Menu ✖

Mode Gelap
Resmikan SAE PASTARUNG, Bupati Kukar Dorong Pemberdayaan dan Kemandirian Warga Binaan Rodi Arianto Harap UMKM Kembali Beraktivitas di Teras Samarinda, RDP Berlanjut Besok Bapemperda DPRD Samarinda Bahas Raperda APBD 2027, Anggaran Awal Rp3,46 Triliun Perumda Varia Niaga Buka Peluang UMKM Kembali Berjualan di Teras Samarinda DPRD Samarinda Bahas Penghentian UMKM di Teras Samarinda, Pihak Terkait Dipanggil

SENI BUDAYA · 22 Sep 2025 15:15 WITA ·

Petala Borneo Tampil Perdana di Tenggarong Saat Erau 2025


 Komunitas musik tradisi Petala Borneo tampil memeriahkan pembukaan Ceremony Erau Adat Kutai 2025 di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Minggu (21/9/2025). (Fairuzzabady/Kumalanews.id) Perbesar

Komunitas musik tradisi Petala Borneo tampil memeriahkan pembukaan Ceremony Erau Adat Kutai 2025 di Stadion Rondong Demang Tenggarong, Minggu (21/9/2025). (Fairuzzabady/Kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Suasana pembukaan Festival Adat Erau Kutai Kartanegara Ing Martadipura 2025 di Stadion Rondong Demang, Minggu (21/9/2025), terasa semakin istimewa dengan penampilan perdana grup musik Petala Borneo di Tenggarong. Momen ini menjadi panggung pertama mereka setelah resmi memperkenalkan nama baru sekitar tiga minggu lalu.

“Alhamdulillah, ini panggung pertama Petala di Tenggarong. Lebih spesial lagi karena bertepatan dengan momen kebudayaan di Erau,” ungkap Achmad Fauzi, founder Petala, usai tampil.

Dalam kesempatan tersebut, Petala Borneo membawakan dua lagu. Lagu pertama berjudul Erau Tenggarong yang diciptakan sendiri oleh personel mereka, sementara lagu kedua bertajuk Teluk Bentangis, karya almarhum seniman asal Tenggarong, Ismet Rijal.

Formasi yang tampil berjumlah 14 orang, terdiri dari dua vokalis, pemusik, serta backing vocal. Mereka tetap konsisten mengusung ciri khas musik tradisi dengan sentuhan kekinian. Instrumen khas Kutai seperti gambus, serta alat musik Dayak Benuaq seperti kelentangan dan gimar, dikolaborasikan dengan instrumen modern. Seluruh lagu dibawakan menggunakan bahasa Kutai, menambah kekuatan identitas lokal yang mereka usung.

“Konsep musik kami tidak ingin terikat genre tertentu. Kami lebih memilih mengeksplorasi bunyi-bunyian tradisi dan kearifan lokal tanpa menghilangkan rasa kekutaiannya. Biarlah audiens yang menafsirkan sendiri,” jelas Fauzi.

Penampilan perdana Petala Borneo semakin bermakna karena mereka tampil di hadapan para tamu penting, mulai dari Menteri Pariwisata RI, Gubernur Kalimantan Timur, hingga Bupati Kutai Kartanegara beserta jajaran pejabat daerah. Momen ini menurut mereka menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan musik tradisi Kutai ke panggung yang lebih luas.

“Lewat bunyi-bunyian ini, kami ingin menunjukkan bahwa anak-anak Kutai juga bisa mengenalkan kesenian dan kebudayaan daerahnya. Harapannya musik tradisi kita tidak kalah dengan musik luar, bahkan bisa jadi inspirasi bagi generasi muda,” tambah Fauzi.

Sebagai penutup, Fauzi dan rekan-rekannya berharap kesempatan tampil di pembukaan Erau 2025 menjadi langkah awal Petala Borneo untuk terus berkarya, melestarikan musik tradisi, dan mengenalkannya hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 120 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

BeSeprah Erau Adat Kutai 2026, Tradisi Jamuan Rakyat yang Pererat Kebersamaan

24 September 2026 - 13:00 WITA

k95

Erau 2026 Resmi Dibuka, Bupati Kukar Ajak Masyarakat Jaga Warisan Budaya dan Kebersamaan

20 September 2026 - 12:00 WITA

k48

Tiang Ayu Ditegakkan, Tandai Dimulainya Erau Adat Kutai 2026

20 September 2026 - 11:00 WITA

k47

Merangin, Ritual Sakral Kesultanan Kutai Menandai Awal Perjalanan Menuju Erau

19 September 2026 - 09:00 WITA

k45

Menjamu Benua Digelar, Kesultanan Kutai Sambut Erau 2026

17 September 2026 - 20:00 WITA

k33

Beluluh Sultan Buka Jalan Menuju Semarak Erau Adat Kutai 2026

17 September 2026 - 14:00 WITA

k26
Trending di BERITA DAERAH