KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Suasana Gang 1, Kelurahan Gunung Kelua, RT 37, tampak lebih hidup pada Selasa (18/11/2025) malam. Warga berkumpul untuk menyampaikan langsung berbagai keluhan lingkungan kepada Anggota DPRD Kota Samarinda, Rusdi Doviyanto, dalam agenda Reses Masa Sidang III.
Acara dimulai dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan sambutan oleh Ketua RT 37 yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran wakil rakyat di lingkungan mereka. Ia menekankan pentingnya forum reses sebagai ruang warga untuk menyampaikan persoalan yang selama ini dirasakan.
“Terima kasih kepada Pak Rusdi yang sudah hadir mendengarkan keluhan kami secara langsung. Semoga malam ini menjadi momentum untuk memperjelas kebutuhan warga dan mempercepat perbaikan yang kami harapkan,” ujarnya dalam sambutannya.
Setelah itu, Rusdi yang akrab disapa Dovi dan menjabat sebagai Sekretaris Komisi II DPRD Samarinda turut menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan warga.
“Saya sangat berterima kasih. Sekitar 150 suara dari sini ikut mengantarkan saya ke DPRD. Aspirasi warga Gunung Kelua RT 37, insya Allah, akan saya perjuangkan,” ucapnya.
Keluhan Infrastruktur yang Sudah Lama Dirasakan
Dalam sesi dialog, warga menyampaikan sejumlah persoalan yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Drainase yang tidak mampu menampung air saat hujan, jalan lingkungan yang mulai rusak, hingga turap yang rawan longsor menjadi isu utama.
Masalah air bersih juga menjadi perhatian. Warga menuturkan bahwa tekanan air PDAM sering lemah akibat jaringan masih menggunakan pipa berdiameter kecil. Mereka berharap peningkatan jaringan ke pipa sekunder dapat segera direalisasikan.
Kondisi jaringan listrik pun memprihatinkan. Sejumlah kabel terlihat menggelayut rendah dan rawan tersangkut dahan pohon. Warga meminta pergantian tiang listrik yang lebih tinggi agar area sekitar lebih aman.
Aspirasi lain seperti penggantian karpet langgar juga disampaikan dalam forum tersebut.
Usulan Fogging Gratis Meningkat Menjelang Musim Penghujan
Warga juga mengajukan permintaan fogging gratis untuk mencegah penyebaran demam berdarah (DBD). Mereka menyampaikan bahwa populasi nyamuk mulai meningkat memasuki musim hujan, sehingga diperlukan penanganan segera.
Menanggapi aspirasi tersebut, Dovi menyatakan kesiapannya.
“Fogging ini penting untuk mencegah DBD. Nanti saya koordinasikan dengan Dinas Kesehatan atau puskesmas terdekat agar bisa dijadwalkan. Kita upayakan supaya fogging dilakukan tanpa membebani warga,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kebersihan lingkungan tetap menjadi kunci utama.
“Fogging itu hanya membunuh nyamuk dewasa. Yang terpenting, jangan ada genangan air dan lingkungan tetap bersih,” tambahnya.

Keterangan Foto: Foto bersama usai pelaksanaan reses Anggota DPRD Kota Samarinda Rusdi Doviyanto dengan warga RT 37 Gunung Kelua. Warga sebelumnya menyampaikan berbagai aspirasi mulai dari perbaikan infrastruktur, peningkatan jaringan air bersih, penataan kabel listrik, hingga permintaan fogging gratis. (Foto: Yana)
Diupayakan Masuk Anggaran 2026
Menanggapi persoalan infrastruktur, Dovi memastikan bahwa beberapa usulan warga telah ia komunikasikan dengan perangkat daerah terkait.
“Insya Allah kita dorong masuk di anggaran 2026. Kalau nantinya masih belum cukup, akan kita lanjutkan pada anggaran perubahan 2027. Proposal dari warga juga sudah saya minta supaya prosesnya lebih cepat,” ujarnya.
Ia menegaskan kembali komitmennya kepada wartawan. “Banjir, jalan lingkungan, turap, sampai air bersih semuanya akan kita kawal. Warga berharap pipa PDAM bisa diganti menjadi pipa sekunder, dan itu sudah kita komunikasikan,” ungkapnya.
Koordinasi Lintas Instansi Siap Dipercepat
Dovi menyatakan akan memperkuat koordinasi dengan sejumlah instansi, meliputi:
PLN/UP3 pergantian tiang listrik yang lebih tinggi dan penataan kabel yang menggelayut.
PDAM peningkatan jaringan air bersih dari pipa kecil ke pipa sekunder.
Dinas PUPR perbaikan drainase, jalan lingkungan, dan turap rawan longsor.
Dinas Kesehatan pelaksanaan fogging gratis sebagai langkah pencegahan DBD.
Ia menambahkan bahwa beberapa usulan warga sebenarnya sudah masuk dalam persiapannya sebelum reses berlangsung.
“Saya sudah beberapa kali turun ke RT 37. Proposal warga sudah saya minta jauh-jauh hari untuk dimasukkan ke pokok pikiran anggaran 2026,” jelasnya.
Doa dan Harapan Menutup Pertemuan
Menutup kegiatan, Dovi mengajak warga terus memberikan dukungan dan menjaga komunikasi agar seluruh proses pengawalan aspirasi berjalan lancar.
“Mohon doanya. Semoga semua urusan dimudahkan, dan saya bisa terus memperjuangkan kebutuhan warga RT 37,” tutupnya.
Pewarta : Yana Editor : Fathur @2025

















