Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

IKN NUSANTARA · 10 Sep 2026 18:00 WITA ·

Patroli Udara Temukan Titik Api Baru di Deliniasi IKN, 275 Hotspot Terdeteksi


 Staf Khusus Kepala Otorita IKN Danis H. Sumadilaga menyebut kondisi karhutla masih dinamis, dengan kepulan asap dan titik api baru kembali ditemukan di sejumlah lokasi. Foto: M Hilmansyah. Perbesar

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Danis H. Sumadilaga menyebut kondisi karhutla masih dinamis, dengan kepulan asap dan titik api baru kembali ditemukan di sejumlah lokasi. Foto: M Hilmansyah.

KUMALANEWS.ID, NUSANTARA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terpantau di sejumlah wilayah deliniasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Patroli udara yang dilakukan Otorita IKN bersama sejumlah instansi pada Kamis (10/9/2026) menemukan kepulan asap hingga titik api baru di beberapa lokasi yang sebelumnya sempat dinyatakan tidak menunjukkan aktivitas kebakaran.

Patroli tersebut melibatkan Otorita IKN, TNI AU, BNPB, BMKG, Polda Kalimantan Timur, Kodam VI/Mulawarman dan BIN. Pemantauan dilakukan menggunakan Helikopter H225M dari Skuadron 8 Lanud Atang Sendjaja, Bogor, Jawa Barat, yang sebelumnya ditugaskan dalam penanganan karhutla melalui operasi water bombing.

Tim berangkat dari Lanud Dhomber Balikpapan dan menyusuri sejumlah wilayah yang masuk dalam deliniasi IKN, mulai dari Km 31 Jalan Soekarno-Hatta, kawasan Wonotirto, Muara Jawa, hingga Bukit Tengkorak yang berada di kawasan Tahura Bukit Soeharto.

Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Manajemen Kebijakan dan Strategi Konstruksi, Danis H. Sumadilaga, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan kondisi karhutla masih sangat dinamis. Lokasi yang sebelumnya tidak terlihat mengeluarkan asap kembali menunjukkan adanya kepulan asap, bahkan ditemukan titik api baru.

“Tidak ada asap bukan berarti kebakaran selesai. Monitoring harus terus dilakukan,” ujar Danis usai patroli udara, Kamis (10/9/2026).

Di Km 31 Jalan Soekarno-Hatta, kondisi relatif terkendali. Dari hasil pengamatan udara, tim tidak menemukan aktivitas pembakaran maupun kepulan asap yang signifikan.

Namun, kondisi berbeda terlihat di kawasan Wonotirto dan Muara Jawa. Di Wonotirto, kepulan asap kembali terpantau setelah sehari sebelumnya lokasi tersebut tidak menunjukkan aktivitas kebakaran. Sementara di Muara Jawa, tim menemukan asap baru, termasuk di sekitar area perkebunan kelapa sawit.

Temuan serupa juga terlihat di kawasan Bukit Tengkorak. Sehari sebelumnya lokasi tersebut tidak menunjukkan adanya kepulan asap, tetapi saat dilakukan pemantauan ulang dari udara, tim kembali melihat asap di sejumlah titik.

“Kemarin tidak ada asap, hari ini muncul lagi. Karhutla ini sangat dinamis,” kata Danis.

Selain kepulan asap, tim patroli juga menemukan beberapa titik yang masih memperlihatkan nyala api. Titik tersebut antara lain berada di area yang sebelumnya telah dibuka atau ditebang.

“Kami melihat beberapa titik baru, termasuk area yang sudah ditebang dan terdapat nyala api,” ungkapnya.

Meski menemukan indikasi titik api baru, Danis mengatakan OIKN masih melakukan pendalaman dan belum ingin menyimpulkan penyebab munculnya kebakaran tersebut. Menurutnya, penyebab bisa berkaitan dengan berbagai faktor dan perlu dibuktikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.

