bazar buku murah, bazar UMKM, pameran buku karya penulis lokal, lomba cerdas cermat literasi, pelatihan literasi digital, hingga bedah buku.

Bunda Literasi Kota Balikpapan, Hj Nurlena Rahmad Mas’ud, mengatakan literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis. Menurutnya, kegiatan literasi juga menjadi sarana membentuk karakter, kreativitas, serta keberanian anak sejak usia sekolah.

Ia mengapresiasi lomba cerdas cermat literasi karena dapat melatih peserta berpikir cepat sekaligus berani menyampaikan jawaban di hadapan orang lain.

“Literasi juga membentuk karakter dan keberanian,” kata Nurlena saat membuka kegiatan, Kamis (3/9/2026).

Menurut Nurlena, keberanian berbicara di depan publik perlu dilatih sejak dini. Kemampuan tersebut dinilai penting bagi anak-anak dalam menghadapi berbagai tantangan pendidikan maupun kehidupan sosial di masa mendatang.

Ia juga mengingatkan para peserta agar tidak takut salah ketika menyampaikan pendapat. Sebab, proses belajar tidak hanya ditentukan dari benar atau salahnya sebuah jawaban, tetapi juga dari keberanian untuk mencoba.

“Jangan takut salah, yang penting berani tampil,” ujarnya.

Selain kemampuan membaca, Nurlena mendorong pelajar memanfaatkan perkembangan teknologi untuk memperluas pengetahuan. Menurutnya, perpustakaan juga harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman dan perkembangan teknologi digital.

“Perpustakaan juga harus mengikuti perkembangan teknologi,” katanya.

Ia menekankan, generasi muda Balikpapan perlu dipersiapkan menjadi generasi yang cerdas, kritis, kreatif, dan memiliki karakter kuat. Karena itu, kegiatan literasi diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat.

“Kita ingin membangun generasi yang cerdas dan berkarakter,” tegas Nurlena.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat semakin mendekatkan anak-anak dengan perpustakaan serta mendorong budaya membaca dalam kehidupan sehari-hari.

“Anak-anak kita adalah generasi emas 2045,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dispustakar Kota Balikpapan, Neny Dwi Winahyu, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum untuk meningkatkan minat masyarakat berkunjung ke perpustakaan sekaligus memperluas akses terhadap berbagai bahan bacaan.

Menurut Neny, September ditetapkan pemerintah sebagai Bulan Gemar Membaca, sedangkan 14 September diperingati sebagai Hari Kunjung Perpustakaan.

“September merupakan Bulan Gemar Membaca,” kata Neny.

Selain menjadi bagian dari agenda literasi, rangkaian kegiatan tersebut juga dirangkai dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Salah satu kegiatan utama adalah lomba cerdas cermat literasi yang melibatkan pelajar tingkat SMP dan sederajat dari sekolah negeri maupun swasta se-Kota Balikpapan. Sebanyak 30 tim ambil bagian dalam perlombaan tersebut, dengan masing-masing tim terdiri dari tiga peserta.

Para peserta terlebih dahulu mengikuti babak penyisihan. Selanjutnya, sembilan tim terbaik akan melaju ke babak final untuk memperebutkan posisi juara.

Neny meminta seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan semangat dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Semangat dan ikuti perlombaan secara fair,” pesannya.

Ia berharap pelaksanaan lomba dapat dikembangkan pada tahun berikutnya sehingga semakin banyak sekolah tingkat SMP dan sederajat di Balikpapan yang dapat berpartisipasi.

Selain perlombaan, Dispustakar juga menggandeng sejumlah pihak untuk menggelar pelatihan literasi digital yang ditujukan bagi pelajar tingkat SD dan SMP. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 130 peserta.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan pada Sabtu dengan agenda bedah buku yang menghadirkan sejumlah penulis lokal Balikpapan, salah satunya Nurul Midayati, yang juga berprofesi sebagai guru di salah satu SMA negeri.

Kunjungan Perpustakaan Capai 116 Ribu Pengunjung

Di sisi lain, Dispustakar Balikpapan terus berupaya meningkatkan budaya literasi melalui perluasan akses layanan perpustakaan, baik secara langsung maupun digital.

Neny menyebut, sepanjang 2025 jumlah kunjungan ke layanan perpustakaan di Balikpapan mencapai sekitar 116 ribu pengunjung. Jumlah tersebut merupakan akumulasi kunjungan langsung dan akses terhadap layanan perpustakaan digital.

Sementara itu, sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah kunjungan telah mencapai sekitar 62 ribu pengunjung. Capaian tersebut menjadi indikator positif terhadap peningkatan minat masyarakat memanfaatkan layanan perpustakaan.

“Alhamdulillah, kunjungannya terus meningkat,” ujar Neny.

Untuk memperluas akses literasi hingga tingkat lingkungan, Dispustakar juga memiliki tujuh perpustakaan kelurahan serta taman bacaan masyarakat yang tersebar di 20 kelurahan.

Menurut Neny, taman bacaan masyarakat tersebut secara bertahap akan dikembangkan menjadi perpustakaan umum. Upaya tersebut sekaligus diarahkan untuk meningkatkan kualitas layanan dan mendapatkan akreditasi dari Perpustakaan Nasional.

Dari 20 perpustakaan yang dikembangkan tersebut, sebanyak 10 di antaranya telah mendapatkan pengakuan akreditasi dari Perpustakaan Nasional sebagai perpustakaan umum.

“Kami terus mendorong peningkatan kualitas perpustakaan,” pungkas Neny.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Dispustakar Balikpapan berharap budaya membaca semakin tumbuh di tengah masyarakat. Tidak hanya melalui buku, literasi juga diharapkan berkembang melalui pemanfaatan teknologi dan berbagai sumber informasi yang edukatif, sehingga mampu membentuk generasi Balikpapan yang berpengetahuan, kritis, kreatif, dan berkarakter.

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 1 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Galeri Arsip Daerah Balikpapan Resmi Dibuka, Jadi Ruang Belajar Sejarah bagi Generasi Muda

3 September 2026 - 13:00 WITA

h72

Pengelolaan IPA Bendang 1 Memanas, PT WATS Keberatan Operasional Diambil Alih Perumda

3 September 2026 - 12:00 WITA

h71

Pemkot Balikpapan Perkuat Pencegahan Karhutla di Tengah Cuaca Kering

2 September 2026 - 20:00 WITA

h69

DPRD Samarinda Bahas Raperda Kebakaran, Keselamatan Fasilitas Publik Jadi Sorotan

2 September 2026 - 19:00 WITA

h68

Raperda Kebakaran Samarinda Matangkan Sistem Proteksi Gedung dan Pengaturan Relawan

2 September 2026 - 18:00 WITA

h67

Raperda Pariwisata Samarinda Diarahkan Jadi Roadmap Pengembangan Destinasi dan Ekonomi

2 September 2026 - 17:00 WITA

h66
Trending di BERITA DAERAH