Menu

Mode Gelap
Nasib 44 Karyawan PT WATS Masih Menggantung, Gaji September Tetap Dibayarkan Komisi IV DPRD Samarinda Soroti Nasib Karyawan PT WATS Usai Kerja Sama Berakhir Disnaker Samarinda Siap Mediasi Persoalan Hak 44 Karyawan PT WATS Nasib 44 Karyawan PT WATS Belum Jelas, Minta Kepastian Status dan Hak Pekerjaan 44 Karyawan PT WATS Masih Digaji, Nasib Pekerjaan di Tengah Sengketa Bendang Belum Jelas

SENI BUDAYA · 17 Sep 2025 13:15 WITA ·

Kesultanan Kutai Ing Martadipura Gelar Tradisi Haul Raja dan Sultan Jelang Erau


 Suasana haul para Raja dan Sultan Kutai yang penuh khitmad, di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Rabu (17/9/2025). (Fairuzzabady/Kumalanews.id) Perbesar

Suasana haul para Raja dan Sultan Kutai yang penuh khitmad, di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Rabu (17/9/2025). (Fairuzzabady/Kumalanews.id)

KUMALANEWS.ID, KUTAI KARTANEGARA – Dalam rangka menyambut perayaan Erau, Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura menggelar tradisi haul atau pembacaan doa untuk para Raja dan Sultan yang telah mendahului. Acara ini berlangsung khidmat dan penuh makna.

Tradisi haul para Raja dan Sultan Kutai ini digelar di Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, pada Rabu (17/9/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Erau Adat Kutai yang sebentar lagi resmi dibuka.

Ketua panitia internal Kesultanan Kutai, Pangeran Noto Negoro, menyebut peringatan Erau bukan sekadar ritual rutinitas. Namun memiliki makna mendalam bagi Kesultanan dan masyarakat Kutai Kartanegara.

Ia menjelaskan, Erau tahun ini bertepatan dengan dua momentum penting, yakni peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta hari jadi ke-243 Kota Tenggarong. Hal ini semakin menambah nilai spiritual dan sejarah dalam rangkaian kegiatan.

Dalam Kesempatan tersebut, masyarakat melaksanakan “Haul Jamak” yang kemudian dirangkai dengan pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Doa bersama ini diharapkan sampai kepada para leluhur sekaligus menjadi momen refleksi bagi umat Islam.

“Wajib bagi kita sebagai generasi muda untuk mendoakan para leluhur, raja, dan sultan yang telah meletakkan pondasi adat dan adab, sehingga kita bisa menikmati kehidupan seperti sekarang,” ujarnya.

Pangeran Noto Negoro menegaskan, melalui momentum Erau, masyarakat Kutai Kartanegara diharapkan semakin kompak menjaga persatuan. Bahkan bisa memberikan kontribusi positif bagi Kalimantan Timur, termasuk dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara.

“Erau ini menjadi berkah kebersamaan. Jangan ada perpecahan, provokasi, atau saling menjatuhkan. Melalui adat dan budaya, kita justru harus memperkuat persaudaraan,” tegasnya.

 

Pewarta & Editor : Fairuzzabady
Artikel ini telah dibaca 65 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Erau 2026 Dikawal Kejaksaan, Pemkab Kukar Perkuat Penataan Aset Daerah

20 Agustus 2026 - 13:00 WITA

g74

Erau 2026 Dikawal Kejaksaan, Kesultanan Kukar Perkuat Sinergi Jaga Adat dan Budaya

20 Agustus 2026 - 12:00 WITA

g73

Jepen Street Dance Hidupkan Warisan Budaya Kaltim di Tengah CFD Samarinda

9 Agustus 2026 - 13:00 WITA

f11

Petala Borneo Guncang IDEF 2026, Ajak Penonton Dunia Datang ke Erau Kukar

25 Juli 2026 - 17:00 WITA

d56

Diguyur Hujan, Festival Budaya Dayak Kenyah Tetap Dipadati Ribuan Pengunjung

29 Juni 2026 - 10:02 WITA

a127

Festival Budaya Dayak Kenyah 2026 Diserbu Pengunjung, Panitia Dorong Peningkatan Fasilitas

29 Juni 2026 - 09:00 WITA

a126
Trending di BERITA DAERAH