Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

BERITA DAERAH · 4 Sep 2026 18:00 WITA ·

11 Orangutan Dievakuasi Dari Karhutla KHDTK Samboja, Kondisi Terpantau Sehat


 Sebanyak 11 orangutan yatim piatu berhasil dievakuasi dari area rehabilitasi Yayasan Jejak Pulang setelah karhutla merambat dari APL ke KHDTK Samboja, Kutai Kartanegara, Selasa (1/9/2026). Evakuasi dilakukan menyusul kobaran api yang membesar akibat angin kencang. Perbesar

Sebanyak 11 orangutan yatim piatu berhasil dievakuasi dari area rehabilitasi Yayasan Jejak Pulang setelah karhutla merambat dari APL ke KHDTK Samboja, Kutai Kartanegara, Selasa (1/9/2026). Evakuasi dilakukan menyusul kobaran api yang membesar akibat angin kencang.

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Sebanyak 11 orangutan yatim piatu yang menjalani rehabilitasi di Yayasan Jejak Pulang berhasil dievakuasi setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengancam kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Karhutla terjadi pada Selasa (1/9/2026) dan merambat dari Area Penggunaan Lain (APL) hingga memasuki kawasan KHDTK. Kobaran api yang semakin membesar akibat tiupan angin kencang membuat area rehabilitasi satwa berada dalam kondisi rawan, sehingga proses evakuasi harus segera dilakukan.

Evakuasi melibatkan Yayasan Jejak Pulang bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur, Manggala Agni, dan Wildlife Rescue Unit (WRU). Sebelas orangutan yang berada di area Sekolah Hutan kemudian dipindahkan menuju fasilitas evakuasi yang lebih aman di Kilometer 38 Samboja.

Dokter Hewan Yayasan Jejak Pulang, drh. Tetri Regilya, mengatakan kondisi seluruh orangutan saat ini dalam keadaan baik. Meski demikian, pemeriksaan dan observasi masih terus dilakukan untuk memastikan tidak ada dampak kesehatan akibat paparan asap maupun proses evakuasi.

“Kondisi 11 orangutan saat ini baik dan normal. Observasi masih terus kami lakukan,” ujar Tetri, Jumat (4/9/2026).

Menurutnya, hingga saat ini belum ditemukan tanda-tanda gangguan kesehatan seperti gejala flu maupun gangguan lain yang berkaitan dengan karhutla. Tim medis tetap melakukan pemantauan secara berkala selama satwa berada di kandang evakuasi.

Kepala BKSDA Kalimantan Timur, M. Ari Wibawanto, menjelaskan keputusan evakuasi diambil setelah adanya informasi mengenai ancaman karhutla di sekitar pusat rehabilitasi. Keselamatan satwa menjadi pertimbangan utama, mengingat api telah mendekati kawasan tempat orangutan menjalani proses rehabilitasi.

“Evakuasi menjadi pilihan paling tepat untuk keselamatan dan kesejahteraan satwa,” kata Ari.

BKSDA Kaltim juga mengapresiasi koordinasi bersama Yayasan Jejak Pulang dalam proses pemindahan 11 orangutan tersebut. Setelah dievakuasi, kondisi satwa diperiksa dan dipantau secara bersama oleh tim medis, animal keeper, serta BKSDA Kaltim.

KHDTK Samboja sendiri memiliki luas sekitar 3.500 hektare, sementara area Sekolah Hutan yang digunakan untuk rehabilitasi orangutan mencapai sekitar 130 hektare. Kondisi kawasan yang dikelilingi hutan membuat kesiapsiagaan terhadap ancaman karhutla menjadi bagian penting dalam kegiatan rehabilitasi satwa.

Selain memastikan keselamatan fisik, tim juga menghadapi tantangan dalam menjaga kesejahteraan orangutan selama berada di fasilitas evakuasi. Perubahan dari lingkungan hutan yang luas ke ruang kandang membuat satwa memiliki ruang gerak lebih terbatas dan kehilangan sebagian stimulasi alami yang biasa diperoleh di habitat rehabilitasi.

Karena itu, tim tetap memberikan pengayaan atau enrichment untuk menjaga aktivitas fisik dan kognitif orangutan. Fasilitas di dalam kandang juga disesuaikan agar menyerupai kondisi hutan, sehingga proses rehabilitasi tetap dapat berjalan selama situasi karhutla belum sepenuhnya memungkinkan satwa kembali ke area semula.

Keberhasilan evakuasi 11 orangutan tersebut menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas pihak dalam menghadapi ancaman karhutla. Langkah cepat dilakukan untuk memastikan satwa tetap terlindungi, sekaligus menjaga keberlanjutan proses rehabilitasi di tengah kondisi darurat.

 

Pewarta : Fairuzzabady
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan

11 September 2026 - 22:00 WITA

i70

Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir

11 September 2026 - 21:00 WITA

i69

Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS

11 September 2026 - 20:00 WITA

i68

Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan

11 September 2026 - 19:00 WITA

i67

44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

11 September 2026 - 18:00 WITA

i66

Komisi II DPRD Samarinda Pertanyakan Dasar Pembayaran PT WATS, Tim Investigasi Segera Dibentuk

11 September 2026 - 17:00 WITA

i65
Trending di BERITA DAERAH