Menu

Mode Gelap
Camat Samarinda Ulu Apresiasi Aksi Penghijauan PDI Perjuangan, Dinilai Dukung Ketahanan Pangan dan Iklim Peringati Bulan Bung Karno, PDI Perjuangan Samarinda Tanam Bibit Buah di Folder Air Hitam Perjalanan Pulang Bagus, Eboni, dan Ruby: Enam Tahun Belajar Menjadi Liar, Kini Kembali ke Hutan Kalimantan Dari Rantai ke Rimba, Tiga Orangutan Akhirnya Kembali ke Habitat Alami Setelah Bertahun-tahun Direhabilitasi Dandim 0906/Kukar Ajak Wartawan Perangi Hoaks dan Jaga Persatuan Bangsa

SENI BUDAYA · 29 Sep 2025 13:15 WITA ·

Prosesi Merebahkan Tiang Ayu, Tanda Berakhirnya Erau Adat Kutai 2025


 Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Aji Muhammad Arifin, memimpin ritual sakral merebahkan Tiang Ayu sebagai penanda berakhirnya Erau Adat Kutai 2025. Perbesar

Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Aji Muhammad Arifin, memimpin ritual sakral merebahkan Tiang Ayu sebagai penanda berakhirnya Erau Adat Kutai 2025.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Merebahkan Tiang Ayu menjadi prosesi sakral terakhir yang menandai berakhirnya perhelatan Erau Adat Kutai 2025. Pusaka Sangkoh Piatu atau Tiang Ayu, yang selama tujuh hari tujuh malam berdiri tegak di tengah ruang Stinggil Keraton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, direbahkan kembali ke posisi semula, Senin (29/9/2025) pagi.

Ritual dilaksanakan saat matahari mulai meninggi di ufuk timur. Menjelang upacara, para pangkon laki dan pangkon bini duduk berjajar di sisi kanan dan kiri ruang Stinggil. Di tengah ruangan, Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-XXI, Aji Muhammad Arifin, bersama para kerabat Kesultanan berdiri menghadap Sangkoh Piatu. Sementara itu, belian laki dan belian bini menempati posisi di kanan dan kiri susunan tambak karang yang dilapisi kasur kuning, tempat pembaringan Tiang Ayu.

Setelah Sultan hadir, prosesi dimulai. Empat kerabat Kesultanan berdiri di sisi Sangkoh Piatu, kemudian pusaka tersebut digoyangkan menyerupai batang pohon yang akan ditumbangkan. Setelah itu, Tiang Ayu direbahkan di atas kasur kuning sebagai tanda berakhirnya rangkaian sakral Erau.

Usai prosesi, para kerabat Kesultanan, belian, pangkon, serta tamu undangan memberikan sembah hormat kepada Sultan atas terlaksananya Erau Adat 2025. Perayaan adat yang telah berlangsung turun-temurun selama ratusan tahun ini pun ditutup dengan ungkapan syukur kepada Sang Pencipta.

Prosesi turut dihadiri Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri, Wakil Bupati Rendi Solihin, unsur Forkopimda, pejabat daerah, serta para tamu undangan. Dalam kesempatan itu, Bupati Aulia menyampaikan apresiasi kepada pihak Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, kerabat Kesultanan, dan seluruh pihak yang telah menyukseskan pelaksanaan Erau 2025.

“Erau Adat Kutai ini merupakan agenda yang telah ditetapkan oleh Pemkab Kukar sebagai bentuk komitmen untuk menjaga dan melestarikan adat, seni, dan budaya di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ungkapnya.

Bupati Aulia juga berharap kerja sama yang telah terjalin antara Pemkab Kukar dan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura dapat terus dipertahankan. “Semoga kebersamaan ini bisa terus terjaga demi melestarikan seni budaya dan mewariskannya kepada generasi anak cucu kita,” harapnya.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 31 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Diguyur Hujan, Festival Budaya Dayak Kenyah Tetap Dipadati Ribuan Pengunjung

29 Juni 2026 - 10:02 WITA

a127

Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 Diserbu Pengunjung, Panitia Dorong Peningkatan Fasilitas

29 Juni 2026 - 09:00 WITA

a126

Festival Budaya Dayak Kenyah Ditutup Meriah, Ketua Adat Pampang Bangga Antusiasme Masyarakat

29 Juni 2026 - 08:00 WITA

a125

Tari Kembar 4 Meriahkan Festival Budaya Pampang, Simbol Harmoni Dayak dan Jawa di Samarinda

25 Juni 2026 - 19:00 WITA

a99

Festival Budaya Dayak Kenyah Jadi Sarana Pelestarian Tradisi dan Penggerak Ekonomi Masyarakat Pampang

25 Juni 2026 - 16:00 WITA

a96

HUT ke-53 Desa Budaya Pampang, Andi Harun Ajak Generasi Muda Jaga Warisan Budaya dan Kelestarian Alam

25 Juni 2026 - 13:00 WITA

a93
Trending di BERITA DAERAH