Menu ✖

Mode Gelap
Hadiri Pelantikan PMII Samarinda, Celni Pita Sari Dorong Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah Distanak Kukar Sediakan Klinik Hewan Gratis, Bisa Periksa hingga Operasi DP2KB Kukar Tegaskan Layanan KB Gratis Tersedia di Puskesmas hingga Rumah Sakit Sunggono Buka Sertifikasi dan Munaqosyah Akbar 500 Guru Mengaji se-Kukar Operasi Narkoba Gunung Bugis Diapresiasi, Pemerintah dan DPRD Balikpapan Dorong Penindakan Berkelanjutan

SENI BUDAYA · 29 Sep 2025 13:15 WITA ·

Prosesi Merebahkan Tiang Ayu, Tanda Berakhirnya Erau Adat Kutai 2025


 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Aji Muhammad Arifin, memimpin ritual sakral merebahkan Tiang Ayu sebagai penanda berakhirnya Erau Adat Kutai 2025. Perbesar

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Aji Muhammad Arifin, memimpin ritual sakral merebahkan Tiang Ayu sebagai penanda berakhirnya Erau Adat Kutai 2025.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Merebahkan Tiang Ayu menjadi prosesi sakral terakhir yang menandai berakhirnya perhelatan Erau Adat Kutai 2025. Pusaka Sangkoh Piatu atau Tiang Ayu, yang selama tujuh hari tujuh malam berdiri tegak di tengah ruang Stinggil Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, direbahkan kembali ke posisi semula, Senin (29/9/2025) pagi.

Ritual dilaksanakan saat matahari mulai meninggi di ufuk timur. Menjelang upacara, para pangkon laki dan pangkon bini duduk berjajar di sisi kanan dan kiri ruang Stinggil. Di tengah ruangan, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Aji Muhammad Arifin, bersama para kerabat Kesultanan berdiri menghadap Sangkoh Piatu. Sementara itu, belian laki dan belian bini menempati posisi di kanan dan kiri susunan tambak karang yang dilapisi kasur kuning, tempat pembaringan Tiang Ayu.

Setelah Sultan hadir, prosesi dimulai. Empat kerabat Kesultanan berdiri di sisi Sangkoh Piatu, kemudian pusaka tersebut digoyangkan menyerupai batang pohon yang akan ditumbangkan. Setelah itu, Tiang Ayu direbahkan di atas kasur kuning sebagai tanda berakhirnya rangkaian sakral Erau.

Usai prosesi, para kerabat Kesultanan, belian, pangkon, serta tamu undangan memberikan sembah hormat kepada Sultan atas terlaksananya Erau Adat 2025. Perayaan adat yang telah berlangsung turun-temurun selama ratusan tahun ini pun ditutup dengan ungkapan syukur kepada Sang Pencipta.

Prosesi turut dihadiri Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, Wakil Bupati Rendi Solihin, unsur Forkopimda, pejabat daerah, serta para tamu undangan. Dalam kesempatan itu, Bupati Aulia menyampaikan apresiasi kepada pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, kerabat Kesultanan, dan seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan Erau 2025.

“Erau Adat Kutai ini merupakan agenda yang telah ditetapkan oleh Pemkab Kukar sebagai bentuk komitmen untuk menjaga dan melestarikan adat, seni, dan budaya di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ungkapnya.

Bupati Aulia juga berharap kerja sama yang telah terjalin antara Pemkab Kukar dan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dapat terus dipertahankan. “Semoga kebersamaan ini bisa terus terjaga demi melestarikan seni budaya dan mewariskannya kepada generasi anak cucu kita,” harapnya.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 43 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

BeSeprah Erau Adat Kutai 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Pererat Kebersamaan

24 September 2026 - 13:00 WITA

k95

Erau 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kukar Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya dan Kebersamaan

20 September 2026 - 12:00 WITA

k48

Tiang Ayu Ditegakkan, Tandai Dimulainya Erau Adat Kutai 2026

20 September 2026 - 11:00 WITA

k47

Merangin, Ritual Sakral Kesultanan Kutai Menandai Awal Perjalanan Menuju Erau

19 September 2026 - 09:00 WITA

k45

Menjamu Benua Digelar, Kesultanan Kutai Sambut Erau 2026

17 September 2026 - 20:00 WITA

k33

Beluluh Sultan Buka Jalan Menuju Semarak Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 14:00 WITA

k26
Trending di BERITA DAERAH