KUMALANEWS.ID, SAMARINDA — Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda, Rusdi, menggelar kegiatan reses Masa Persidangan II Tahun 2026 untuk Daerah Pemilihan (Dapil) I yang meliputi Kecamatan Samarinda Ilir, Samarinda Kota, dan Sambutan, Jumat (22/5/2026) malam.
Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus wadah bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi, keluhan, hingga usulan pembangunan secara langsung kepada wakil rakyat.
Dalam sambutannya, Rusdi menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal DPRD, melainkan bagian penting dari upaya mendekatkan anggota dewan dengan masyarakat agar berbagai persoalan di lapangan dapat diketahui secara langsung.
“Reses ini adalah kesempatan kami bertemu masyarakat, mendengar langsung persoalan yang dihadapi warga, serta menyerap aspirasi terkait pembangunan di Kota Samarinda,” ujarnya.
Politisi Partai Golkar itu menjelaskan, DPRD memiliki tiga fungsi utama, yakni fungsi pengawasan, penganggaran, dan pembentukan peraturan daerah. Karena itu, kegiatan turun langsung ke masyarakat dinilai penting agar kebijakan yang diambil pemerintah maupun DPRD benar-benar sesuai kebutuhan warga.
Menurut Rusdi, masa reses kedua tahun 2026 dilaksanakan mulai 18 hingga 25 Mei 2026 dan diikuti seluruh anggota DPRD Kota Samarinda yang berjumlah 45 orang. Melalui kegiatan tersebut, para legislator diminta aktif turun ke daerah pemilihannya masing-masing untuk mendengar kondisi riil masyarakat.
Ia mengaku lebih memilih melihat langsung kondisi di lapangan dibanding hanya menerima laporan administratif semata. Dengan cara itu, berbagai persoalan masyarakat bisa dipahami secara lebih mendalam.
“Saya hampir setiap hari turun ke lapangan karena saya ingin mengetahui kondisi sebenarnya di masyarakat,” katanya.
Dalam dialog bersama warga, sejumlah persoalan turut disampaikan masyarakat, mulai dari pembangunan infrastruktur lingkungan, drainase, kebutuhan fasilitas umum, hingga kondisi ekonomi yang dirasakan semakin berat dalam beberapa waktu terakhir.
Menanggapi hal tersebut, Rusdi turut menyoroti kondisi pembangunan di Kota Samarinda yang menurutnya mengalami perlambatan pada tahun ini. Ia menyebut situasi tersebut tidak terlepas dari proses penyelesaian keuangan di tingkat provinsi maupun pemerintah pusat yang berdampak terhadap percepatan pelaksanaan program daerah.
Rusdi menjelaskan, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Samarinda tahun 2026 diproyeksikan mencapai sekitar Rp3,1 triliun. Anggaran tersebut berasal dari pendapatan asli daerah (PAD), bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, serta dana transfer pemerintah pusat.
Namun demikian, menurutnya, kondisi ekonomi global saat ini turut memberikan pengaruh terhadap stabilitas ekonomi nasional dan daerah. Beberapa faktor seperti gejolak harga energi dunia, kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), hingga konflik internasional disebut berdampak pada kemampuan fiskal pemerintah.
“Program pembangunan sebenarnya sudah masuk dalam agenda pemerintah daerah. Tetapi memang ada perlambatan karena situasi ekonomi global yang ikut memengaruhi kondisi daerah,” jelasnya.
Meski menghadapi tantangan ekonomi, Rusdi tetap optimistis pembangunan daerah dapat berjalan sesuai rencana setelah proses transfer anggaran ke kas daerah selesai dilakukan. Ia berharap kondisi ekonomi global segera membaik agar pembangunan dan aktivitas ekonomi masyarakat kembali stabil.
“Kita tinggal menunggu proses keuangan masuk ke kas daerah, setelah itu pembangunan akan berjalan. Mudah-mudahan ekonomi dunia segera membaik,” ucapnya.
Selain membahas pembangunan dan ekonomi, Rusdi juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan di tengah masyarakat. Ia menilai suasana yang aman dan kondusif menjadi modal utama dalam mendukung kelancaran pembangunan daerah.
Menurutnya, konflik sosial maupun perselisihan antarwarga harus dihindari karena dapat menghambat kemajuan pembangunan serta mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Kita semua harus menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Jangan sampai terjadi konflik antarwarga karena itu akan menyulitkan pembangunan,” pesannya.
Di akhir kegiatan, Rusdi juga menyinggung perkembangan teknologi dan media digital yang saat ini membuat arus informasi menyebar sangat cepat. Karena itu, ia mengajak masyarakat lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tetap menjaga persatuan di tengah perbedaan.
“Sekarang era teknologi, semua informasi cepat tersebar. Maka masyarakat harus bijak dan tetap menjaga kebersamaan,” tutupnya.
ADV Sekretariat DPRD Kota Samarinda Pewarta : Yana Ashari Editor : Fairuzzabady @2026

