“Kami tidak ingin berspekulasi soal penyebabnya, apakah sengaja atau karena kelalaian,” ujarnya.

Menurut Danis, kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemadaman di satu titik. Setelah api padam, pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan tidak ada bara atau titik api baru yang kembali berkembang menjadi kebakaran.

Karena itu, OIKN bersama unsur terkait menyiapkan penanganan melalui dua pendekatan, yakni dari udara dan darat. Penanganan dari udara dapat dilakukan melalui pembasahan maupun water bombing terhadap lokasi yang dinilai membutuhkan intervensi cepat.

Sementara dari darat, penanganan akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, BNPB, masyarakat hingga pihak perusahaan yang berada di sekitar wilayah terdampak.

“Ada dua penanganan, dari udara dan dari darat,” jelas Danis.

Hasil patroli udara tersebut selanjutnya menjadi bahan evaluasi dan koordinasi bersama seluruh unsur untuk menentukan titik yang menjadi prioritas penanganan. Lokasi dengan temuan asap dan titik api baru, termasuk kawasan Muara Jawa dan sejumlah wilayah lainnya, akan menjadi perhatian dalam penyusunan langkah berikutnya.

“Nanti kami susun bersama TNI, BNPB, TNI AU dan kepolisian, baik untuk penanganan udara maupun darat,” katanya.

275 Hotspot dan 93 Kejadian Karhutla

Sementara itu, berdasarkan data Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN periode 1–9 September 2026, tercatat sebanyak 275 titik panas atau hotspot di wilayah deliniasi IKN.

Dari jumlah tersebut, sebanyak sembilan hotspot masuk klasifikasi rendah, 262 hotspot berada pada klasifikasi sedang, dan empat hotspot masuk klasifikasi tinggi.

Titik panas tersebut tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Bukit Merdeka, Tanjung Harapan, Wonotirto, Teluk Dalam dan Samboja.

Pada periode yang sama, OIKN juga mencatat 93 kejadian karhutla dengan total luas area terdampak kebakaran mencapai 552,24 hektare.

Karhutla tersebut tercatat terjadi di empat lokasi utama, yakni Km 31 Jalan Soekarno-Hatta, Bukit Merdeka, Bukit Tengkorak dan Sukaraja.

Munculnya kembali kepulan asap dan titik api baru dalam patroli udara terbaru menjadi perhatian serius OIKN. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa ancaman karhutla di kawasan deliniasi IKN masih berlangsung dan membutuhkan pemantauan secara berkelanjutan.

OIKN bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, masyarakat dan pihak terkait akan terus memperkuat koordinasi untuk melakukan deteksi dini, pencegahan serta penanganan cepat terhadap setiap titik api yang muncul.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah kebakaran meluas sekaligus menjaga kawasan hutan dan lahan di sekitar IKN dari dampak karhutla yang dapat mengganggu lingkungan maupun aktivitas masyarakat.

 

Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Patroli Udara Otorita IKN Temukan Asap Kembali Muncul di Sejumlah Titik Karhutla

11 September 2026 - 11:00 WITA

i57

Karhutla di Sejumlah Titik IKN Padam, OIKN Perkuat Patroli Cegah Api Kembali Muncul

9 September 2026 - 19:00 WITA

i47

OIKN Laporkan Perusahaan Sawit Ke Aparat Hukum Terkait Karhutla Di IKN

8 September 2026 - 17:30 WITA

i33

Karhutla Di Deliniasi IKN Berjarak 30–40 Kilometer Dari Kawasan Inti

8 September 2026 - 16:30 WITA

i32

Otorita IKN Soroti Dugaan Pembukaan Lahan di Tengah Kebakaran Tahura Bukit Soeharto

6 September 2026 - 09:00 WITA

i9

Karhutla di Sekitar IKN Ditangani dari Udara, 10 Kali Water Bombing Dilakukan

5 September 2026 - 17:30 WITA

i5
Trending di IKN NUSANTARA