Menu ✖

Mode Gelap
Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

NASIONAL · 10 Apr 2026 15:00 WITA ·

AMSI Desak Dewan Pers Lindungi Magdalene, Sorot Pembatasan Akses Oleh Komdigi


 Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wahyu Dhyatmika. Dok: AMSI Perbesar

Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), Wahyu Dhyatmika. Dok: AMSI

KUMALANEWS.ID, JAKARTA — Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) meminta Dewan Pers memberikan perlindungan kepada Magdalene sebagai perusahaan pers yang dinilai telah memenuhi ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Ketua Umum AMSI, Wahyu Dhyatmika, menegaskan bahwa Magdalene merupakan badan hukum Indonesia yang terdaftar di Kementerian Hukum, sehingga sah sebagai perusahaan pers. “Selain anggota AMSI, Magdalene adalah badan hukum Indonesia dan karena itu memenuhi syarat sebagai perusahaan pers,” ujarnya.

AMSI menilai langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang membatasi akses publik terhadap konten Magdalene di media sosial bertentangan dengan UU Pers. Dalam aturan tersebut ditegaskan bahwa pers nasional tidak boleh dikenakan sensor, pembredelan, atau pelarangan penyiaran.

“Jika ada pihak yang keberatan terhadap pemberitaan, seharusnya menempuh mekanisme Hak Jawab dan Hak Koreksi, bukan langsung membatasi akses,” tambah Wahyu.

Pada 8 April 2026, AMSI bersama Magdalene resmi mengadukan persoalan ini ke Dewan Pers. Dalam pertemuan tersebut, AMSI berharap Dewan Pers dapat segera berkoordinasi dengan Komdigi untuk meluruskan status Magdalene sebagai perusahaan pers yang sah.

Co-Founder dan Chief Editor Magdalene, Devi Asmarani, mengungkapkan bahwa pembatasan akses terjadi pada konten investigasi terkait kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Ia menyebut pembatasan baru diketahui beberapa hari setelah publikasi.

“Konten hanya bisa diakses dari luar Indonesia atau menggunakan VPN. Artinya ada pembatasan berbasis wilayah, dan ini sangat mengkhawatirkan,” kata Devi.

Devi juga menjelaskan bahwa proses verifikasi di Dewan Pers masih berjalan, namun terkendala administrasi yang umum dialami media independen. Ia menegaskan bahwa verifikasi bukan penentu sah atau tidaknya sebuah media menjalankan fungsi jurnalistik.

Sementara itu, Ketua Komisi Hukum dan Perundang-undangan Dewan Pers, Abdul Manan, menilai langkah Komdigi perlu dikaji ulang. “Acuan utama dalam menilai perusahaan pers adalah berbadan hukum, bukan semata status verifikasi,” tegasnya.

Ia menambahkan, Dewan Pers akan meminta Komdigi berkoordinasi sebelum mengambil kebijakan yang berdampak pada akses karya jurnalistik. “Saya berharap Komdigi dapat meninjau kembali kebijakannya yang menilai Magdalene bukan sebagai perusahaan pers,” ujarnya.

AMSI pun mendesak pemerintah menjamin tidak ada lagi pembatasan terhadap konten jurnalistik, khususnya bagi media yang telah memenuhi syarat sebagai perusahaan pers, meski belum terverifikasi di Dewan Pers.

 

Sumber: Asosiasi Media Siber Indonesia
@2026
Artikel ini telah dibaca 39 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bahlil Ancam Evaluasi Kontrak dan Hentikan Ekspor Energi ke Negara yang Tak Hargai Indonesia

22 Oktober 2026 - 18:00 WITA

o57

Proyek JNE-6 dan Lapangan Maha Tambah Pasokan Gas Nasional hingga 290 MMSCFD

22 Oktober 2026 - 17:30 WITA

o56

PHI Raih Penghargaan CSR & PDB Award 2026, Local Hero Kukar Sabet Predikat Excellent

3 Oktober 2026 - 14:00 WITA

l83

AMSI Luncurkan Dana Hibah Bergulir Rp280 Juta untuk 28 Wilayah

23 September 2026 - 18:00 WITA

w1

Kementerian Ekraf Perkuat Kolaborasi dengan AMSI Hadapi Transformasi Media Digital

23 September 2026 - 17:00 WITA

WhatsApp Image 2026 09 23 at 11.55.24

HUT Ke-28 IJTI: Jurnalis Televisi Diminta Jaga Marwah Profesi di Tengah Badai Disrupsi

9 Agustus 2026 - 17:00 WITA

WhatsApp Image 2026 08 09 at 15.49.48
Trending di NASIONAL