Menu ✖

Mode Gelap
Duta Genre Kukar Jadi Konselor Sebaya, Perkuat Edukasi Remaja dan Pencegahan Stunting Warga Manggar Baru Gotong Royong Bersihkan Pesisir Sungai Manggar, Ratusan Kantong Sampah Diangkut Distanak Kukar Siapkan Distribusi 19 Pompa Air, Antisipasi Kekeringan Lahan Pertanian Bupati Kukar Tinjau Kebakaran Loa Ipuh, 11 Rumah Terdampak dan 15 KK Jadi Perhatian TP PKK Balikpapan Dorong Kelurahan Siaga TBC, Kader Dasawisma Dilibatkan

BERITA DAERAH · 10 Mar 2026 09:00 WITA ·

62 Kasus Campak di Samarinda Masih Suspect, Dinkes Kirim Sampel ke Laboratorium Kalsel


 Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Ismed Kusasih, memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media terkait puluhan kasus dugaan campak di Samarinda yang hingga kini masih berstatus suspect dan belum terkonfirmasi positif. Untuk memastikan diagnosis, sampel pasien dikirim ke laboratorium di luar daerah guna menjalani pemeriksaan lanjutan. Foto: Yana Ashari. Perbesar

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Ismed Kusasih, memberikan keterangan pers kepada sejumlah awak media terkait puluhan kasus dugaan campak di Samarinda yang hingga kini masih berstatus suspect dan belum terkonfirmasi positif. Untuk memastikan diagnosis, sampel pasien dikirim ke laboratorium di luar daerah guna menjalani pemeriksaan lanjutan. Foto: Yana Ashari.

KUMALANEWS.ID, SAMARINDA – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda, Ismed Kusasih, memastikan puluhan kasus dugaan campak yang ditemukan di Samarinda hingga saat ini masih berstatus suspect dan belum terkonfirmasi positif. Untuk memastikan diagnosis, sampel dari pasien harus melalui pemeriksaan laboratorium lanjutan di luar daerah.

Hal tersebut disampaikan Ismed kepada awak media usai menghadiri rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Senin (9/3/2026). Dalam pertemuan itu, selain membahas isu kesehatan masyarakat, juga dibicarakan tindak lanjut Pemerintah Kota Samarinda terkait kebijakan pemerintah pusat mengenai penonaktifan kepesertaan JKN-KIS yang sebelumnya dibiayai melalui APBN.

Ismed menjelaskan, hingga kini terdapat sekitar 62 kasus yang masih dalam kategori suspect campak. Seluruh kasus tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan apakah benar terkonfirmasi sebagai campak atau tidak.

“Untuk memastikan kasus campak itu harus dikirim ke laboratorium di Kalimantan Selatan. Jadi prosesnya memang memerlukan waktu, karena pemeriksaan tidak dilakukan di Samarinda,” ujarnya.

Menurutnya, status suspect berarti kasus tersebut masih dalam tahap dugaan medis dan belum tentu positif. Oleh karena itu, pihaknya meminta masyarakat tidak langsung khawatir sebelum ada hasil pemeriksaan resmi dari laboratorium.

“Kalau masih suspect artinya masih dicurigai, belum tentu positif. Biasanya kalau terjadi kejadian luar biasa seperti di beberapa daerah lain, misalnya di Sumatera, akan terlihat dari lonjakan kasus yang sangat signifikan. Di Samarinda sejauh ini belum ada indikasi ke arah sana,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut juga tidak terlepas dari tingginya cakupan imunisasi campak di Kota Samarinda. Menurutnya, tingkat vaksinasi yang baik telah membentuk kekebalan komunal atau herd immunity sehingga mampu menekan risiko penyebaran penyakit.

“Campak ini sebenarnya bisa dicegah dengan vaksin. Di Samarinda cakupan imunisasinya cukup baik, sehingga sudah terbentuk kekebalan komunal. Mirip seperti saat Covid-19 dulu, ketika masyarakat banyak yang divaksin maka penyebaran penyakit bisa lebih terkendali,” katanya.

Meski demikian, Dinas Kesehatan Kota Samarinda tetap meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat sistem pemantauan di fasilitas kesehatan. Ismed mengungkapkan pihaknya telah menerbitkan surat edaran kepada tenaga kesehatan agar segera melaporkan jika terjadi peningkatan kasus di lapangan.

“Kemarin saya sudah menandatangani edaran kepada tenaga kesehatan, terutama di layanan primer dan rumah sakit. Kalau ada peningkatan kasus, kami bisa segera melakukan koordinasi untuk penanganan lebih lanjut,” ungkapnya.

Menjelang Hari Raya Idulfitri, Ismed juga mengimbau para orang tua agar memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Pasalnya, penyakit campak paling sering menyerang bayi dan balita yang belum memiliki kekebalan tubuh yang cukup.

“Imbauannya sederhana saja, pastikan anak-anak mendapatkan vaksin campak ketika sudah waktunya. Karena penyakit ini paling banyak menyerang bayi dan balita,” tuturnya.

Ia menegaskan, langkah yang dilakukan Dinkes saat ini masih bersifat promotif dan preventif sembari terus memantau perkembangan kasus. Pemerintah daerah belum mengambil langkah intervensi khusus karena situasi masih dinilai terkendali.

“Ini masih tahap antisipasi. Kita belum sampai pada langkah intervensi khusus seperti pada kasus demam berdarah. Sejauh ini di Samarinda, insya Allah situasinya masih aman,” pungkasnya.

 

Pewarta : Yana Ashari
Editor  : Fairuzzabady
@2026
Artikel ini telah dibaca 90 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Duta Genre Kukar Jadi Konselor Sebaya, Perkuat Edukasi Remaja dan Pencegahan Stunting

18 Oktober 2026 - 16:00 WITA

o11

Warga Manggar Baru Gotong Royong Bersihkan Pesisir Sungai Manggar, Ratusan Kantong Sampah Diangkut

18 Oktober 2026 - 15:00 WITA

o10

Distanak Kukar Siapkan Distribusi 19 Pompa Air, Antisipasi Kekeringan Lahan Pertanian

18 Oktober 2026 - 14:00 WITA

o9

Bupati Kukar Tinjau Kebakaran Loa Ipuh, 11 Rumah Terdampak dan 15 KK Jadi Perhatian

18 Oktober 2026 - 13:00 WITA

o8

TP PKK Balikpapan Dorong Kelurahan Siaga TBC, Kader Dasawisma Dilibatkan

18 Oktober 2026 - 12:00 WITA

o7

Hadiri Pelantikan PMII Samarinda, Celni Pita Sari Dorong Sinergi Mahasiswa dan Pemerintah

17 Oktober 2026 - 21:00 WITA

o6
Trending di BERITA DAERAH