Menu

Mode Gelap
LPK Samarinda Pertanyakan SOP Administrasi Pemerintahan dalam RDP DPRD Kantor Pertanahan Samarinda Jelaskan Status Gambar Situasi dalam Hearing DPRD Camat Samarinda Seberang Jelaskan SOP Pertanahan, Dokumen Era 1990-an Belum Ditemukan Komisi I DPRD Samarinda Bahas Sengketa Dokumen Pertanahan, Persoalan Disebut Berlarut Sejak 1990-an Polda Kaltim Ungkap Dua Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 3.085 Liter Diamankan

BERITA DAERAH · 16 Sep 2026 13:00 WITA ·

Balikpapan Jadi Finalis Nasional OPCC 2026, Perkuat Komitmen Kota Rendah Emisi


 Wali Kota Balikpapan Dr. H. Rahmad Mas’ud menyampaikan bahwa capaian sebagai National Finalist OPCC 2026 merupakan apresiasi bagi seluruh masyarakat sekaligus menjadi tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan. Perbesar

Wali Kota Balikpapan Dr. H. Rahmad Mas’ud menyampaikan bahwa capaian sebagai National Finalist OPCC 2026 merupakan apresiasi bagi seluruh masyarakat sekaligus menjadi tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan.

KUMALANEWS.ID, BALIKPAPAN – Kota Balikpapan ditetapkan sebagai National Finalist dalam ajang One Planet City Challenge (OPCC) 2026 yang digagas World Wide Fund for Nature (WWF). Status tersebut menjadi pengakuan atas upaya Balikpapan dalam memperkuat aksi menghadapi perubahan iklim serta mendorong pembangunan kota yang rendah emisi dan berkelanjutan.

Pengakuan tersebut ditandai dengan penyerahan Token of Appreciation kepada Pemerintah Kota Balikpapan dalam Forum Dialog Kebijakan Tingkat Tinggi bertema Akselerasi Transisi Energi Berkeadilan dan Inklusif di Tingkat Kota dan Kabupaten, yang digelar di The Westin Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Wali Kota Balikpapan Dr. H. Rahmad Mas’ud, SE., ME., mengatakan capaian tersebut tidak semata-mata menjadi penghargaan bagi pemerintah daerah. Menurutnya, keberhasilan menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat.

“Ini bukan hanya penghargaan untuk pemerintah, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Balikpapan,” kata Rahmad Mas’ud.

OPCC merupakan kompetisi persahabatan antarkota di tingkat dunia yang mendorong pemerintah daerah memperkuat kebijakan dan aksi dalam menghadapi perubahan iklim. Dalam proses penilaiannya, kota peserta dinilai berdasarkan sejumlah aspek, termasuk ambisi dan aksi iklim, keselarasan dengan target Perjanjian Paris, serta upaya mitigasi, adaptasi, dan inovasi dalam pembangunan berkelanjutan.

Rahmad mengatakan, status sebagai finalis nasional harus menjadi momentum bagi Balikpapan untuk meningkatkan berbagai program dan kebijakan yang berkaitan dengan lingkungan serta perubahan iklim.

“Status finalis nasional ini harus menjadi penyemangat untuk terus memperkuat pembangunan rendah emisi dan ketahanan terhadap perubahan iklim,” ujarnya.

Aksi Lingkungan Dimulai dari Kebiasaan Warga

Rahmad menilai upaya menjaga lingkungan tidak dapat hanya mengandalkan kebijakan dan program pemerintah. Perubahan juga sangat bergantung pada kesadaran dan perilaku masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Karena itu, ia mengajak masyarakat menerapkan berbagai kebiasaan sederhana yang berdampak terhadap lingkungan. Di antaranya menghemat penggunaan listrik dan air, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, memilah sampah, menjaga ruang terbuka hijau, serta tidak membuang sampah sembarangan.

Menurut Rahmad, kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun sebagai bagian dari kebiasaan masyarakat sehingga upaya mewujudkan Balikpapan sebagai kota yang nyaman dan berkelanjutan dapat dilakukan secara bersama-sama.

“Cinta terhadap kota juga berarti menjaga lingkungan agar tetap baik untuk generasi berikutnya,” katanya.

Setelah ditetapkan sebagai finalis nasional OPCC 2026, Balikpapan berpeluang melanjutkan ke tahapan We Love Cities. Tahapan tersebut membuka ruang partisipasi masyarakat untuk memberikan dukungan terhadap kota-kota yang dinilai memiliki komitmen terhadap aksi iklim dan pembangunan berkelanjutan.

Rahmad pun mengajak masyarakat turut menyebarluaskan kampanye Balikpapan melalui media sosial dengan menggunakan tagar #WeLoveBalikpapan. Namun, ia menekankan dukungan tersebut tidak cukup hanya dilakukan melalui kampanye digital, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam menjaga lingkungan.

“Balikpapan harus terus menjadi kota yang nyaman, hijau, tangguh, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Balikpapan berharap capaian dalam OPCC 2026 dapat menjadi pemacu untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pihak dalam menghadapi tantangan perubahan iklim.

Dengan kolaborasi tersebut, berbagai upaya pengurangan emisi, peningkatan ketahanan lingkungan, pengelolaan sampah, efisiensi energi, serta perlindungan ruang terbuka hijau diharapkan dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan.

 

ADV Diskominfo Kota Balikpapan
Pewarta : M Hilmansyah
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 3 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

LPK Samarinda Pertanyakan SOP Administrasi Pemerintahan dalam RDP DPRD

16 September 2026 - 20:00 WITA

k21

Kantor Pertanahan Samarinda Jelaskan Status Gambar Situasi dalam Hearing DPRD

16 September 2026 - 19:00 WITA

k20

Camat Samarinda Seberang Jelaskan SOP Pertanahan, Dokumen Era 1990-an Belum Ditemukan

16 September 2026 - 18:00 WITA

k19

Komisi I DPRD Samarinda Bahas Sengketa Dokumen Pertanahan, Persoalan Disebut Berlarut Sejak 1990-an

16 September 2026 - 17:00 WITA

k18

Warga Balikpapan Terdampak PHK Bisa Ikuti Pelatihan Gratis, Ada 4.800 Kuota se-Kalimantan

16 September 2026 - 15:00 WITA

k17

Pembangunan Rumah Jabatan Wawali Balikpapan Capai 60 Persen, Ditarget Rampung November

16 September 2026 - 14:00 WITA

k16
Trending di BERITA DAERAH