KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Forum Purnawirawan Pejuang Indonesia (FPPI) DPC Kota Samarinda berkolaborasi dengan Fara Art Studio sukses menggelar Lomba Tari Kreasi Nusantara sebagai bagian dari rangkaian Pameran Kebudayaan Bilah Nusantara 2025. Kegiatan yang berlangsung di Museum Kota Samarinda, Sabtu (6/12/2025), diikuti ratusan peserta dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK hingga kategori umum.
Acara turut dihadiri Ketua FPPI DPC Samarinda, Sudino; Pembina FPPI DPC Samarinda, Dr. Ir. M. Sjafruddin Achmad, M.; Ketua Umum Dewan Budaya Nusantara, Prof. Dr. Ir. H. Abdunnur, M.Si; serta Sekjen Dewan Budaya Nusantara, Ir. Artha Mulya.
Ratusan Peserta Tampilkan Ragam Tari Daerah
Pada tingkat SD, sejumlah kelompok tampil energik dengan variasi tari tradisi dan kreasi, di antaranya SDN 008 Samarinda Ulu (Tim B) dengan Tari Payong, SDN 008 Loa Janan Ilir dengan Tari Jepen Kreasi, SDN 005 Loa Janan Ilir dengan Tari Tunggal Ling Kuda, SDN 035 Tenggarong membawakan Tari Gireng Gemu, SDN 008 Samarinda Ulu (Tim A) dengan Tari Baharuk Paak Pa’an, hingga penampilan Vrada Kids dan Sanggar Tari Panglaungan.
Dari tingkat SMP, peserta menampilkan karya dengan makna yang beragam, seperti Barabo Bakati Kepohonan dari SMPN 15 Samarinda, Andang Jaji dari SMPN 8 Samarinda, Tari Mandau dan Tari Lita’ Mandar dari MTS Al Istiqomah, Pamali Menduduki Bantal dari SMPN 10 Samarinda, serta Lamiang Suli dari SMPN 14 Samarinda.
Setiap kelompok turut menjelaskan filosofi tarian yang mereka bawakan, mulai dari kisah rakyat Dayak, pesan pelestarian alam, nilai keberanian dalam Tari Mandau, harmonisasi budaya Mandar, hingga pesan moral tentang menghormati adat dan menghindari rasa penasaran yang berlebihan.
Apresiasi dari Dewan Juri
Sekretaris Umum Lembaga Adat Dayak Kenyah Kaltim sekaligus juri lomba, Nuh Lenjau, M.Pd, memberikan apresiasi tinggi atas penyelenggaraan kegiatan ini.
“Terima kasih kepada FPPI yang telah melaksanakan acara ini. Kami sangat mendukung, terutama dari masyarakat Dayak Kenyah. Apa yang dilakukan FPPI ini adalah bagian penting dari upaya melestarikan budaya Nusantara,” ujarnya.
Ia juga memberikan dorongan kepada para peserta. “Terus berlatih agar di event berikutnya bisa tampil lebih baik dan mampu berprestasi hingga ke tingkat nasional. Kami melihat bakat besar dari anak-anak ini dan itu harus terus dikembangkan,” tambahnya.
Penguatan Identitas Budaya
Gelaran ini menjadi ruang apresiasi bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas melalui seni tari daerah, sekaligus memperkuat identitas budaya Nusantara di Kalimantan Timur. Acara ditutup dengan pengumuman pemenang serta sesi foto bersama panitia dan dewan juri.
Pewarta : Yana Editor : Fathur @2025

















