KUMALANEWS.ID, KUTAI TIMUR – Sekretaris Kabupaten (Seskab) Kutai Timur, Rizali Hadi, menyatakan komitmen Pemkab Kutim untuk memastikan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN tidak terpangkas signifikan, meskipun proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kutim tahun 2026 diperkirakan turun drastis menjadi Rp4,8 triliun.
Rizali Hadi, yang juga Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), mengakui penurunan APBD ini berpotensi menekan belanja, terutama belanja pegawai. Namun, ia menegaskan bahwa kesejahteraan ASN tetap menjadi prioritas utama.
Pemkab tengah mencari “formula” terbaik agar TPP tetap berada pada level wajar, meskipun ada tekanan fiskal. Tantangan anggaran semakin besar mengingat jumlah ASN Kutim yang mencapai lebih dari 5.676 pegawai, termasuk pengangkatan 4.303 tenaga honorer menjadi PPPK pada tahun 2024. Untuk menjaga stabilitas fiskal tanpa mengorbankan hak ASN, Pemkab terus berupaya mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
ADV Diskominfo SP Kutim

















