Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

BERITA DAERAH · 15 Jan 2026 10:00 WITA ·

Generasi Muda Kukar Antusias Ikuti Materi Class Perfilman Kopi Tenggarong


 Suasana penuh keakraban dan khidmat saat peserta menyimak Materi Class film yang digelar Komunitas Pelem Indie Kutai Kartanegara di Kedai Rogoss, Tenggarong, Rabu malam (14/1/2026). Foto: Fairuzzabady Perbesar

Suasana penuh keakraban dan khidmat saat peserta menyimak Materi Class film yang digelar Komunitas Pelem Indie Kutai Kartanegara di Kedai Rogoss, Tenggarong, Rabu malam (14/1/2026). Foto: Fairuzzabady

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Guna memberikan wawasan sekaligus menghidupkan kembali semangat perfilman di kalangan generasi muda di Kutai Kartanegara (Kukar), Komunitas Pelem Indie Tenggarong atau Kopi Tenggarong menggelar kegiatan Materi Class mengenai dunia perfilman. Kegiatan ini menjadi wadah belajar dan berbagi pengetahuan, serta mendapat respons positif dari kalangan pelajar dan mahasiswa di Tenggarong.

Kegiatan Materi Class perfilman yang digelar oleh Komunitas Pelem Indie Tenggarong tersebut disambut dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Mereka tampak aktif mengikuti setiap sesi materi yang disampaikan, mulai dari diskusi hingga tanya jawab seputar proses pembuatan film.

Salah satu peserta, Astia, mengaku tertarik mengikuti kelas film karena ingin mengetahui lebih dalam tentang dunia perfilman. Menurutnya, selama ini dunia film terlihat menarik dari luar, namun melalui kelas ini ia ingin memahami secara langsung proses pembuatan film yang sesungguhnya, mulai dari tahap awal hingga menjadi sebuah karya yang utuh dan siap ditonton.

“Selama ini film terlihat menarik, tapi di kelas ini saya jadi tahu bagaimana prosesnya dari awal sampai akhir,” ungkap Astia.

Astia juga menyampaikan bahwa dirinya pernah terlibat dalam kegiatan perfilman saat masih duduk di bangku sekolah. Melalui kegiatan ekstrakurikuler, ia sempat merasakan langsung proses pembuatan film, meskipun masih dalam skala yang sederhana.

Menurutnya, hal paling menarik dalam membuat film adalah proses diskusi dan kerja sama antarteman yang mampu melahirkan banyak ide kreatif. Dari proses tersebut, sebuah karya dapat dihasilkan dan dinikmati bersama, baik oleh para pembuatnya maupun oleh masyarakat luas.

Terkait kondisi perfilman di Kutai Kartanegara, Astia menilai hingga saat ini masih belum terlalu terekspos. Bahkan, menurutnya, masih banyak masyarakat di luar daerah yang belum mengetahui adanya kegiatan maupun karya film yang berasal dari daerah ini.

Melalui kegiatan Materi Class ini, Astia berharap perfilman di Kutai Kartanegara ke depan dapat terus berkembang dan semakin dikenal, tidak hanya oleh masyarakat lokal, tetapi juga oleh masyarakat di daerah lain.

“Saya berharap ke depannya perfilman di Kukar bisa terus maju dan karyanya dikenal lebih luas,” pungkasnya.

 

Pewarta & Editor: Fairuzzabady
© 2026
Artikel ini telah dibaca 30 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan

11 September 2026 - 22:00 WITA

i70

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir

11 September 2026 - 21:00 WITA

i69

Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS

11 September 2026 - 20:00 WITA

i68

Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan

11 September 2026 - 19:00 WITA

i67

44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

11 September 2026 - 18:00 WITA

i66

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Pembayaran PT WATS, Tim Investigasi Segera Dibentuk

11 September 2026 - 17:00 WITA

i65
Trending di BERITA DAERAH