KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali memperkuat upaya menghadirkan pendidikan inklusif yang merata melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kompetensi Guru Inklusi SD Gelombang II. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 9 hingga 11 November 2025, bertempat di Hotel Grand Fatma, Tenggarong.
Plt. Sekretaris Disdikbud Kukar, Pujianto, menjelaskan bahwa bimtek ini merupakan bagian dari layanan pendidikan inklusif dan berdiferensiasi yang wajib diberikan kepada seluruh peserta didik tanpa terkecuali. Guru-guru SD dibekali kemampuan untuk memahami karakter setiap anak, termasuk mengidentifikasi kebutuhan khusus yang memerlukan layanan intervensi tertentu.
“Pendidikan inklusif menuntut kita memberikan layanan sesuai karakter masing-masing siswa. Dari awal kita harus tahu kategorinya, sehingga guru dapat menentukan intervensi atau terapi apa yang tepat,” ungkap Pujianto pada Jumat (14/11/2025).
Lebih dari 200 guru SD mengikuti kegiatan ini. Mereka memperoleh materi tentang cara mengidentifikasi dan melakukan asesmen terhadap karakteristik anak berkebutuhan khusus (ABK). Tujuannya, agar guru mampu menentukan langkah pendampingan sejak siswa pertama kali masuk sekolah.
“Ketika proses asesmen dilakukan sejak awal, guru akan tahu apa yang harus dilakukan dan terapi apa yang harus diberikan. Karena itu kami hadirkan praktisi yang langsung berkaitan dengan ABK,” jelasnya.
Disdikbud Kukar menghadirkan berbagai narasumber profesional, mulai dari terapis rumah sakit, guru SLB, hingga praktisi disabilitas. Materi yang diberikan tidak hanya bersifat teori, tetapi juga praktik langsung sehingga mudah dipahami oleh peserta. Antusiasme guru sangat terlihat selama pelatihan.
“Kemarin teman-teman guru sangat antusias. Mereka senang mendapatkan ilmu baru terkait penanganan anak berkebutuhan khusus,” lanjut Pujianto.
Selain untuk jenjang SD, program peningkatan kompetensi guru inklusi juga akan berlanjut bagi guru SMP. Pada akhir November ini, guru SMP dijadwalkan mengikuti pemagangan di salah satu sekolah rujukan inklusi.
“Nanti guru SMP akan dimagangkan sekitar sembilan hari secara bertahap untuk belajar langsung di sekolah inklusi,” tambahnya.
Melalui rangkaian bimtek ini, Disdikbud Kukar berharap layanan pendidikan inklusif di seluruh satuan pendidikan semakin berkualitas, sehingga setiap anak mendapatkan kesempatan belajar yang adil dan sesuai kebutuhannya.
ADV Disdikbud Kukar Pewarta : Indirwan Editor : Fairuzzabady @2025

















