Menu ✖

Mode Gelap
Camat Samarinda Seberang Ajak Pemuda Teladani Semangat Sumpah Pemuda DPRD Samarinda Gelar Rapat Paripurna, Lima Raperda Disetujui Bersama Andi Harun Apresiasi DPRD Samarinda, Lima Raperda Disepakati untuk Perkuat Pembangunan Daerah Pemkot Balikpapan Tanggapi Aspirasi Aliansi Balikpapan Melawan, Karhutla hingga Air Bersih Dibahas Proyek Pengendalian Banjir Jalan D.I. Panjaitan Balikpapan Capai 77,91 Persen, Ditargetkan Rampung Desember

NASIONAL · 19 Mei 2025 08:15 WITA ·

Indonesia kirim tim putra ke Piala Dunia Anak Jalanan 2026


 Manajer program untuk penyelamatan anak dan penguatan komunitas KDM, Jessica Hutting, saat ditemui di Jakarta, Minggu (18/5/2025). (ANTARA/RAUF ADIPATI) Perbesar

Manajer program untuk penyelamatan anak dan penguatan komunitas KDM, Jessica Hutting, saat ditemui di Jakarta, Minggu (18/5/2025). (ANTARA/RAUF ADIPATI)

KUMALANEWS.ID, JAKARTA – Komunitas anak jalanan dari Yayasan Kampus Diakonia Modern (KDM) akan kembali mewakili Indonesia dalam ajang Piala Dunia Anak Jalanan atau Street Child World Cup (SCWC) 2026 di Mexico City.

Ini menjadi keikutsertaan keempat bagi Indonesia setelah edisi 2014, 2018, dan 2022.

“Usia mereka 14 sampai 17 tahun. Tapi sejak sekarang sudah mulai dibina secara intensif, bukan hanya sepak bola, tapi juga soft skill dan leadership,” kata Manajer program untuk penyelamatan anak dan penguatan komunitas KDM, Jessica Hutting, saat ditemui di turnamen Piala Oranje di Jakarta, Minggu.

Setelah mengirim tim putri ke Qatar pada 2022, tahun depan giliran tim putra yang akan tampil. Sebanyak 17 anak dari latar belakang kurang beruntung telah dipilih dari proses seleksi berlapis sejak tahun lalu.

Nantinya, hanya 10 anak yang akan diberangkatkan, mewakili tim “Garuda Baru”.

Berbeda dengan ajang profesional, peserta Piala Dunia Anak Jalanan harus berasal dari kalangan anak jalanan atau anak binaan sosial.

Format turnamen ini menggunakan konsep minisoccer 7 lawan 7, dengan kombinasi antara kompetisi dan edukasi hak anak.

Jessica menyebut pembiayaan ke Meksiko masih dalam proses penggalangan.

“Kami pernah disokong Kemenpora dan Pemprov DKI. Tahun ini kami sedang susun proposal lagi. Semua swadaya,” ujarnya.

Indonesia mencatat prestasi terbaik pada 2018 ketika tim putra menembus babak semifinal.

Target serupa dibidik pada 2026, seiring program pembinaan jangka panjang yang sedang ditempuh KDM.

Lebih dari sekadar kompetisi, SCWC membuka jalan hidup baru.

“Pasca turnamen, kami punya post-program. Ada yang akhirnya kuliah, jadi pembicara, atau mentor anak-anak lain. Kami siapkan mereka untuk berani bermimpi lebih tinggi,” pungkas Jessica.

Sumber : Antara News – Kantor Berita Indonesia – www.antaranews.com

Artikel ini telah dibaca 53 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Bahlil Ancam Evaluasi Kontrak dan Hentikan Ekspor Energi ke Negara yang Tak Hargai Indonesia

22 Oktober 2026 - 18:00 WITA

o57

Proyek JNE-6 dan Lapangan Maha Tambah Pasokan Gas Nasional hingga 290 MMSCFD

22 Oktober 2026 - 17:30 WITA

o56

Verifikasi Porprov Kaltim 2026 Masuki Hari Terakhir, KONI Samarinda Fokus Benahi Berkas Atlet

16 Oktober 2026 - 14:30 WITA

n81

9.082 Atlet Terdaftar untuk Porprov Kaltim 2026, KONI Samarinda Soroti Penyelesaian Verifikasi Data

16 Oktober 2026 - 13:30 WITA

n96

PHI Raih Penghargaan CSR & PDB Award 2026, Local Hero Kukar Sabet Predikat Excellent

3 Oktober 2026 - 14:00 WITA

l83

AMSI Luncurkan Dana Hibah Bergulir Rp280 Juta untuk 28 Wilayah

23 September 2026 - 18:00 WITA

w1
Trending di NASIONAL