Menu

Mode Gelap
RDP DPRD Kukar Bahas Nasib Ribuan Warga Tahura, Camat Samboja Barat Minta Kejelasan Penertiban DPRD Kukar Tegaskan Tak Ada Penggusuran Warga Lama di Kawasan Hutan Bukit Soeharto Kepergok Mencuri di Wisata Air Terjun Perjiwa, Pelaku Ditangkap Saat Tertidur di Depan Rumah Polemik Gereja Mangkungpalas, Wawali Samarinda Akui Belum Terima Laporan Lengkap Perizinan Komisi II DPRD Samarinda Sorot Keuangan Daerah, Dari Dana Mengendap Hingga Aset Belum Optimal

BERITA DAERAH · 18 Nov 2025 14:45 WITA ·

Sinergi Multi-Pihak Lawan Stunting: Kecamatan Bengalon Libatkan Perangkat Desa dan Nakes dalam Penguatan Program Intervensi Gizi


 Sinergi Multi-Pihak Lawan Stunting: Kecamatan Bengalon Libatkan Perangkat Desa dan Nakes dalam Penguatan Program Intervensi Gizi Perbesar

KUMALANEWS.ID, KUTAI TIMUR – Pemerintah Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, menunjukkan keseriusan dan komitmen kolektifnya dalam upaya penurunan angka stunting dengan menggelar Rembug Stunting Tingkat Kecamatan pada 17 November 2025.

Acara ini secara fundamental merupakan wujud tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan di Bengalon untuk berkolaborasi secara intensif. Tujuannya adalah mewujudkan “Generasi Emas, Bebas Stunting” di wilayah tersebut. Visi ini menekankan pentingnya mempersiapkan generasi penerus yang sehat optimal, cerdas, dan bebas dari hambatan tumbuh kembang kronis akibat kekurangan gizi.

Sinergi Multi-Sektoral

Rembug Stunting ini dirancang sebagai ruang strategis yang mempertemukan berbagai elemen krusial dalam pencegahan stunting, meliputi:

  1. Pemerintah Kecamatan: Sebagai koordinator wilayah yang bertanggung jawab memimpin implementasi program.
  2. Perangkat Desa: Termasuk Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), dan kader-kader desa, yang menjadi ujung tombak pelaksanaan intervensi langsung kepada masyarakat.
  3. Tenaga Kesehatan: Dari Puskesmas dan Posyandu, yang berperan dalam identifikasi kasus, penyuluhan gizi, serta pemantauan tumbuh kembang anak.
  4. Seluruh Pemangku Kepentingan Lainnya: Seperti tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan perusahaan melalui program CSR, serta organisasi masyarakat sipil.

Penguatan Strategi Terpadu

Forum ini digunakan untuk:

  • Analisis Data: Mengevaluasi data stunting terkini di Bengalon untuk mengidentifikasi desa atau wilayah yang paling membutuhkan intervensi.
  • Perumusan Strategi: Memperkuat dan menyelaraskan berbagai strategi pencegahan dan penanganan stunting yang bersifat terpadu. Strategi ini mencakup intervensi gizi spesifik (kesehatan) dan intervensi gizi sensitif (lingkungan, air bersih, sanitasi, dan ketahanan pangan keluarga).
  • Komitmen Bersama: Memastikan bahwa setiap sektor memiliki peran dan tanggung jawab yang jelas, sehingga intervensi dapat dilakukan secara efisien, tidak tumpang tindih, dan mampu menjangkau sasaran, terutama 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak.

Dengan adanya Rembug Stunting ini, Kecamatan Bengalon menegaskan bahwa perjuangan melawan stunting adalah agenda prioritas pembangunan daerah yang membutuhkan mobilisasi sumber daya dan sinergi dari semua pihak untuk mencapai target nasional.

 

ADV Diskominfo SP Kutim
Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

RDP DPRD Kukar Bahas Nasib Ribuan Warga Tahura, Camat Samboja Barat Minta Kejelasan Penertiban

27 April 2026 - 20:00 WITA

rdpkukar3

DPRD Kukar Tegaskan Tak Ada Penggusuran Warga Lama di Kawasan Hutan Bukit Soeharto

27 April 2026 - 19:30 WITA

rdpkukar1

Polemik Gereja Mangkungpalas, Wawali Samarinda Akui Belum Terima Laporan Lengkap Perizinan

27 April 2026 - 18:00 WITA

wawali1

Komisi II DPRD Samarinda Sorot Keuangan Daerah, Dari Dana Mengendap Hingga Aset Belum Optimal

27 April 2026 - 17:00 WITA

dprdkota04

Tinjau Proyek TPA, Pansus LKPJ DPRD Samarinda Sorot Hasil Belum Maksimal Meski Anggaran Besar

27 April 2026 - 16:00 WITA

dprdkota03

Kemarau Mulai Mengeringkan Lahan, Distanak Kukar Gerak Cepat Data Kebutuhan Petani Sayur

27 April 2026 - 15:00 WITA

mal1
Trending di BERITA DAERAH